
"aakhhh.... tolongg akuu...."
🌺🌺🌺🌺
Mendengar jeritan dari steven, tentu saja sania panik dan bingung karena sania tidak merasa kalau dia mencampuri sesuatu di minuman steven. sania langsung mendekat ke arah steven ber maksud untuk membantu nya tapi tiba-tiba steven tertawa sangat keras.
"prankkk!!! hahahahahha.... astaga wajah panik itu hahaha.." tawa steven.
Merasa karena sudah di bohongi oleh steven, sania hanya bisa mengelus dada nya saja. walaupun dalam hati ingin rasa nya sania melemparkan minuman itu ke wajah steven.
"sabar sania, yang waras harus ngalah" batin sania.
"kau pasti sangat panik bukan? hahaha" tanya steven di sela tawa nya.
Sedangkan wajah sania terkesan sangat datar, dan tidak merasa bahwa candaan steven membuat diri nya tertawa.
"kenapa kau tertawa? apa tidak lucu? tapi masa iya tidak lucu?" heran steven.
Bukan nya menjawab pertanyaan steven, sania malah memilih untuk pamit undur diri.
"kalau anda tidak memerlukan sesuatu lagi, maka saya akan pamit undur diri. permisi" ucap sania.
Sania pergi ke dapur melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena tingkah jahil steven.
"selera humor nya benar-benar sangat rendah" gumam sania.
"apa wanita itu tak pernah tertawa? kenapa dia sangat sinis pada ku?" gumam steven.
Tak lama kemudian chris dan kia sudah kembali, chris dan kia cukup terkejut karena ada steven di ruang tamu. steven juga tidak mengabarkan kalau diri nya akan kemari.
"kenapa kau kemari?" tanya chris terus terang.
"ekhhm bisa kita bicara di ruangan mu saja?" karena tidak mungkin kan steven mengatakan kalau yang ingin dia bahas adalah soal bisnis gelap nya, nanti kia bisa mengamuk.
"memang nya apa beda nya di sini dan di ruangan kerja kak stev?" tanya kia polos.
"jelas beda lah kia, kalau di ruangan kerja nya chris kan aku bisa lebih fokus untuk membahas pekerjaan nya" elak steven.
Paham kalau stev ke sini pasti ingin memberikan laporan tentang bisnis gelap nya yang saat ini sedang di kerjakan oleh black wolf.
"baiklah kau duluan saja ke ruangan ku" perintah chris.
Akhir nya steven lebih dulu ke ruangan kerja stev, setelah kepergian steven. chris bermanja pada istri nya.
__ADS_1
"honey..."panggil chris dengan manja, chris membaringkan kepala nya di atas paha istri nya.
"kenapa hmm?" tanya kia.
"kita buat adik yuk untuk triple baby"
Ntah lah mungkin chris lupa kalau steven sedang menunggu diri nya di ruang kerja.
"hubby jangan memulai deh, sekarang temui kak steven kasihan dia sudah menunggu" perintah kia.
Chris hanya mendengus kesal, kenapa sih steven datang di saat yang sangat tidak tepat. kan chris jadi tidak bisa melakukan yang iya iya. alhasil mau tidak mau chris tetap menemui steven di ruangan nya.
krekk...
Dengan wajah yang masam chris duduk di kursi kebesaran nya, steven yang tidak tau apa-apa hanya merasa heran. ada apa dengan sahabat nya ini? perasaan tadi wajah nya masih terlihat normal, kenapa sekarang jadi terlihat menyeramkan.
"kau kenapa menatap ku seperti itu?" tanya steven.
"cepat katakan apa keinginan mu kemari?" tanya chris to the point.
Kalau dari raut wajah nya chris, seperti nya steven sudah bisa menangkap apa yang terjadi. steven tersenyum meledek ke arah chris.
"gagal membuat adonan ya" ledek steven.
"cepat lah katakan kau kemari untuk apa? kalau tidak ada yang penting lebih baik kau pergi" kesal chris.
