Mantan Simpanan

Mantan Simpanan
BAB 69 - Raisa Harwell


__ADS_3

Sudah 1 minggu dan acara syukuran kelahiran cucu pertama keluarga Harwell pun digelar.


Malam itu juga nama sang anak diumumkan.


Raisa Harwell adalah nama yang dipilih oleh Arden dan Dea.


Baby Raisa disambut dengan bahagia oleh semua keluarga besar Harwell. Apalagi saat melihat bayi mungil itu begitu mirip dengan Arden kecil.


Membuat semua orang kembali mengingat bagaimana Arden kecil dulu.


Saat acara berlangsung, Silvana dan Maryam gantian memegang baby Raisa. Arneta dan Arsila pun sigap memegang para keponakan mereka yang ingin menyentuh baby Raisa, agar tidak terlalu kasar.


Karena baby Raisa masih begitu lembut.


Dan saat cara kumpul keluarga masih berlangsung di lantai dasar rumah keluarga Harwell, tiba-tiba Arden menarik tangan Dea untuk pergi dari sana.


"Ar mau kemana?"


"Sstt!" Arden malah meminta istrinya diam. Terus menarik Dea untuk mengikuti langkahnya.


Setelah cukup aman Arden mempercepat langkah mereka hingga seperti berlari menuju taman belakang.


"Kenapa kesini?" tanya Dea, antara heran dan bingung.


Semakin bingung ketika Arden menariknya untuk masuk ke dalam dekapan.

__ADS_1


Sesaat mereka hanya saling tatap, hanya terdengar deru nafas mereka yang memburu setelah tadi berlari.


Sampai akhirnya nafas mereka sama-sama kembali normal.


Malam ini cuaca begitu cerah, bahkan ada bulan yang bersinar terang sendirian di atas langit sana, karena semua bintang belum berani muncul.


"Mau pacaran?" tanya Dea, dia buka suara duluan, sambil menggantungkan kedua tangannya di leher sang suami.


"Hanya ingin berdua," jawab Arden pula.


Beberapa hari ini mereka berdua sama-sama sibuk, bukan hanya mengurus baby Raisa, tapi juga menyambut semua keluarga yang setiap hari selalu datang ke rumah ini untuk melihat anak mereka.


Hal ini juga menjadi pertemuan pertama kalinya bagi Dea dengan seluruh keluarga besar Harwell.


Kadang Arden masih merasa takut istrinya itu merasa tidak nyaman.


"Kamu bahagia?" tanya Arden dan Dea langsung mengangguk cepat, tentu saja dia sangat bahagia. Bukan hanya tentang baby Raisa, namun penerimaan semua keluarga harwell atas dia dan keluarganya juga membuatnya bahagia.


Awalnya Dea memang merasa canggung, merasa tak nyaman, merasa terasingkan.


Namun Dea tidak semerta-merta, dia juga terkadang membuka obrolan, hingga semuanya mengalir begitu saja.


Keluarga dia dan Arden memang sangat berbeda, namun Dea tidak ingin itu menjadi penghalang.


Apalagi selama ini Arden selalu memperlakukannya seperti ratu, tidak ada lagi yang membuat Dea merasa bahagia lebih daripada itu.

__ADS_1


"De."


"Apa?"


"Kamu adalah istri ku."


"Aku tahu."


"Aku mau bicara serius."


"Jangan serius-serius, cium saja," goda Dea.


Arden terkekeh, tapi menuruti keinginan istrinya itu. Dea tahu, Arden hanya ingin menenangkan dia. Ditengah keramaian ini Dea tahu bahwa Arden tidak ingin dia merasa sendiri.


Mereka berdua saling mencium, saling bertukar saliva dan saling memeluk erat.


Udara dingin malam ini pun semakin membuat keduanya hanyut. Ciuman itu bahkan semakin dalam dan menuntut, tapi lagi-lagi terhalang oleh garis merah yang masih bertahan 30 hari lagi.


Arden lantas menggendong sang istri seperti pengantin baru, membawa Dea untuk duduk di kursi taman itu. Memangkunya dan kembali menyatukan bibir.


Aku mencintai mu De.


Aku mencintai mu Ar.


batin keduanya.

__ADS_1


......TAMAT......



__ADS_2