
**Kantor
Naira baru saja turun dari ojol yang dia pesan tadi sebelum berangkat kekantor. Dia masuk kedalam kantor dan disapa hangat oleh semua karyawan yang memang sudah mengenalnya.
"Pagi, sekretaris Naira" Sapa resepsionis.
"Pagi" Jawabanya yang diiringi senyum manis siapa saja yang melihat senyuman itu pasti akan masuk kedalam pesonanya.
"Apa pak Adit sudah datang?" Tanya nya ramah terhadap resepsionis.
"Sudah mba" Jawab resepsionis.
"Apa mba tau ternyata yang menggantikan Pak Adit itu benar anaknya, ya ampun mba anaknya guantengnya menta ampun" Tambah resepsionis itu lagi dengan gaya dramatisnya.
"Sudahlah jika kalian masih ingin bekerja di perusahaan ini jangan bicara yang tidak tidak, cukup bekerja dengan benar!! bagaimana jika si Bos mendengar bila anaknya menjadi tranding topik kalian akan langsung out dari perusahaan ini" Jawab Naira.
"Alah, mba Naira mah gak bisa di ajak kompromi, tapi benar juga ya gimana klo Pak Bos dengar tamatlah riwayat kita" Jawabnya lagi.
Naira hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena merasa lucu dengan resepsionis di depannya.
"Baiklah kalian teruskan bekerjanya aku akan ke ruanganku dulu" Pamit Naira.
"Iya ,baiklah selamat bekerja dengan bos baru, awas kecantol lagi hatinya" Ucap resepsionis itu lagi.
"ia ia terserah kalian saja, baiklah aku pamit bye~" Pamit Naira sambil berjalan keruanganya.
Sesampainya di ruangan Naira membuka komputer di depannya untuk melihat jadwal rapat atasannya.
"Sepertinya hari ini kosong" Gumam Naira
Tidak lama setelah itu telpon yang berada di atas meja berdering.
***Kring kring**
Suara telpon berdering*.
"Selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu" Sapa Naira.
"Iya, Nai tolong kamu keruangan saya sekarang!" Perintah atasan Naira.
"Baik Tuan" Jawab Naira.
Sambungan telpon terputus Naira berdiri dari kursinya dan keluar dari ruangannya menuju ruangan bosnya.
__ADS_1
***Tok tok tok**
Suara ketukan pintu*.
"masuk" Suara orang yang ada didalam ruangan.
Setelah mendengar sahutan dari dalam Naira pun masuk kedalam ruangan atasannya itu disana sudah ada pria paruh baya dan pria yang umurnya masih muda sekitar 28 tahunan.
"Semat pagi Tuan Aditya" Sapa Naira dengan senyum manisnya.
"Pagi, Nai" Jawab Adit kepada Naira sambil membalas senyuman bawahannya itu.
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya Naira.
"Tidak saya hanya ingin bertanya apa semua sudah berkumpul?" Tanya Adit.
"Sudah Tuan" Jawab Naira.
"Baiklah, ooh iya saya sampai lupa kenalkan laki laki-laki yang ada di hadapan saya dia adalah putra saya yang akan meneruskan perusahaan saya yang ada disini" Lanjut Adit memperkenalkan anak pertamanya.
Naira belum melihat wajah laki-laki yang ada dihadapan tuannya itu karena posisinya membelakanginya.
"Ah iya selamat pagi tuan muda" Sapa Naira ramah walau belum melihat wajahnya.
"Ardan dia yang akan menjadi sekretaris mu mulai saat ini dan Naira Ardan yang akan menjadi atasan mu semoga kalian bisa bekerja sama ya!" Kata Adit.
Seketika itu juga wajah Naira menunduk lesu bagai bunga yang tidak disirami.
"Baik Ayah dengan senang hati" Jawab Ardan yang membuat mata naira membulat sempurna.
"Baiklah ayo sekarang kita harus memperkenalkan CEO baru kita" Titah adit.
Mereka semua menuju ruangan yang sudah dipenuhi oleh karyawan kantor.
Adit pun memperkenalkan Ardan sebagai anaknya sekaligus yang akan menggantikannya.
Setelah selsai mereka kembali ketempa masing-masing untuk meneruskan pekerjaan mereka. Begitupun dengan Adit, Ardan, dan Naira.
"Naira" Panggil Adit kepada sekertarisnya itu.
"Iya Tuan ada yang bisa saya bantu" Tanya Naira.
"Iya, tolong kamu tunjukan ruangan Ardan dan tunjukan semua ruangan yang ada di kantor ini agar dia mengetahui semua menajemen apa saja yang ada di kantor ini" Jelas Adit panjang lebar.
__ADS_1
"Baik Tuan" Jawab Naira dengan nada terpaksa.
Sedangkan laki-laki yang ada di samping ayahnya itu hanya tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah saya ada urusan, saya pamit duluan ya, Naira saya percayakan kepadamu"lanjut Adit.
"baik tuan"Jawab Naira.
"Nak, Ayah pulang terlebih dahulu ya" pamit Adit pada anaknya itu.
Setelah Adit menghilang dari hadapan mereka Naira langsung berjalan mendahului pria yang ada di depannya.
"Tuan muda apa kau tidak ingin mengetahui ruangan anda ada dimana?" Tanya Naira dengan sedikit ketus sambil terus berjalan.
"Apa kau bisa berjalan seperti biasa tidak perlu secepat ini?" Bukannya manjawab Ardan malah balik bertanya.
"Tidak !! karena aku ingin cepat menyelesaikan pekerjaan ku" Jawab Naira.
"Baiklah sekarang kita sudah sampai, ini ruangan Anda tuan" Kata Naira.
"Jika tidak ada keperluan lain lagi saya pamit undur diri" tambahnya lagi.
Ardan yang sedang melihat-lihat ruangannya pun seketika melihat Naira yang akan membuka kenop pintu untuk keluar dari ruangannya.
"Tunggu Nai ada yang ingin aku bicarakan kepadamu" Cegah Ardan menghentikan gerakan tangan Naira.
"Maaf tuan jika anda ingin membicarakan masalah pribadi maaf saya tidak bisa tapi jika anda butuh bantuan masalah pekerjaan anda bisa langsung hubungi saya, saya permisi" Jawab Naira.
Setelah keluar dari ruangan Ardan Naira menuju ke toilet.
Di Dalam Toilet
"Kenapa dia harus ada lagi kenapa setelah susah payah aku melupakannya dia datang menjadi atasan ku apa yang kau rencakan tuhan, sungguh aku tak sanggup untuk sakit lagi" Di dalam toilet Naira menangis pilu.
.
.
.
Halo masih kaka yang udah mau mampir jangan lupa buat vote like comen
dan mohon maaf kalo banyak typo karena aku juga masih pemula jadi klo ada typo tolong di komentar aja insyaallah nanti di perbaiki
__ADS_1