Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#35


__ADS_3

Hari ini adalah kepulangan Ardan dari dinasnya (eakkk dinass yahh bukann dimass) setelah dua minggu lebih dua melakukan perjalan binis ke new York, kini ia merindukan kekasihnya.. Ardan melajukan mobilnya menuju rumah Naira, eitsss jangan salah sebelumnya dia sudah kembali ke rumahnya dan mengganti baju, ya kali mau ketemu mba pacar bau asem kan malu.


Setelah beberapa saat Ardan sampai di rumah Naira, lalu mengetuk pintu.


Tok tok tok


"assalamualaikum," ucap salam Ardan.


Tok tok tok


"Sebentar," ucap seseorang dari dalam rumah.


Ceklek


Suara pintu terbuka.


Menampilkan sesosok wanita paruh baya yang sudah rapih dengan baju pestanya, disusul dengan anak dan suaminya mereka memakai baju yang sama, tapi tunggu ada yang kurang dimana gadisnya? Ardan sedari tadi tidak melihat gadisnya yap Naira.


"Loh, Ar sudah pulang?" Tanya bibi.

__ADS_1


"Iya, tante tadi siang baru Ardan pulang," jawab Ardan sambil menyalimi tangan paman dan bibi.


"Tante udah rapi mau kemana? oh iya Nairanya mana tante?" Tanya Ardan kemudian.


"Mau ke nikahan, Naira di..,." belum sempat bibi menyelesaikan ucapannya Ardan sudah menyelanya.


"Maksudnya? Naira nikahan hari ini tante? sama si junaedi?" Tanya Ardan menggebu-gebu.


"Bukan bukan kamu...," ucapan bibi terhenti kembali, oleh ucapan Ardan.


"Dimana alamatnya tante?" Tanya Ardan lagi


"Di hotel Citra," ucap Paman yang sudah menahan tawanya sedari tadi.


Ardan langsung menuju ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dia tidak peduli lagi dengan umpatan dari pengendara lain, yang ada dalam pikirannya hanya satu Naira sudah menikah. Apakah ini yang dia bilang cuti untuk istirahat selama satu minggu dan tidak mau ikut dinas ke luar kota? Kecewa? tentu. Sakit? jangan di tanya ini sangat sakit (lebay, tapi Ardan sudah bucin).


"Arghhh, NGGAK BOLEH KAMU PUNYA AKU NAI, KAMU PUNYA AKU," teriak Ardan dan memukul mukul stir mobilnya, matanya mengkilat marah, napasnya memburu, dia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Disisi lain Naira, seorang gadis yang sedang di pikirkan oleh Ardan tengah bersenda gurau bersama adiknya dan kaka tirinya, dia lupa mengabari Ardan dari pagi hingga saat ini. Hingga tiba tiba dia dikejutkan oleh seseorang yang membentur secara paksa pintu di lobi hotel.

__ADS_1


Brak


Ardan muncul dengan wajah yang sangat sangat menyeramkan, tangannya terkepal kuat, kala meihat seseorang yang sedang dia cari sedang bersama seorang remaja perempuan dan si Bambang (kalo kata Ardan mah).


Ardan menghampiri mereka dengan muka yang merah padam, lalu menyeret Naira secara paksa, pesta yang semula riuh kini menjadi hening akibat ulah lelakinya, Naira sungguh malu, di depan banyak orang Ardan menyeretnya? Setelah keluar dari pintu ballroom hotel Naira menghempaskan tangan Ardan, lalu menatap laki-laki itu dengan tatapan garang.


"Kamu apa-apa sih? Seenaknya aja tarik tarik orang mana kenceng banget sakit liat pergelangan tangan aku," ucap Naira sambil menunjukkan pergelangan tangannya yang memerah.


"Kamu yang apa-apaan?!!! Jadi ini alasan kamu nggak mau ikut aku ke New York?!"


"Apa sih kamu datang datang marah marah, coba jelasin pelan pelan malu diliatin tamu yang baru datang," ucap Naira karna kini mereka menjadi pusat perhatian.


"Aku pikir kita sama sama berjuang tapi apa? Diem diem kamu terima perjodohan itu!! Inikan alasan kamu nggak mau ikut ke New York? Gara gara pernikahan sialan ini kan?" ucap Ardan menggebu gebu.


"Aku nggak ikut kamu karna aku siapin pernikahan...."


Makasih


Salam hangat dari intan** :)

__ADS_1


__ADS_2