Mantanku Presdirku

Mantanku Presdirku
#23


__ADS_3

Naira sungguh terharu, tanpa sadar dia meneteskan air mata bahagia nya. Ketika Naira akan menjawab tiba-tiba, seorang wanita langsung menampar pipi mulus Naira.


"Dasar wanita murahan, gak tau diri, udah rebut pacar orang seenaknya, dan kamu Ardan..." wanita itu menunjuk kepada Naira lalu mengalihkan pandangannya pada Ardan.


"Setelah apa yang kamu lakuin ke aku kamu buang aku gitu aja?" ucap wanita itu memba*i bu*a.


"Stella" ucap Ardan lirih. Naira yang mendengar Ardan menyebut wanita itu seketika di buat bingung.


"Ardan kamu kenal sama dia?" tanya Naira.


"Emm..."


"Iya dia kenal sama gue dia itu laki-laki yang udah ngebuat gue hamil saat ini" ucap perempuan yang bernama Stella itu.


"Maksud kamu?" ucap Naira yang tidak mengerti.


"Maksud gue Ardan sama gue udah ngelakuin itu, ngerti lo, dan lo tau Ardan gak mau tanggung jawab sama gue gara-gara lo, dia takut lo tinggalin dia, lo ngerti kan? Lo itu sama gw sama sama perempuan pasti lo tau gimana rasanya di sia sia kan? Lo gak mungkin tega liat anak gw lahir tanpa seorang ayah" ucapan Stella membuat Naira tercengang.


Jedar


Bagai di sambar petir, Naira tidak menyangka Ardan melakukan itu.


Naira terduduk lemah di bawah, badannya seketika lemas, bagai tak bertulang. Dan air matanya jatuh membanjiri pipi mulusnya. Hatinya sakit, sakit bagai tertusuk ribuan jarum, sakit.


"Cukup hentikan Stella belum tentu itu anak gue, Lo tau bahkan gue aja gak tau apa bener gue lakuin itu ke lo" teriak Ardan.


"Nai, kamu harus percaya sama aku Nai, aku mohon kamu percaya sama aku, aku gak lakuin itu Nai, kamu percaya kan? Kamu gak mungkin ke hasut sama perempuan ini iya kan Nai? Jawab aku Nai, jawab" ucap Ardan yang sudah berjongkok di depan Naira dan mengguncangkan tubuhnya.


Naira menatap Ardan dengan berderai air mata, menatapnya penuh kepiluan, bahkan mungkin untuk melihat Ardan saja dirinya tak mampu terlalu dalam luka yang Ardan toreh kepada dirinya.


"Aku tanya sama kamu apa benar kamu lakuin itu?" tanya Naira.


"Aku gak tau Nai" ucap Ardan lemah.

__ADS_1


"Tapi kamu harus percaya sama aku Nai" tambahnya lagi.


"Udah berapa lama kamu khianatin aku? Udah berapa lama kamu berhubungan dengan wanita ini Ardan? Jawab aku Ardan" Naira berteriak dengan air mata terus mengalir.


Sedangkan Stella hanya tersenyum miring.


"Lima bulan" ucap Ardan semakin lemah.


"Lima bulan, dan aku gak tau itu, kamu pandai Ardan, kamu pandai menyimpan rahasia, aku kecewa sama kamu aku sungguh-sungguh kecewa" Naira memukul-mukul dada bidang Ardan. Ardan langsung menarik tangan Naira dan membekapnya erat.


"Aku salah apa Ardan hingga kamu tega mengkhianati aku, aku salah apa Ardan? hiks...hiks" ucap Naira dalam dekapan Ardan.


"Maaf kan aku Nai, maaf aku bener bener gak tau" ucap Ardan dengan air mata yang sudah mengalir, dia gak sanggup melihat Naira seperti ini dia telah mengecewakan perempuan yang paling dia sayangi setelah ibunya.


"Aku mau kita mengakhiri hubungan kita, bertanggung jawablah atas perempuan itu" ucap Naira.


"Nggak Nai, nggak aku gak mau, gimana kalo anak itu bukan anak aku" ucap Ardan yang kekeh.


