
Ruangan Ardan
Ardan meluapkan emosi pada barang-barang yang ada di hadapannya sekarang ruangan yang semula rapi dan tertata kini sudah tidak beraturan seperti kapal pecah.
"Apa sebegitu menyakitkan untukmu memaafkan ku kembali? Kenapa Nai kenapa? arghh...,"
"Aku bilang bukan aku Nai bukan aku yang melakukannya, tapi kamu gak percaya sama aku dan kamu malah pergi jauhin aku,kamu tau seberapa besar aku mencintaimu? Aku tau aku udah kecewain kamu tapi apa gak ada kesempatan kedua bahkan untuk menjelaskan saja begitu sulit" Ucap Ardan terduduk lesu.
Ardan membuka dompetnya dan mengeluarkan potonya bersama dengan Naira.
Flashback on
"Ardan" Panggil wanita yang ada di hadapannya.
"ia ada apa,hmm?" Jawab Ardan mengalihkan pandangannya dari benda pipih mengahadap ke arah kekasihnya.
"Poto yu" Kata wanita yang berstatus kekasihnya itu.
"Gak ah, males" Jawab Ardan.
"Ayo lah biar kaya pasangan lain yang punya poto berdua" Tambah kekasihnya itu.
"Tapi ada syaratnya..." Jawab Ardan diiringi senyum liciknya.
"Apa? Tapi jangan yang aneh aneh ya syaratnya" Jawab kekasihnya.
"Iya, syaratnya ini ni" Sambil menunjuk bibirnya.
"Yeeh... itu mah maunya kamu, kalo kamu gak mau ya udah gak usah aku bisa ko poto sama cowok yang lebih ganteng dari kamu masih banyak kali" Jawab kekasihnya dengan nada mencibir.
"Ehh... awas aja ya kalo kamu berani poto sama cowok lain selain aku" Kata Ardan Over Protektif.
"Iya...makannya ayo poto dari pada aku poto sama mas mas yang ada di sana" Jawab kekasihnya itu sambil menunjuk ke arah mas mas yang sedang bernyanyi.
"Ngomong aja kamu ngefans sama aku, makannya kamu maksa poto sama aku" Jawab Ardan.
__ADS_1
"Kayanya kamu harus ke rumah sakit deh" Ucap kekasihnya itu.
"Emang kenapa aku harus ke rumah sakit? Perasaan aku nggak sakit aku sehat ko?" jawab Ardan.
"Kamu ke rumah sakit bukan buat periksa kamu sehat apa nggak tapi periksa kenarsisan kamu!!" Jawab kekasihnya itu.
"Lah emang bener ko aku ganteng ya kan coba aja kalo aku gak ganteng pasti kamu gak bakal mau sama aku" Jawab Ardan bangga.
"Kata siapa?" Ucap kekasihnya.
"Kata aku kamu gak denger?"Ucap Ardan.
"Ooh kata kamu... kirain aku kamu kata..." Ucap kekasihnya menggantung membuat Ardan bingung.
"Kata siapa?" Tanya Ardan yang mulai kebingungan.
"Beneran mau tau?" Tanya kekasihnya.
" Iya lah cepet gak!!" Jawab Ardan mulai geram.
"Ok ok aku kasih tau tapi kamu gak boleh marah ya" Ucap kekasihnya sambil menahan tawanya.
"Iya... ia... bentar aku ketawa dulu, haaa....haaa... haaa..." Ucap kekasihnya diiringi tawa menggelar
"Cepet Naira gak lucu tau" Ucap Ardan ya kekasih Ardan Naira.
"Iya... ia...,kirain aku kamu kata rumput yang bergoyang, gimana ya kalo kamu beneran nanya sama rumput yang bergoyang pasti lucu terus disangkanya gila masa ganteng ganteng gila,lucu kali ya haaa...haa.." Jawab Naira.
"Hmmm... lucu" Terus aja ketawa terus sampe kamu puas"Ucap Ardan.
"Loh kamu ko marah sih kan udah janji gak bakal marah kalo aku kasih tau" Ucap Naira.
"Iya udah deh aku minta maaf" Tambahnya lagi.
"Hmm" Jawab Ardan.
__ADS_1
"Kamu maafin aku?" Tanya nya polos.
"Hmm" Jawab Ardan.
"Kamu itu masih marah atau udah maafin aku sih aku bingung tau dari tadi kamu cuman bilang hmm hmm doank" Ucap Naira.
Demi apa pun Ardan ingin sekali tertawa tapi dia tahan.
"Sayang jangan marah lagi ok" Kata Naira dengan kata kata andalannya.
"Coba ngomong satu kali lagi aku mau denger tadi kurang jelas" Ucap Ardan.
"Ardan sayang sayang sayang" Ucap Naira.
"Iya aku maafin" Ucap Ardan.
"Ya udah ayo kita poto" Tambah Ardan lagi.
"Dari tadi ke jadikan gak usah ada cara ngambek ngambekan lah" Gerutu Naira yang masih bisa di dengar oleh Ardan.
"kamu ngomong apa?"Tanya Ardan pura-pura gak dengar.
"Ooh gak ko kamu salah denger kali,ya udah yu kita poto" Jawab Naira.
"Mas mas bisa minta tolong gak tolong potoin ya" Ucap Naira kepada mas mas yang lewat.
"Iya Mbak" Ucap masnya.
"Ok tiga dua satu... " Ucap Masnya.
Ckerk
Suara kamera.
"Makasih ya Mas" Ucap Naira dengan senyuman manis.
__ADS_1
"Iya sama sama Mbak" Jawab Mas Masnya.
Flashback off