Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#20


__ADS_3

Kediaman Naira


Naira masih terduduk lesu menyenderkan kepalanya ke pintu kamar. Sedangkan di luar kamar tepatnya di ruang tamu, Paman dan Bibi merasa lega karena Lina sudah pulang.


Ardi yang baru pulang kuliah, merasa bingung dengan hawa yang mencekam di dalam rumah.


"Assalamualaikum" ucap Ardi.


"Wa'alaikumsalam" jawab Paman dan Bibi.


"Ka Naira udah pulang belum mah?" tanya Ardi memecahkan keheningan.


"Ada di kamarnya" ucap Bibi.


"Ouh, ya sudah aku masuk kamar dulu" ucap Ardi, yang hanya di balas anggukan oleh Paman dan Bibi.


Di dalam kamar


Naira menangis hingga lelah dan tanpa sadar dia ketiduran. Naira terbangun karena merasa pegal, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, walaupun sudah larut malam tapi Naira tetap akan mandi.


Setelah membersihkan diri Naira naik ke tempat tidur lalu merebahkan diri di kasur, karena lelah sudah menangis tak perlu waktu lama untuk Naira tertidur.


.


.


.


Keesokan harinya, Naira terbangun dengan keadaan mata yang sembab, dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri Naira pergi ke ruang makan, dia mencoba untuk tersenyum dan menyapa semua orang.

__ADS_1


"Selamat pagi" ucap Naira dengan tersenyum yang dipaksakan.


"Pagi" ucap semua orang termasuk Paman dan Bibi, yang merasa iba pada keponakannya


"Naira, kamu mau pergi kerja? kenapa gak libur dulu aja" ucap Bibi dengan tersenyum tulus.


"Naira gak enak Bi, bulan lalu Naira kan udah ijin masa sekarang ijin lagi" ucap Naira, sambil menyuapkan suapan pertamanya.


"Baiklah terserah padamu" ucap Bibi. Naira hanya membalasnya perkataan bibinya dengan senyum yang manis.


Selesai makan Naira langsung pergi ke kantor, dengan langkah yang anggun Naira memasuki lift untuk karyawan. Setelah memasuki ruangan nya Naira melihat schedule atasannya.


Ketika sedang fokus pada schedule nya, tiba-tiba Naira....


Braak


Suara meja yang di gebrak


Naira yang refleks menegang dadanya, sambil mengusap-usap melihat kearah seseorang yang sudah mengagetkan nya.


"Maaf.... Maaf, jangan marah ok" ucap Ardan.


"Lagian kamu ngapain fokus banget, sampai aku lewat aja kamu gak liat" ucap Ardan sambil duduk di hadapan Naira.


"Bapak Ardan yang terhormat anda tau ini dimana?" ucap Naira dengan senyum yang di paksakan.


"Tau ini di kantor" ucap Ardan.


"Kalo di kantor itu kita harus kerja dengan fokus biar gak...." belum sempat Naira menyelesaikan ucapannya Ardan sudah menyela nya.


"Mata kamu kenapa ko bengkak? Kamu semalem nangis? Nangis kenapa?" pertanyaan ardan yang begitu bertubi-tubi membuat Naira pening, tapi tak kunjung dia jawab.

__ADS_1


"Aku itu.... emm... itu nonton drakor iya drakor filmnya sedih ja... ja... jadi aku nangis gitu" ucap Naira gugup.


"Kenapa kamu gugup?" tanya Ardan.


"Ng... Nggak siapa yang gugup" ucap Naira mencoba untuk mengelak. Tapi Ardan tidak dapat di Bohongi baginya pacaran tiga tahun dengan Naira sedah cukup untuk mengenalnya dengan baik.


"Ouh iya... emm... hari ini anda ada rapat dengan perusahaan A pukul 09:00" ucap Naira mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Hmm" Ardan hanya membalas dengan deheman.


"Lebih baik sekarang anda ke ruangan anda, pasti anda lagi banyak kerjaan ya kan?" ucap Naira.


"Kamu ngusir aku?" tanya Ardan dengan menatap tajam Naira.


Naira menelan Saliva nya dengan susah payah, melihat tatapan tajam Ardan yang bagaikan elang.


"Bu... Bu... Bukan begitu, ta... ta... tapi...." Belum sempat Naira menyelesaikan ucapannya Ardan sudah menyela nya lagi.


"Ya... ya.... terserah padamu, aku pergi ke ruangan ku dulu" ucap Ardan.


.


.


.


.


**Maaf ya Intan baru up, soalnya kemaren sibuk ada sodara yang lagi meninggal mohon doanya ya.


Maaf juga kalo banyak kata-kata yang typo, soalnya intan gak revesi ini juga nyempetin pulang dari kampung buat up. insyaallah besok di revisi, sekarang intannya mau istirahat dulu.

__ADS_1


Jangan lupa buat like, comen, vote, kasih rate bintang lima.


ingat wajin loh**!!


__ADS_2