Plak


"Sadar Ardan itu anak kamu darah daging kamu, gak seharusnya kamu ngomong kaya gitu" ucap Naira.


"Hubungan kita selesai di sini" ucap Naira lalu bangkit dan berlalu pergi.


"Nai aku mohon jangan pergi Nai, Nai, Naira" Ardan berteriak tapi seakan tuli Naira tidak mendengar kata permohonan dari Ardan dia terus berjalan ke depan tak menghiraukan Ardan yang terus memanggil.


"Argh, ini semua gara gara lo Stella, ini gak akan terjadi kalau lo gak datang, dan gue sama Naira pasti masih kaya dulu tapi dengan sekejap lo hancurin hubungannya gue, seneng lo sekarang, liat hubungan gue sama Naira hancur seneng lo hah?" ucap Ardan berteriak


"Iya gue seneng. Karena gue udah suka sama Lo lama tapi ko malah milih cewek jelek, miskin kaya dia" ucap Stella sinis.


"Tapi hati dia gak busuk kaya Lo" ucap Ardan.


Ardan lalu beranjak pergi, dan meninggalkan Stella sendiri yang berteriak-teriak memanggil namanya, dia masuk ke dalam mobil tanpa mau melihat ke belakang lagi.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari orang tua Ardan yaitu Adit juga Ratna melihat semua itu, mereka merasa kecewa kepada putranya.


.


.


.


.


Di sisi lain Naira jalan tergopoh-gopoh tanpa arah dan tujuan yang jelas, dia terus berjalan sampai air hujan tiba-tiba membasahi seluruh tubuh nya, dia menatap langit dengan derai air mata tak akan ada yang menyangka jika dia sedang menangis karena air matanya menyatu dengan air hujan yang membasahi seluruh tubuh nya. Tapi percaya disini dia sedang menangis, Baru saja dia mendengar kata-kata indah dan bijak dari Ardan seketika itu pula harus sirna, dan bodohnya dia kenapa dia harus percaya dengan semua perkataan Ardan.


"Apa salah aku Ardan sampai hati kamu tega khianatin aku, seharusnya kamu jangan datang ke dalam hidup aku, aku kira dengan berhubungan lebih dari dua tahun kita bisa saling lebih mencintai tapi aku salah dan aku dengan bodohnya nerima kamu waktu itu"


"Aku kecewa sama kamu Ardan entah apa yang aku perbuat, demi apa pun aku sudah sangat senang dengan lamaran kamu tadi tapi seketika itu juga kamu hancurin kebahagiaan aku lalu di gantikan dengan luka yang begitu dalam" ucap Naira sambil terus berjalan air matanya terus membanjiri pipi yang mulus bercampur dengan air hujan.


"AKU BENCI KAMU ARDAN, I HATE YOU ARDAN" teriak Naira.


Di sisi lain Ardan mengendarai mobil nya di tengah tengah hujan deras, dia terus melihat ke arah kanan dan kiri berharap dia bertemu dengan Naira.


"Nai, kamu dimana? Aku mohon kembali jangan kaya gini" ucap Ardan sambil terus mengendarai mobil nya.


"Arghh" teriak Ardan sambil memukul setir mobilnya.


Ardan terus mengendarai mobil nya menuju rumah Naira, di tengah perjalanan Ardan terjebak macet, dia terus membunyikan klakson mobil nya dan terus teriak teriak seperti orang gila, Karena sudah tak sabar dia keluar dari mobil dan berlari membelah jalan ibu kota, hingga dia berkali-kali jatuh tapi dia tak menyerah.


Sampai nya dia di rumah Naira Ardan melihat Naira dengan keadaan yang memprihatinkan, dia menghampiri Naira lalu di dekap nya tubuh mungil itu, tidak ada penolakan dari Naira, tapi lama kelamaan tubuh Naira mulai melemah lalu jatuh pingsan dalam dekapan Ardan.


.


.


.

__ADS_1


**Jangan lupa like comen sama vote nya karena hari ini Intan double up.


(wajib like, comen, vote , jangan lupa kasih rate) salam sayang dari Intan**.


__ADS_2