Mantan Simpanan

Mantan Simpanan
BAB 60 - Sudah Sepakat


__ADS_3

"Aw, sakit De!" keluh Arden.


"Semenjak menjadi istriku kamu jadi suka memukul, perasaan dulu selalu menurut apa kataku," timpal Arden lagi, kini satu tangannya menahan kedua tangan Dea, diangkatnya tangan sang istri hingga sampai diatas kepala.


"Dulu kamu tidak semesyum ini, sekarang kalau tidak ku hentikan kamu mau nya itu itu terus."


"Itu itu bagaimana?"


"Jangan menggoda ku."


"Katakan."


"Arr!!" kesal Dea, kini wajahnya sudah nampak merona. Pembicaraan seperti ini masih saja membuatnya malu, apalagi saat Arden menggerakkan pinggulnya, seolah menunjukkan bahwa miliknya sudah berubah lebih besar.


"Nanti saja."


"Kapan?"


"Habis makan malam."


"Berarti menginap disini?"


Dea mengangguk.


"Sekali saja Ar, apa salahnya menginap disini? nanti juga kita akan tinggal disini kan?" tanya Dea dengan sorot matanya yang serius.

__ADS_1


Membicarakan tentang masa depan tentu saja mereka akan kembali pulang ke rumah ini lagi. tidak mungkin selamanya mereka akan membiarkan Silvana hidup seorang diri.


Bagaimanapun nanti Arneta dan Arsila setelah menikah pasti akan ikut suaminya.


"Apa kamu tidak masalah jika kita tinggal di sini?" tanya Arden, di Lubuk hatinya yang paling dalam tentu saja dia ingin tinggal bersama ibunya. Menjaga Silvana adalah janjinya pada mendiang sang ayah.


Tapi di sisi lain Arden tidak ingin kembali menyakiti Dea, apalagi kini istrinya tangah hamil.


"Aku baik-baik saja Ar, aku juga ingin memiliki hubungan yang baik dengan nama Silvana. Dan bagaimana bisa kami menjadi dekat jika tinggal berjauhan."


Arden teridam, dia menatap dalam kedua mata sang istri yang berada dibawah nya.


"Kamu tidak menaruh dendam pada mama?"


Dea menggeleng.


"Karena sejak awal kita yang salah, sebagai seorang ibu aku juga pasti ingin menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan di sudut pandang mama aku adalah yang paling buruk dari semua wanita."


"Tapi tidak seperti itu."


"Aku tahu, itu hanya dari sudut pandang mama dan wajar Mama berpikir seperti itu karena aku mantan simpanan kamu."


"Aku lah yang salah."


"Memang," balas Dea cepat, saat mengatakan itu bibirnya tersenyum. tidak ingin pembicaraan ini mengganggu suasana romantis di antara mereka berdua.

__ADS_1


Namun Dea tetap ingin masalah ini benar-benar selesai.


"Sekarang ayo kita coba saling mengalah, Mama sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan kita. jadi kita juga harus melakukan hal yang sama." Terang Dea, dia juga mengelus wajah suaminya dengan sayang. Sentuhan yang sangat menenangkan bagi Arden.


Sentuhan kecil namun selalu mampu membuatnya merasa damai.


"Baiklah, ayo kita pindah ke rumah Ini."


"Benarkah?" tanya Dea antusias, kedua matanya bahkan nampak berbinar.


"Benar sayang, dimanapun kita berada aku akan selalu melindungi kamu."


Dea tidak bisa berkata-kata lagi, dia langsung menarik tengkuk sang suami dan mencium bibir Arden.


Ciuman berbalas yang lama-lama jadi ciuman basah.


Arden tidak bisa dipancing, karena kini dia jadi menginginkan lebih. Akhirnya permainan singkat mereka lakukan, Dea mendesaah dibawah kungkungan suaminya.


Sore menjelang malam yang sangat panas.


Membuat Arden dan Dea harus mandi lagi, untunglah mereka sempat menanggalkan semua baju sebelum keringat membasahi.


Jadi baju-baju itu masih aman untuk digunakan lagi.


Mereka berdua sudah sepakat, setelah makan malam nanti Arden akan mengatakan pada semua orang bahwa dia dan Dea akan pindah ke rumah ini.

__ADS_1


Juga meminta Arneta dan Arsila untuk kembali.


__ADS_2