Married With Sugar Daddy

Married With Sugar Daddy
Kencan Sukses [2]


__ADS_3

"Ya Tuhan," aku terkekeh dengan wajah yang memerah, "Terima kasih"


"Sama-sama," David tersenyum padaku, "Lihat? Kau tidak perlu merasa canggung."


"Ah iyah, baiklah." kataku padanya.


"Kau tahu, saat aku mengirimi mu pesan itu, aku tidak berpikir kau akan menanggapinya," kata David padaku.


"Kenapa tidak?"


"Aku bahkan tidak berpikir kalau kau setuju untuk pergi bersamaku, aku tidak mengira kita akan makan berama di sini, saat ini," lanjutnya.


"Tapi aku tidak mengerti kenapa," kataku kepadanya ingin tahu mendengar jawabannya.


"Hanya dengan melihat foto-fotomu, jauh di lubuk hatiku, kupikir aku tidak punya kesempatan dengan wanita ini. Aku tidak mungkin menjadi tipe pria idaman wanita ini dan dia mungkin punya 1000 pria lain yang mengirimkan pesan padanya, apa mungkin dia akan membaca pesanku? " David menjawab, "Tolong jangan menilaiku, tapi menjadi seorang pria yang lebih tua mendekati wanita muda yang cantik kadang-kadang bisa sedikit mengintimidasi. Kadang-kadang kepercayaan diri kita bisa sedikit lebih rendah daripada pria yang lebih muda dan semua rasa tidak aman meningkat. Kau tidak tahu betapa senangnya diriku saat aku melihat respon darimu dan kemudian Kau setuju untuk bertemu denganku untuk makan bersama."


"Aku tidak mengerti alasanmu untuk merasa tidak aman dan memiliki kepercayaan diri yang rendah. Maksudku apa yang tidak kau yakini? Aku tidak mengerti dan kau merasa di intimidasi? Itu sebuah kejutan karena kamu tampaknya memiliki keterampilan berkomunikasi dengan baik dan sejauh ini kau cukup lebih baik," kataku kepadanya, "dan seperti yang aku katakan sebelumnya, kau tidak tampak seperti orang yang membutuhkan internet atau situs kencan untuk mendapatkan teman kencan, jadi aku masih penasaran kenapa kamu bisa berada di situs itu."


"Yah, istriku sudah meninggal, sekitar empat tahun yang lalu."


"Aku turut berduka, mendengarnya," kataku kepadanya dengan empatik.

__ADS_1


"Ya, sejak dia meninggal aku tidak pernah berkencan dengan siapa pun, sejak itu. Aku jarang bertemu wanita yang aku minati dan aku lebih banyak bekerja sehingga aku tidak punya banyak waktu untuk pergi keluar dan bertemu orang lain," kata David padaku. Lihat, aku seorang dokter. Aku punya klinik sendiri - Klinik Medical care - dan aku bekerja dari hari senin-jum'at, dari jam 7:30 pagi sampai jam 6:00 sore. Kecuali untuk hari Sabtu, klinik di buka pukul 8 pagi sampai 4:30 sore, ini kartu namaku - jika Kau sakit, Kau bisa datang."


David merogoh sakunya mengeluarkan sebuah kartu dengan alamat Klinik dan nomor dan menyerahkannya kepadaku. Baiklah, jadi dia benar-benar seorang dokter.


"Oke," aku tersenyum, saat aku meletakkan kartu itu di dompetku.


"Bekerja selama lebih dari 10 jam, hampir setiap hari dalam seminggu membuatku sulit untuk mendapatkan waktu untuk berkencan dan karena sekarang selama empat tahun aku menduda, aku pikir aku akan kembali ke dunia kencan," kata David padaku berhenti sejenak untuk mengambil gigitan dari makanannya.


Itu bagian sisi lain yang aku kagumi tentang dirinya sejauh ini, dia tidak mengunyah dengan mulut terbuka atau berbicara dengan mulut penuh makanan atau apa pun itu, yang dia miliki Tata Krama dalam memakan makanan.


