Mantan Simpanan

Mantan Simpanan
BAB 57 - Mudah Yang Dibuat Sulit


__ADS_3

Setelah makan siang bersama, Arden dan Dea memutuskan pulang. Sebelum kembali ke apartemen mereka akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kan kandungan Dea.


Datang ke rumah sakit langganan keluarga Harwell, rumah sakit Royal Dude.


Menemui dokter kandungan disana yang bernama Bella.


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, kandungan Dea dinyatakan sehat, pertumbuhan janin pun baik. Tidak ada masalah sedikit pun.


"Makan buah alpukat setiap hari 1 bagus untuk menambah berat badan janin," ucap Bella. Arden dan Dea menganggukkan kepalanya antusias.


Mata mereka masih sedikit basah, masih terharu setelah tadi sempat mendengar detak jantung si jabang bayi.


Keluar dari ruangan itu, Arden membawa buku berwarna merah muda. Buku pemeriksaan tentang Dea dan anaknya.


Arden yang masih merasa terharu pun terus memeluk pinggang Dea, meski kini mereka sedang berjalan keluar dari rumah sakit.


"Ar, kita dilihat in orang terus. Udah dong peluknya," ucap Dea, Arden terus mendekapnya posesif.


"Biarkan saja De, hak mereka untuk melihat kita dan hak ku untuk memeluk mu."

__ADS_1


Dea mendengus, dia memang tidak pernah bisa menang ketika berdebat dengan suaminya ini.


Jadi sampai di parkiran Arden terus memeluk pinggangnya.


Membukakan pintu untuk Dea dan masuk.


"Kita beli buah alpukat dulu ya?"


"Iya," jawab Dea.


Mereka berdua menuju salah satu pusat perbelanjaan. Tapi ketika sampai di sana, Arden melarang Dea untuk turun. Arden mengatakan biar dia sendiri saja yang masuk dan meminta istrinya untuk tetap menunggu di dalam mobil.


Ya sudah, Dea menurut.


"Alpukat nya kosong, baru saja habis. Di bagian stok juga tidak ada. Kenapa mall sebesar ini bisa kehabisan alpukat, benar-benar tidak masuk akal." Kesal Arden, belum sempat Dea bertanya ada apa Arden sudah lebih dulu menggerutu.


Tapi Arden tidak pantang menyerah, dia kembali lagi menuju pusat perbelanjaan yang lain.


Tapi lagi-lagi buah itu kosong. seolah Dia sedang dipermainkan oleh keadaan.

__ADS_1


"Astaga De, di mana lagi kita bisa mendapatkan buah alpukat itu, sudah 4 tempat yang kita datangi Tapi tetap saja tidak ada."


"Aarr, tenang dulu. lagi pula makan buah alpukat itu kan hanya saran bukan wajib. Tidak ada ya sudah, ayo kita pulang saja," ajak Dea, dia pun mulai merasa lelah, lelah mendengar keluhan Arden.


"Tidak bisa, sebelum pulang kita harus mendapatkan buah itu."


Dea membuang nafasnya berat.


Arden bahkan menelpon kedua adiknya untuk membantu dia mencari buah alpukat.


Arneta dan Arsila pun sama antusiasnya dengan sang kakak, mereka berdua langsung menyanggupi dan mulai berkeliling.


Silvana yang tadi ada di apartemen Arneta dan Arsila juga mendengar keinginan sang anak. Hati kecilnya pun ingin bergerak mencari.


Namun karena Arden tidak meminta bantuannya langsung membuatnya sedikit kesal. Merasa tidak dianggap.


"Huh! anak-anak itu benar-benar keterlaluan." Kesal Silvana, dia datang ke apartemen dua anak gadisnya juga untuk membujuk mereka pulang.


Tapi Arneta dan Arsila menolak, mengatakan jika mereka akan tetap tinggal di sini selama Silvana belum bisa menerima Dea dengan sepenuh hati.

__ADS_1


Arneta bahkan mengatakan, kekacauan ini semua terjadi hanya karena mama nya itu.


Mudah yang dibuat sulit.


__ADS_2