Mantan Simpanan

Mantan Simpanan
BAB 55 - Sekretaris Senior


__ADS_3

Dea seperti menahan nafas saat melewati lobby dan dilihat oleh semua karyawan disana. Dia baru bisa bernafas lega saat masuk ke dalam lift.


"Huft!" Nafas kasar Dea terdengar begitu jelas, Arden bahkan sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu. Padahal kantor ini bukan tempat asing.


Demi menghilangkan kegugupan Dea, Arden melepaskan genggaman tangan mereka, kini tangan kanannya memeluk pinggang sang istri. Bahkan masih sanggup mengelus pula perut istrinya itu.


"Sudah jangan gugup, bagaimanapun semua orang memang harus melihat nyonya mereka."


Dea mencebik, masih merasa geli dan canggung dengan panggilan yang disematkan oleh Arden untuknya.


Nyonya? hii, hanya membayangkannya saja sudah berhasil membuat Dea bergidik merasa geli.


Sementara Arden hanya mampu terkekeh melihat tingkah istrinya ini.


Sampai di ruangan Arden, Dea duduk di sofa sedangkan Arden langsung duduk di kursi kerjanya.


Arden tidak akan lama berada di ruangan ini, sebentar lagi dia akan langsung menuju ruang pertemuan untuk menyelesaikan tugasnya kemarin bersama para staf yang lain.


"De, kamu mau ikut bersamaku atau tetap berada di sini?"


"Kemana?"


"Ruang meeting 2."

__ADS_1


"Aku disini saja lah."


"Ikut juga tidak apa."


Dea menggeleng kuat, lebih baik main ponsel disini daripada ikut suaminya pergi.


"Baiklah, paling lama cuma 2 jam. Kalau butuh apa panggil saja OG. Kalau mau tidur ya di kamar."


"Iyaaa." di ruangan ini memang ada kamar yang biasa mereka gunakan untuk bercinta atau hanya sekedar istirahat bersama.


Setelah pamit dengan sebuah ciuman dalam akhirnya mereka berdua berpisah.


Kini dia seorang diri berada di ruangan ini.


Sampai akhirnya bosan menghampiri Dea tapi Ardan masih juga belum kembali.


"Masa mau tidur, ini masih jam 10," gerutu Dea.


Dia pun menyandarkan tubuhnya di sofa, namun langsung bangkit kembali ketika terdengar suara pintu ruangan ini diketuk dari luar.


Deg! mendadak Dea jadi takut. Seolah dia adalah pencuri, padahal ini adalah ruangan suaminya.


Tidak enak hati, Dea pun segera membuka pintu itu sendiri. padahal bisa saja dia tinggal menyahuti dan meminta orang itu untuk masuk.

__ADS_1


Seorang wanita cantik berdiri di depan pintu ruangan ini, Dea tahu dia adalah sekretaris baru Arden. sekretaris yang menggantikan dia bekerja di sini.


"Maaf Nyonya, perkenalkan saya adalah Amanda, sekretaris tuan Arden. Apa ada sesuatu yang Anda butuhkan? saya akan memenuhinya untuk Anda," jelas Amanda, Arden sudah memerintahkannya untuk menuruti semua keinginan Dea.


Meski merasa tak nyaman namun Amanda harus tetap mematuhi perintah tuannya itu.


Sedangkan Dea tidak langsung menjawab, Dia malah memperhatikan lekat-lekat penampilan sekretaris suaminya ini.


Amanda menggunakan baju yang cukup berani, ketat di bagian atas dan pendek di bagian bawah. Seksi sekali.


Dulu saja dia tidak seseksi ini. menyadari itu entah kenapa Dea jadi merasa kesal. Padahal masalah drescode dan kesopanan sudah dituliskan jelas dalam peraturan perusahaan.


"Namamu Amanda?" tanya Dea, saat ini Dea merasa sebagai senior di bagian sekretaris, bukan istri sang CEO.


"Apa kamu sudah membaca semua peraturan di perusahaan ini?" tanya Dea lagi.


"Maksud Nyonya?"


"Tentang drescode perusahaan."


Amanda mulai paham, dia menurunkan rok span pendek yang dikenakannya, namun tetap saja tidak bisa menutupi semua pahanya.


Iis! menyebalkan sekali, sok berkuasa. kesal Amanda. Namun di mulutnya dia mengucapkan kata maaf.

__ADS_1


"Maaf Nyonya, hal seperti ini tidak akan saya ulangi lagi."


__ADS_2