Mendengar itu chris tentu saja kaget, pasal nya chris sangat tau persis perdagangan gelap nya ini tidak akan meningkat se drastis itu kalau bukan hanya satu hal, yaitu robert keluar dari dunia gelap. karena saingan black wolf di pasar gelap hanya robert.
"apa karena diaa..." ucap chris menggantung.
"benar sekali, robert keluar dari mafia setelah kepulangan nya dari bulan madu bersama dayana dan kemungkinan besok mereka akan menemui rara atau kia" jelas steven.
Chris jadi ingat janji diri nya pada ayah nya kia, pada saat itu chris berjanji akan keluar dari kelompok mafia. tapi sampai saat ini janji itu belum terlaksanakan oleh chris. sebenarnya musuh chris yang terberat hanya lah robert, tapi takdir seakan menyuruh diri nya untuk berdamai dengan robert, karena tidak mungkin juga kan chris mem**nuh robert. nanti yang ada istri nya pasti akan sangat sedih sekali.
"kau pasti sedang memikirkan untuk keluar dari kelompok mafia?" selidik steven.
"huff aku hanya takut ketika aku keluar dari black wolf, akan banyak sekali musuh-musuh lama yang akan mengusik ketenangan ku" jawab chris.
"musuh kita dulu memang banyak chris, tapi kau perlu ingat musuh kita yang asli hanya satu yaitu robert. kalau robert sudah keluar maka kita juga tak akan punya musuh. seandai nya ada pun aku yakin sekali kau pasti bisa menangani nya" jelas steven.
Yah mungkin yang di katakan oleh steven ada benar nya juga, kalau robert saja bisa keluar dari dunia gelap ini kenapa diri nya tak bisa? apa lagi memang yang dia takuti? saat awal dimana chris membangun kelompok mafia black wolf, chris bisa kok mengalahkan semua para mafia eceng gondok itu.
"nanti akan aku pikirkan lagi, kau bisa pergi kalau tak ada lagi yang kau bicarakan" usir chris.
__ADS_1
"kau mengusir ku?"
"iya" jawab singkat chris.
Akhirnya mau tidak mau steven keluar dari ruangan chris tapi, dia sangat terkejut. karena begitu dia buka pintu steven dan sania bertabrakan, hingga minuman dan cemilan yang di bawa sania berserakan di bawah.
"astaga" kaget steven. steven mengusap dada nya karena terkejut.
Sedangkan sania juga ikutan terkejut, tapi setelah itu dia langsung membereskan sisa-sisa makanan yang jatuh berserakan di bawah.
"astaga san, kau itu kenapa mengejutkan ku?" tanya steven.
"maaf tuan saya tak sengaja menabrak anda, niat nya saya ingin mengetuk pintu tapi anda sudah lebih dulu keluar dan menabrak saya" jelas sania.
"ohh jadi menurut mu yang salah di sini adalah aku?"
"tidak tuan, saya yang bersalah" jawab sania pasrah.
"bagus lah sekarang cepat bersihkan" perintah steven.
Sania langsung membereskan sisa-sisa makanan dan serpihan gelas kaca yang pecah tadi, saking terburu-buru nya sania kurang hati-hati hingga menyebabkan telapak tangan berdarah karena serpihan pecahan gelas kaca.
"sania!!" pekik steven.
Steven kaget bukan main saat ada darah yang keluar dari telapak tangan sania, dengan cepat steven juga ikut berjongkok dan meraih lengan sania yang berdarah, namun sania malah menarik lengan nya.
"sini biar aku bersihkan lengan mu" perintah steven.
"tak apa tuan, saya bisa membersihkan nya di belakang" tolak sania.
"sejak kapan seorang maid di izinkan melawan hmm? sekarang kemarikan tangan mu" perintah steven.
Akhir nya sania dengan perlahan menyerahkan lengan nya, dan steven pun segera membersihkan pecahan-pecahan kecil yang menancap di telapak tangan sania dan
deg..
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
HAYO DETAK JANTUNG SIAPA ITU?
JANGAN LUPA TULIS JAWABAN KALIAN DI BAWAH DAN JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
BERI HADIAH JUGA UNTUK TRIPLE BABY
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️