Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#1


__ADS_3

1. Naira Agustina


Naira Agustina gadis yang di besarkan oleh paman dan bibinya sejak berada di bangku sekolah dasar,karena orang tua nya sudah bercerai sejak dia menduduki bangku sekolah dasar walau begitu dia menjadi gadis yg mandiri, baik ,ramah, dan cerdas.


"aku tidak percaya adanya cinta, setulus apa pun kita mencintai dia tetap saja pasti berujung pengkhianatan" Kata kata itulah yang selalu ada dalam pemikirannya.


2.Ardan Dwi Cakradara


Ardan Dwi Cakradara seorang penerus CAKRADARA GROUP. Anak dari salah satu pengusaha terbesar di Indonesia ADITYA CAKRADARA.


"Aku akan mengejarmu walau harus kelubang semut sekalipun" Itulah kata kata yg selalu ia ucapkan kala mengingat wanita yang ia cintai.


💗💗💗💗💗💗💗


Pagi yang cerah di sebuah rumah yang sederhana, terlihat seorang gadis yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, ia berjalan menghampiri keluarga pamannya yang sudah berkumpul di meja makan.


"Pagi semua" Sapanya di iringi senyum manis yang mengembang dari bibirnya.lalu Naira menarik salah satu kursi yang ada di sebelah sepupunya.


"Apa kau akan pergi sepagi ini ka ?" Tanya Ardi yg duduk di sebelah Kaka sepupunya yang telah ia anggap sebagai Kaka kandungnya.


"Iya Nai apa kau akan pergi sepagi ini tidak seperti biasanya ?" Tanya Bibi Siti menimpali.

__ADS_1


"Iya Bibi hari ini ada pengangkatan CEO baru di kantorku jadi kami harus datang lebih awal dari biasanya" Jawab Naira disela sela suapannya.


"memang kenapa dengan CEO yang lama ??" Tanya Paman Reno yang dari tadi hanya menyimak saja.


"Entahlah, mungkin dia ingin menikmati hari tua bersama istrinya" Jawab Naira.


"Lalu siapa yang akan menggantikannya ?" Tanya Ardi.


"Katanya sich yang aku dengar dari orang orang yang suka bergosip katanya anaknya, tali entahlah aku juga belum mengetahuinya" Jawab Naira sekenanya.


"Baiklah, aku sudah selesai aku pamit ya, assalamualaikum" Pamit Naira sambil mencium punggung tangan Paman dan Bibinya.


" Iya siap bos" Jawabnya sambil bergaya hormat kepada pamannya diiringi senyum manisnya.


"Ah iya nak, Paman lupa nanti pulang kerja pergilah ke rumah ibumu" Titah Paman.


"Memangnya ada acara apa Paman? Kenapa aku harus pergi kerumah mama ?" Tanya Naira karena tidak biasanya Ibunya ituh menyuruhnya kerumahnya jika tidak ada acara penting.


"Apa kau tidak merindukan ibumu sudah 1 bulan yang lalu terakhir kali kau berjumpa dengannya" Jawab Paman.


"Hmm, baiklah aku akan ke sana" Jawab Naira sekenanya.

__ADS_1


"Baiklah aku pergi dulu" Lanjutnya lagi.


"Iya, hati hati nak" Jawab Paman.


"Kenapa kau menyuruhnya untuk menemui kaka ?" Tanya Bibi yang sudah di ambang emosi.


"aku hanya ingin mendekatkan dia dengan ibunya saja. apa salah?" Tanya Paman.


"Apa kau tau setelah dia pulang dari rumah kaka dia pasti akan menangis, karena perkataan ibunya itu !" Jawab Bi Siti karena dia telah menganggap Naira seperti putrinya sendiri


"Sudahlah dia pasti bisa menangani situasi disana, aku hanya kasian kepadanya dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya, mungkin dengan mendekatkan dia dan kaka bisa mengobati rasa kerinduan kasih sayang kepada ibunya" Jawab Paman panjang.


"Terserah kau saja, tapi jika dia menagis sendirian di dalam kamarnya aku tidak akan memberimu jatah selama satu Minggu, ingat itu" Jawab Bibi dengan disertai ancamannya.


"Tunggu kenapa kau memberikan aku ancaman itu?" Tanya Paman yang tidak terima jatahnya di kurangi.


Ardi yang merasa menjadi nyamuk dia pun pamit kepada org tuanya yang sedang ribut soal jatah karena baginya itu tidaklah penting.


"Baiklah ayah ibu aku pamit karena hari ini aku ada jadwal pagi di kampus, assalamualaikum" Pamit Ardi.


"Ya , wa'alaikumsalam,hati hati nak" Jawab Bibi

__ADS_1


__ADS_2