Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#17


__ADS_3

"Mau minta tolong apa mah?" Naira.


"Mamah mau kamu menerima perjodohan dari teman mamah" ucap Lina.


"Kenapa harus Naira mah?" ucap Naira.


"Karena mamah tidak mungkin menjodohkan adik kamu yang baru saja berumur tujuh belas tahun dan Kaka kamu juga sudah punya calon, dan tidak mungkin bagi kaka kamu untuk menikah dengan teman mamah karena anak teman mamah itu laki-laki" ucap Lina panjang lebar.


"Maaf mah Naira nolak, Naira gak mau menikah dengan orang yang bahkan Naira aja gak tau orangnya kaya gimana" ucap Naira masih dengan kata-kata lembut.


"Kalo udah ketemu pasti nanti jiga tau, soal sifat kamu tenang aja dia baik ko, dan yang terpenting dia kaya dan bermartabat" ucap Lina meyakinkan.


"Maaf mah Naira tetap gak mau" ucap Naira.


Lina yang memiliki sifat emosional merasa dirinya terpancing emosi karena perkataan Naira.

__ADS_1


"Kenapa kamu selalu membantah mamah Nai" ucap Lina dengan suara tinggi.


"Karena permintaan mamah itu gak masuk akal mah. Naira bisa aja nurutin semua apa kata mamah, kecuali ini mah ini gak masuk akal" ucap Naira.


"Kamu itu harusnya tau diri Nai, Jika tidak saya yang mau melahirkan kamu kamu gak bakal ada di dunia ini, anggap kamu membalas jasa saya karena saya mau melahirkan anak seperti kamu yang selalu menentang saya" ucap Lina.


Bagai di tusuk ribuan jarum sakit, itulah yang Naira rasakan. Air matanya sudah tak dapat ia bendung lagi, semua tumpah membanjiri pipi mulusnya.


"Kenapa mamah lahirin Naira ke dunia jika mamah sendiri gak mau Naira lahir ke dunia ini? Kenapa Mamah gak gugurin?" ucap Naira dengan nada bicara naik satu oktaf.


"Sayang Mamah bilang sayang? Sayang seperti apa mah yang tega ninggalin anaknya dengan Paman dan bibinya? Bahkan waktu Mamah masih sama Ayah, Mamah gak pernah ada waktu mah untuk keluarga Mamah sendiri. Yang ada di pikiran mamah itu cuman uang uang dan uang gak ada yang lain mamah kira dengan uang kita bisa hidup bahagia? Nggak Mah, Mamah berpikir dengan uang semua orang akan menghormati kita, dan mamah pikir dengan uang kita bisa mendapatkan apa yang kita mau? Iya kan mah itu kan yang Mamah pikirin. Dan satu lagi waktu Mamah selingkuh sama om Naira tau mah, sebelum Ayah tau, Naira udah tau duluan dan yang Naira tau Mamah yang duluan selingkuh sebelum Ayah. Mungkin karena Ayah sudah terlanjur sakit hati Ayah pun seperti Mamah, tapi mamah tau walau Ayah seperti itu Ayah tidak pernah egois Ayah tetep perhatian sama Naira sedangkan Mamah? Gak ada" Naira mengeluarkan semua uneg-uneg yang dia pendam.


"Kamu itu dulu masih kecil kamu gak tau apa-apa" ucap Lina.


"Iya Naira emang masih kecil tapi setelah Naira dewasa Naira tau mana yang salah sama mana yang benar" ucap Naira.

__ADS_1


"Kamu... itu emang gak tau di untung" ucap Lina sambil menunjuk Naira.


"Iya Mamah bener Naira emang gak tau diuntung" ucap Naira.


"Maaf sekali lagi Naira gak bisa nerima perjodohan itu, permisi" ucap Naira lalu beranjak pergi berlari kearah kamarnya.


.


.


.


Wajib Like, Comen, Vote, kasih rate bintang lima!


Ingat wajib ya!!😊

__ADS_1


__ADS_2