
Tanpa belas kasih sedikit pun Silvana langsung memutar rekaman yang dia punya tentang pengakuan Mona.
Apa yang kamu dapatkan dari pernikahan ini?
Aku sudah tidak virgiin, aku hanya butuh status menikah. Setelah jadi janda aku akan punya harga diri lagi.
Semua orang terperangah ketika mendengar penggalan dari rekaman itu, mereka semua sangat yakin jika kedua suara itu adalah suara milik Arden dan Mona.
Dan seketika itu juga tubuh Layla jadi lemas, kedua kakinya tak mampu Lagi berdiri dan dia langsung terduduk dikursi nya yang tadi.
Melihat Layla yang tak berdaya dan dia berhasil membalaskan perbuatan Mona, membuat Silvana tersenyum miring.
Biarlah dia menjadi tokoh antagonis yang sesungguhnya.
"Menantuku dan Arden memang melakukan kesalahan di masa lalu dengan hubungan mereka yang terlarang, tapi mereka memperbaiki itu semua dengan adanya pernikahan. Tapi lihat anak mu? Entah berapa pria yang sudah berhasil menyentuh tubuhnya," ucap Silvana sarkas, terserahlah, kini semua kekesalannya akan dia ungkap semua. Tidak peduli jika nanti hubungannya dengan keluarga Lin akan hancur.
Yang terpenting adalah harga diri keluarganya kembali utuh.
"Aku akan semakin menyebarkan rekaman ini jika anakmu tidak menarik ucapannya tentang Dea. Aku ingin Mona meminta maaf pada semua orang tentang berita bohong itu. Katakan juga jika sebenarnya dia iri karena tidak menjadi menantu keluarga kami."
Layla menangis, kini seolah Silvana tengah melucuti bajunya, dia dipermalukan di depan semua teman-teman.
__ADS_1
Dan ini terjadi karena kebodohan Mona.
Layla hanya diam saja, dia bahkan menunduk tak lagi punya muka.
Setelah puas mengeluarkan semua kekesalannya, Silvana pun pergi. teman-temannya yang lain ikut pergi juga meninggalkan Layla sendirian di cafe itu.
Layla menangis, kemudian teringat akan Mona dan membuatnya marah besar.
Dia segera pulang dan meminta Mona untuk pulang pula.
Sampai di rumah Layla langsung memukuli sang anak, menampar Mona dengan begitu keras.
"Dasar bodoh! mau ditaruh dimana muka keluarga kita Mona!! bukannya mempermalukan Dea tapi kamu malah mempermalukan dirimu sendiri! dasar bodoh!!" pekik Layla, bahkan tanpa sadar dia menjambak rambut anaknya sendiri.
Bahkan videonya yang tengah mabuk dan bercinta dengan seorang pria di club malam pun sudah tersebar.
Mona menangis, dia terima semua pukulan dari sang ibu.
Bahkan semakin menangis kencang ketika teringat akan ancaman Arden.
Sedikit saja kamu menyakiti keluargaku lagi, aku akan membalasnya berkali-kali lipat.
__ADS_1
Dan malam datang.
Ketika keluarga Lin Tengah mengalami kehancuran nya, Dea pun baru membuka mata.
Saat kekacauan itu semua terjadi Dea tidak menyadarinya karena dia tengah tertidur dengan sangat pulas.
Dea tidak tahu Apa yang dilakukan ibu mertuanya untuk tetap menjaga harga dirinya. juga tidak tahu apa yang dilakukan Ardian untuk tetap melindungi keluarga mereka.
Yang Dea tahu hanyalah merasa lapar ketika bangun malam ini.
Bangun-bangun dengan baju yang sudah berbeda dari siang tadi.
"Aku tidur lama sekali, ini sudah gelap," gumam Dea, suaranya masih parau.
melihat bajunya yang sudah ganti dia yakin jika Arden yang telah menggantikannya, juga mengelap badannya yang terasa lebih nyaman.
"Kamu sudah bangun?" ucap Arden, Dia baru saja masuk ke dalam kamar setelah tadi dari ruang kerja.
Dea mengangguk, " kamu mengganti bajuku?" tanya Dea pula.
"Bukan hanya ganti, aku juga memberimu pelayanan lebih. Sampai kamu bilang ahh padahal sedang tidur."
__ADS_1
"Arden!!"