Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#4


__ADS_3

Setelah merasa lebih baik Naira keluar dari dalam toilet menuju ke ruangannya. Setelah sampai di depan ruangannya dia mendengar teriakan tuannya.


"Kenapa dia teriak teriak? Apa ada sesuatu?" Ucapnya dalam hati bertanya-tanya.


Karena penasaran Naira mengetuk pintu ruangan CEO. Tapi tidak ada jawaban dari dalam. Karena rasa khawatirnya dia memberanikan diri membuka pintu ruangan tuannya.


Krek


Suara pintu dibuka.


Ardan mendongakkan wajahnya. Bersamaan dengan Naira membuka pintu.


"Astaga apa kau berniat menghancurkan perusahaan menjadi rata dengan tanah?" Tanya Naira ketika melihat ruangan yang semula rapi dan tertata kini tak beraturan seperti kapal pecah.


"Tidak." Jawab Ardan sambil memasukkan poto yang tadi ia pegang ke dompetnya lagi.


"Jika tidak kenapa kau merusak semua barang-barang yang ada disini. Sudahlah lupakan aku akan menyuruh cleaning servis untuk membereskannya." Ucap Naira.


"Hmm." Ardan berdehem untuk menetralkan dirinya.


"Apa kamu akan makan siang?" Tanya Ardan kepada Naira yang sedang sibuk dengan benda pipih di genggamannya.


"Apa sekarang sudah masuk jam makan siang?" Tanya Naira sambil melihat jam yang melekat di pergelangan tangannya.


"Astaga aku sampai lupa waktu ternyata ini sudah pukul setengah satu siang." Tambahnya lagi.


Ardan hanya tersenyum kecil.


"Apa kau mau makan siang bersama?" Tanya Ardan.


"Ahh... Maaf sekali tuan bukan saya menolak hanya saja saya sudah punya janji maaf sekali lagi tuan." Jawab Naira.


"Nanti sekitar sepuluh menit lagi akan ada OB yang akan membereskan kekacauan ini, apa ada keperluan lain lagi tuan? Jika tidak ada keperluan lain saya permisi." Lanjutnya lagi.

__ADS_1


Naira keluar dari ruangan atasannya.


Ardan tersenyum kecut melihat punggung Naira yang menghilang di balik pintu.


"Apa kau sebegitu benci denganku Nai, sampai aku ajak makan siang saja kau menolak" Ucap Ardan dengan tersenyu.m getir.


"Sudahlah yang terpenting sekarang aku mendapatkan maafnya dulu." Tambahnya lagi menyemangati dirinya sendiri.


Naira sudah ada di lobi kantor, dengan tergesa-gesa karena dia sudah terlambat.


"Astaga kenapa aku bisa sampai kebablasan di toilet apa aku segitu lamanya ya di toilet." Gumamnya sambil memesan ojol.


Naira sudah sampai ditempat yang dia membuat janji dengan sahabatnya. Dia masuk ke dalam kafe lalu mencari meja yang telah ditempati oleh kedua sahabatnya. Setelah menemukan meja yang di tempati oleh sahabatnya dia langsung menghampiri kedua sahabatnya itu.


"Hai maaf aku sedikit terlambat." Ucap Naira sedikit tak enak hati.


"Hmm sedikit ya kurang banyak itu baru juga setengah jam kita nunggunya ya gak mel." Ucap Ayu sahabatnya.


"Ya maaf tadi gue.... Gue banyak pekerjaan ya banyak pekerjaan di kantor." Ucapnya gugup.


"kalian udah pesen?" Tanya Naira.


"Udah tadi bentar lagi kali." Ucap Ayu.


"Bye the way, katanya di kantor lo hari ini pengangkatan Presdir baru." Ucap Ayu.


"Iya." Ucap Naira.


"Cewek apa Cowok?" Tanya Lila


"Cowok." Ucap Naira.


"Ganteng gak?" Tanya Ayu lagi menimpali.

__ADS_1


"B aja masih gantengan oppa oppa Korea gue" Ucap Naira diiringi cengirannya.


"Yeee.... Markonah, orang nanya serius lo jawab candaan." Ucap Ayu.


"Lagian ngapain sih kalian kepo banget?" Tanya Naira.


"Kita kan cmn pengen tau aja." Ucap Lila


"Oooh." Jawab Naira ber oh ria.


Percakapan mereka terhenti ketika makanan yang mereka pesan sudah datang.


"Maaf mba permisi." Ucap pelayan.


"Iya mba makasih ya." Ucap mereka bersamaan.


Mereka makan diiringi dengan canda dan tawa. Setelah makanan yang mereka pesan sudah habis mereka kembali ke kantor masing masing.


*Di kantor Ardan


Ardan memesan makan siangnya lewat aplikasi ojol. Setelah makan siang Ardan melanjutkan melihat lihat setiap sudut ruangan yang ada di perusahaan milik ayahnya walau nanti akan menjadi perusahaan miliknya.


"Selamat siang Presdir." Ucap karyawan yang berpapasan dengan Ardan.


Ardan hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman nya.


Setelah puas melihat-lihat Ardan kembali keruanganya. Sebelum dia membuka pintu Ardan menyempatkan melihat ruangan sekretarisnya itu ternyata Naira masih belum kembali.


.


.


.

__ADS_1


.


Makasih buat kaka yang udah mampir, Maaf kalo masih banyak typo, tolong di koreksi aja nanti insyaallah diperbaiki, karena Intan juga masih pemula masih sama sama belajar. Jangan lupa like, comen, vote, dan kasih rate ya 😊😊😊


__ADS_2