Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#8


__ADS_3

Kediaman Ardan


Sesampainya Ardan di kamar dia langsung membersihkan diri. Setelah selesai mandi, Ardan duduk di pinggir ranjang.


Ardan masih memikirkan bagaimana caranya mendapatkan maaf dari Naira.


"Aduh gimana coba caranya ngedeketin Naira, jangankan buat deket kaya waktu itu, tadi aja di ajak makan sama pulang bareng nolak" Ucapnya sambil berdiri.


"Kalo kaya gini terus gimana caranya buat dapetin maafnya coba" Lanjut Ardan sambil mondar-mandir, hingga suara ketukan pintu mengalihkan atensinya.


***Tok tok tok**


Suara ketukan pintu*.


"Masuk aja gak di kunci" Ucap Ardan tanpa tau siapa yang datang.


***Krek**


Suara pintu di buka*.


Terlihat dua orang pemuda yang baru saja masuk ke kamar Ardan.


"Hai bro! Apa kabar?" Sapanya mereka.


"Wa'alaikumsalam" Ucap Ardan.


"Eh iya lupa, Assalamualikum" Ucapnya dengan senyum Pepsodent.


"Wa'alaikumsalam" Ucap Ardan.


Ardan berjalan kearah sofa yang ada di kamarnya, diikuti oleh kedua laki-laki yang tak lain sahabatnya dari kecil.


"Ngapain kalian kesini?" Ucap Ardan.


"Emang gak boleh ya kalo kita mau mengunjungi teman kita yang baru balik ini, ya gak Riz" Ucap pemuda satunya kepada Rizky.


"Iya bener tuh kata si Faris" Ucap Rizky.


"Oh" Ucap Ardan acuh.


"Yeh Bambang, orang lagi ngomong malah di kacangin" Ucap Faris geram.

__ADS_1


"Lagian gua itu cape markonah" Jawab Ardan.


"Eh... lu kalo ngomong ya suka seenak jidat lu aja, gini-gini gua ni cowo laten" Ucap Faris tak terima.


"Iya iya terserah lu dah Maisaroh" Ucap Ardan dengan kekehannya.


"Udah udah, kalian tau gak kalian itu udah kaya bocah, ngedebatin yang gak penting" Ucap Rizky sudah mulai kesal dengan ocehan mereka berdua.


"Ngomong-ngomong ni ya lu kan gantiin bokap lu kan di perusahaan?" Tanya Rizky.


"Iya, kenapa emang?" Tanya Ardan.


"Lu berarti ketemu Naira?" Tanya Faris.


"Iya" Jawab Ardan.


"Waah gua baru tau kalo Naira kerja di perusahaan bokap lu, tapi kenapa dia mau kerja di perusahaan bokap lu?" Ucap Rizky.


"Karena dia gak tau kalo perusahaan yang mempekerjakan dia itu perusahaan bokap gw" Ucap Ardan.


"Tapi ngomong-ngomong soal Naira, nih ya gw kasih tau kemaren dia pilih pilih baju pengantin di butik nyokap gw" Ucap Faris.


"Sama cowok?" Tanya Ardan.


"Ooh" Jawab Ardan, belum ngeh.


Dua orang pemuda yang duduk di hadapan Ardan tercengang mendengar jawaban Ardan.


"Eh, bentar lu bilang tadi dia milih pakaian pengantin sama cowok" Ucap Ardan yang baru ngeh.


"Apa jangan-jangan dia mau nikah, terus gw gimana?" Ucap Ardan frustasi.


"Tapi nih ya dia itu emang cocok tau sama cowok itu" Ucap Faris dengan wajah polosnya.


"Lu tuh di tim hore mana sih? Gua apa musuh gua?" Ucap Ardan geram.


"Ya tim lu lah" Ucap Faris.


"Kalo tim gua kenapa lu bilang dia cocok sama cowok itu?" Ucap Ardan.


"Gua kan cuman mengutarakan pendapat gua, kenapa lu marah-marah? Aneh lu mah dari dulu sukanya marah marah" Ucap Faris

__ADS_1


Demi apapun Ardan ingin sekali mencekik laki laki yang ada di hadapannya.


"Astaghfirullah, sabar sabar" Ucap Ardan mengelus dadanya.


"Lu kenapa, sakit hati ya gara gara di tinggal nikah sama Naira?" Ucap Faris polos.


Jleb


Ucapan Faris sangat menohok Ardan.


"Apa katanya tadi di tinggal nikah" Ucap batin Ardan mulai emosi.


Rizky yang mendengar ucapan Faris menahan tawanya.


"Di-ting-gal ni-kah" Ucap Rizky mengulang perkataan Faria dengan terlambat lambat.


"Diem gak lu" Ucap Ardan dengan wajah sudah memerah karena emosi.


Rizky sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Ha... haa...ha" Tawa Rizky pecah.


"Diem gak lu kalo gak diem gua timpa lu" Ucap Ardan emosi.


"Ok ok gua diem" Ucap Rizky.


"Kalian kenapa sih?" Ucap Faris.


"KEPO" Ucap Ardan dan Rizky bersamaan, Faris yang mendengar ucapan yang sama dari kedua temannya itu hanya mengerucutkan bibirnya.


"Wah, udah malem nih gua cabut ya" Ucap Rizky.


"Ya udah deh gua juga cabut aja" Ucap Faris mengikuti.


"Iya sana deh sekalian pergi yang jauh" Ucap Ardan.


"Iya, Assalamualaikum" Ucap Rizky.


"Wa'alaikumsalam" Jawab Ardan.


"Apa bener ya kalo Naira bakal nikah" Ucap Ardan frustasi.

__ADS_1


"Kamu gak boleh nikah sama orang lain kamu cuman buat aku Nai pokoknya aku gak rela" Tambahnya lagi.


__ADS_2