Mantan Simpanan

Mantan Simpanan
BAB 64 - Pembalasan


__ADS_3

Kabar Mona yang menyebarkan berita bohong tentang Dea ternyata terdengar juga hingga ke telinga Silvana.


Sama halnya dengan Arden dia juga merasa meradang.


Mona mengatakan pada semua orang jika Dea lah yang sudah menggoda Arden menggunakan tubuhnya. Sebelum masuk ke perusahaan Harwell Dea memanglah seorang wanita penggoda.


"Astaga wanita ini benar-benar tidak tahu malu." Geram Silvana.


"Dia yang memasarkan tubuhnya sendiri pada sembarang orang kini malah menilai menantuku sembarangan."


Siang menjelang sore kalau itu Silvana tidak jadi beristirahat. Dia langsung pergi kembali menemui teman-temannya yang masih berkumpul di salah satu cafe.


Datang kesana dengan rahang nya yang mengeras menatap Layla yang sedang tertawa.


"Layla!" pekik Silvana, suaranya yang menggema membuat semua orang langsung menatap ke arahnya.


Layla bahkan sampai tersedak air liurnya sendiri.


"Apa-apaan anak sundall mu itu! berani-beraninya dia menyebar berita bohong tentang menantuku!" hardik Silvana, dia berdiri tepat di hadapan Layla yang tengah duduk.

__ADS_1


Dan mendengar anaknya dikatai sundall membuat Layla pun meradang juga, dia bangkit dan melenggangkan kedua tangan di pinggang, membalas tatapan Silvana tak kalah tajam.


"Apa maksudmu? sembarangan menyebut anakku wanita sundall!"


"Lihat ini! Apa yang dia sebarkan di perusahaan ku!" Silvana menunjukkan beberapa barang bukti yang dia bawa, bukan hanya Layla bahkan temannya yang lain pun juga ikut melihat.


Bukti chat Mona saat meminta seorang karyawan Harwell untuk menyebarkan berita bohong itu.


"Astaga murahan sekali caranya."


"Kenapa anak mu jadi licik begini? apa karena dia tidak jadi menikah dengan Arden?"


Setelah Silvana dan Dea pergi tadi Tak lama kemudian Mona juga pergi meninggalkan perkumpulan ini.


"Lihat kan? mau mengelak apalagi kamu hah?" bentak Silvana pula, dia paling suka keributan seperti ini. Silvana akan berada di barisan paling depan untuk melindungi seluruh keluarganya.


Dan bentakkan Silvana yang kali ini tidak mampu Layla jawab.


Tiba-tiba Dia kehilangan semua kata-kata dan keberaniannya.

__ADS_1


"Aku tidak akan tinggal diam! kamu ingat rekaman yang pernah aku berikan padamu tentang Mona? aku juga akan menyebarkan untuk pada semua orang!" ancam Silvana, dia masih menyimpan barang bukti itu hingga kini.


Seketika tubuh Layla langsung bergetar, Andai rekaman pengakuan Mona itu tersebar bisa dia pasti kan selamanya sang anak akan kesulitan untuk menemukan pasangan.


Layla langsung menggelengkan kepalanya dengan keras.


"Tidak Silvana! jangan lakukan itu! aku mohon!" pinta Layla, dia bahkan langsung menarik tangan kanan Silvana, menyentuh meminta ampunan.


"Cih! sudah begini kamu minta maaf. tapi menantuku sudah terlanjur anakmu permalukan!" kesal Silvana, dia menarik tangannya kuat hingga terlepas dari tangan Layla.


"Memangnya rekaman apa yang kamu punya? tunjukkan pada kami?"


Layla menggeleng, menatap Silvana penuh permohonan, memohon agar Silvana tidak memberikan rekaman itu kepada siapapun termasuk teman-teman mereka.


Layla bahkan nyaris menangis. kini nasib anak perempuannya berada di tangan Silvana.


Tapi Silvana bukanlah orang yang baik hati, sekali dia membenci Dia akan terus membenci sampai ke tulang-tulang.


Silvana lantas tersenyum menyeringai, dia mengambil sesuatu di dalam tasnya untuk pembalasan.

__ADS_1


Sementara Layla terus menggeleng, memohon melalui tatapan nanar.


__ADS_2