Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#34


__ADS_3

"Mana ada yang malu bilang malu, aneh kamu mah,"


"Kan aku limited edition," Jawab Naira dengan kekehan nya.


"Dikira sepatu kali limited edition,"


"Ini jam berapa sih, kayanya aku tadi ketiduran lumayan lama,"


"Kayanya jam tiga deh," Ucap Naira tapi dia seperti ada yang mengganjal dia melupakan sesuatu tapi ntah apa.


"Astaga,,," Ucap Naira tiba-tiba setelah beberapa saat terdiam, yang membuat Ardan tersentak kaget.


"Kenapa?" Tanya Ardan kaget.


"Aku lupa kalo aku ada janji sama Laila dan Ayu,"


"Kok bisa sampai lupa?" Tanya Ardan.


"Kan tadi aku disuruh ikut kamu kesini,"


"Jadi secara gak langsung kamu salahin aku gitu?" Ucap Ardan.


"Yah kan emang salah kamu,"


"Terus terus terus aja terus salah in aku kapan sih aku benarnya di mata kamu,"


"Yah kan..."


"Apa? Mau salah'in aku lagi? Iyh? Tuh kamu mah gitu Nay sama aku, kamu jahat," Ucap Ardan dengan mata berkaca-kaca.


"good he started crying," Ucap batin Naira.


"Bukan gitu,,," Naira bingung bagaimana harus menjelaskannya.


"Terus gimana? Kamu mau salah in aku lagi kan?" Naira menghela napasnya.


"Bukan, itu murni kesalahan aku, aku yang lupa, udah yah jangan nangis lagi," Ardan mengangguk patuh.


"Lebih baik aku mengalah dari pada anak orang nangis beneran repot ntar,"


"Aku mau pulang dulu yah, kamu cepat sembuhnya, kamu gak boleh asal makan, jangan sampai telat makan, terus satu lagi jangan susah minum obatnya, biar cepet sembuh," Ucap Naira panjang lebar.


"Kamu disini dulu aja yah, nanti pulangnya aku antar, tapi disini dulu aja,"


"Nggak aku pulang sendiri lagian kamu masih pusing kan?"


"Nggak kok udah nggak pusing, aku antar yah tapi nanti pulangnya,"


"Arrr,"


"Iya, tapi,,,"

__ADS_1


"Apa?"


"Kamu diantar supir oke?" Naira mengangguk tanda mengiyakan.


.


.


.


.


Sudah hampir satu bulan Naira dan Ardan bersatu kembali, hari ini adalah hari weekend dan Ardan berencana mengajak Naira untuk lari pagi, Ardan sudah siap dengan mobilnya, karena jarak rumah Naira dan Ardan cukup jauh dan tidak memungkinkan jika ia memakai sepeda.


Ardan telah sampai dirumah Naira, ia turun dari mobilnya dan mengetuk pintu,


Tok tok tok


Suara ketukan pintu.


"Assalamualaikum, naaiiiiiiraaaaa, main yuk,"


"Naayyyyraaaaa, kiitaa main jungkat-jungkit yuk," Ardan memanggil Nayra seperti anak kecil mengajaknya bermain.


Tak berselang lama pintu dibuka menampilkan wanita paruh baya, siapa lagi kalo bukan Bi Siti.


"Wa'alaikumsalam, ekh Ardan mau ajak main Nayra yah," Ucap Bi Siti sambil terkekeh,


"Hehehe, iyah tante mau ajak main," Ardan dibuat malu sendiri oleh kelakuannya.


"Duduk Arr, kamu mau dibikinin minum apa?"


"Nggak usah Tante, nanti ngerepotin,"


"Oke teh manis, sebentar Bibi bikinin yh," Ardan dibuat melongo oleh tingkah Bi Siti.


"Nayyyy ada Ardan," Teriak bi Siti sambil melangkah pergi ke dapur.


.


.


.


Sedangkan Naira dikamarnya masih bergelut manja dengan alam mimpinya. Naira terbangun ketika suara teriakan yang melengking berasal dari mulut Bibinya.


"Nayyyy ada Ardan,"


"Iya sebentar, Nai cuci muka dulu,"


"Naira turun dari tempat tidur nya dan melangkah menuju kamar mandi, seperti kamar mandi kebanyakan, dirumah Naira hanya ada satu kamar mandi.

__ADS_1


Setelah mencuci muka dan merapikan sedikit rambut yang berantakan (Harus rapi yah kan mau ketemu doi, jangan kaya pembaca yang jomblo) Naira turun menemui Ardan.


"Loh kamu ngapain pagi pagi disini, mau minta sarapan? Belum masak aku," Ucap Naira asal sambil duduk disebelah Ardan.


"Kamu tuh Soudzoun aja jadi orang siapa juga yang mau minta sarapan, buat apa dirumah ada pembantu kalo minta makan disini,"


"CK sombongnya kumat," Gumam Naira.


"Terus mau ngapain?"


"Mau ajak kamu lari pagi,"


"Nggak akh males kalo, mending tidur mumpung libur kerja,"


"Kamu gak mau gitu kaya cewek-cewek yang diluar body nya bagus kek gitar spanyol,"


"Ouh maksud kamu aku gendut gitu? Kamu mau cari cewek yang semok gitu yang montok gitu, yang kaya gitar spanyol iyah?!" Ucap Naira nyolot.


"Nggg,, bukan gitu maksudnya," Ardan bingung sendiri,


"Terus kaya gimna kalo bukan kaya gitu?"


"Kamu lagi Palang Merah yah?"


"Iyah kenapa?!" Ucap Naira masih nyolot.


"Pantesan gue nanya Bae Bae salah terus," Gumam Ardan.


"Apa kamu ngomong apa, aku salah?!"


"Nggak kamu mah gak pernah salah aku yang salah,"


"Terus kamu ngajak aku lari pagi buat apa?"


"Aku tadi niatnya ngajak kamu lari pagi itu pengen berduaan gitu," Ucap Ardan, mending cari aman katanya dari pada di amuk macan betina.


"Ouhh gitu ngomong dong, ya udah aku siap-siap dulu," Ucap Naira dan melenggang pergi, kemudian berbalik lagi dan


Cup


Naira mengecup pipi Ardan.


Ardan dibuat menegang ditempatnya.


.


.


.


.

__ADS_1


**Jangan lupa vote comen dan like nya ditunggu.


Gimna gimna prat ini makin gaje yh? maaf yah gak ada referensi bener, mana update lama yh, sekalinya update ekh pratnya gaje, soalnya gak referensi, kalo merasa kurang puas komen aja, gapapa biar aku juga bisa memperbaiki tulisannya, salam hangat untuk engkau yang jauh disana eakkk nggak deh salam hangat buat kaum jomblo, gimna gak jomblo tiap hari rebahan yh gk? gpp sama kok kaya aku, ya udah deh kayanya aku terlalu banyak, pokoknya see you buat pembaca setia makasih yang selalu kasih likenya juga votenya pokoknya terimakasih banyak. see you all😊**


__ADS_2