"Aku memutuskan untuk mencoba kencan online sebulan yang lalu dan saat aku online di situs itu, itulah yang pertama kali muncul. Aku tahu nama itu terdengar agak aneh seperti situs web khusus pria tua untuk memangsa wanita yang lebih muda tapi entah bagaimana aku masih memutuskan untuk menggunakannya." David berkata padaku.


"Aku tidak akan berada di sini jika aku punya wanita yang sudah aku temui sebelumnya. Pernah sih, aku pergi berkencan dengan dua wanita muda secara terpisah dan jelas mereka bukan tipeku," kata David padaku, "aku kemudian melihat profilmu dan aku benar-benar menyukainya saat aku membacanya seluruh profilmu. Aku tampaknya cukup tertarik dan aku sangat suka bagaimana kau menyatakan hal-hal tertentu tentang dirimu dan apa yang kau inginkan, jadi aku mengirimkan padamu pesan itu, kupikir aku tidak yakin apakah kau akan menjawabnya, tapi ternyata kau membalasnya dan sekarang kita di sini sedang makan bersama. Bagaimana denganmu? Apa kau belum bertemu orang yang menarik?"


"Oh, aku sudah bertemu beberapa orang yang menarik. Dan biarkan aku memberitahumu bahwa aku tidak akan pernah percaya bahwa dunia memiliki begitu banyak kegilaan sampai aku mengalaminya sendiri," kataku kepadanya, "Sejauh ini, kau lelaki pertama dan satu-satunya yang normal yang kutemui dan aku kencani. Aku berdoa semoga aku tidak salah menilai."


"Aku berjanji padamu kalau aku akan berusaha sebaik mungkin atau tidak melakukan hal aneh pada dirimu Naomi," David tertawa.


"Aku menghargai itu," jawabku tertawa juga.


Kencan berjalan dengan sempurna tanpa adanya kejadian yang aneh, sama seperti sebelumnya, menjijikkan atau menyeramkan. Ini adalah kencan yang paling sempurna, yang pertama kali pernah aku alami. Setelah kami selesai makan, David bersikeras membayar tagihannya karena dialah yang mengajakku ke sini. Dia kemudian bertanya bagaimana caraku pulang ke rumah, jadi saat aku mengatakan padanya kalau aku membawa mobil sendiri, dia menawarkan untuk mengantarkanku ke mobilku.

__ADS_1


"David, aku senang skali bertemu denganmu hari ini," aku tersenyum padanya, dan kami berhenti di depan mobil "Terima kasih yah."


"Aku juga senang skali, Naomi." David balas tersenyum, dia membuka kan pintu mobilku untukku.


"Jadi, kurasa aku harus mengucapkan selamat tinggal," aku tersenyum padanya sambil berterima kasih padanya karena telah membuka pintu mobil untukku.


"Naomi, tunggu, aku ..." David menghentikanku saat aku masuk ke mobil.


"Ada apa?" Aku tersenyum dan menatapnya.


"Aku sangat senang hari ini dan aku ingin bertemu denganmu lagi, nanti." David berkata padaku, "Itupun jika kau mau untuk bertemu denganku lagi, aku tidak akan memaksamu."


"Oh, oke sini, kemarikan hp mu," kataku membuka telapak tanganku padanya.


Dia meletakkan Hpnya di tanganku, aku dengan cepat mengetik nomorku dan menyimpannya, juga menelepon Nomorku sehingga aku bisa tahu nomornya juga.


"Kau bisa menelepon atau mengirimkan pesan teks kepadaku kapan saja," aku tersenyum menyerahkan Hp itu kepadanya.


"Aku pasti akan melakukannya," David tersenyum menutup pintu mobil untukku, "Selamat malam Naomi, hati-hati dijalan."


"Kau juga Naomi," aku tersenyum padanya dan dia melangkah mundur dan aku menjalankan mobilku "Bye!"

__ADS_1


__ADS_2