Married With Sugar Daddy

Married With Sugar Daddy
Kedatangan Saudara David


__ADS_3

Aku baru saja berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air dan berlari. Aleah berdiri di dekat kulkas dengan segelas jus. Begitu dia melihatku, dia merengut dan mulai keluar.


"Aleah," aku menghentikannya, "bisakah kita bicara?"


"Tidak! Aku tidak ingin bicara denganmu, Naomi. Sekarang, minggir dari jalanku," katanya saat dia melangkah di sekitarku.


Kenapa aku harus repot-repot mencoba bicara dengan anak ini?


Aku menghela nafas, aku berjalan ke lemari untuk mengeluarkan gelas, aku mendengar Alisa menjerit membuatku takut. Aku hampir menjatuhkan gelas tapi dengan refleks aku menangkapnya sebelum jatuh.


"Paman Sean!"


"Ya Tuhan Alisa." kudengar seorang lelaki mendengus sambil tertawa, "Kau harus menyerahkan ini pada Aleah sekarang. Oh sekarang kau sudah besar."


Aku melihat kearah pintu dan melihat orang yang memeluk Aleah. Aku tidak perlu menatap cukup lama atau melihat wajahnya dengan benar, untuk mengetahui kalau orang ini pastilah saudara David. Aku tidak ingin dia memperhatikanku jadi aku memutuskan untuk mengambil air dan tanpa kuduga kami saling berhadapan.


"Siapa ini?" Aku mendengarnya bertanya dan aku mendongak dan melihatnya berjalan ke dapur dan tersenyum padaku.


"Bukan siapa-siapa," Aleah mengerutkan kening matanya.


"Aleah, jangan kasar," katanya menatapnya, "Wow, kau pasti ..."


"Naomi, apa kau ..." David memulai saat dia datang ke dapur juga, tapi kemudian matanya menatap mata pria yang sangat mirip dengannya dan senyum lebar muncul di wajahnya. "Kau akhirnya datang ke sini."

__ADS_1


Aku menyaksikan mereka tertawa dan saling menyapa seperti teman baik. Begitu David berjalan di kamar, Aleah memelototi punggungnya sebelum menghilang. Dia masih marah padanya karena berada di dekatnya.


"Apa kau bertemu Naomi?" David tersenyum melambai padaku.


"Belum secara resmi," saudaranya tersenyum memperhatikanku, aku tersenyum kembali dan mencapai sisi David.


"Naomi, ini adikku, Sean. Sean, ini pacarku yang luar biasa, Naomi," David tersenyum melingkarkan lengan di pinggangku.


"Wow. Jadi ini gadis yang berhasil mencuri hati kakakku. Senang bertemu denganmu," Sean tersenyum sebelum menarikku ke pelukan yang benar-benar mengejutkanku.


"Senang bertemu denganmu juga," aku balas tersenyum padanya.


"Mari kita duduk, aku bisa menceritakan semua hal memalukan tentang David," Sean tertawa.


"Aku siap mendengarkan," aku tersenyum sebelum menatap David.


"Aku kan masih adikmu, sudah tugasku untuk mengganggumu."


"Jadi orang bodoh ini berpikir tidak akan terjadi apa-apa setelah mencuri mobil ayah dan menyelinap pergi ke sebuah club." kata Sean kepadaku saat dia, David, dan aku duduk di sekeliling meja kopi.


Sean tidak bercanda saat dia mengatakan akan menceritakan semua kisah memalukan tentang dirinya dan David saat tumbuh dewasa. Sejauh ini dia membuatku bingung dan bahkan lebih lucu mendengarkan David mencoba membalikkan setiap cerita.


"Kaulah yang mendorongku. Itu semua idemu," jawab David sambil tertawa.

__ADS_1


"Dan itulah yang membuatmu jadi orang bodoh. Naomi, saat itu dia delapan belas tahun dan aku lima belas tahun. Semua orang tahu kau tidak boleh mendengarkan adikmu tentang hal-hal tertentu. Dia seharusnya menjadi anak teladan alih-alih dia memutuskan untuk membawaku bersamanya ke sebuah club."


"Aku tidak tahu kau suka ngeclub, " kataku pada David.


"Saat itu aku masih remaja, aku ingin mencoba gaya hidup sebagai anak remaja yang sesungguhnya sebagai persiapan untuk menghadapi kehidupan kampus," jawab David.


"Yah, aku yakin kau kuliah dengan pengalaman yang cukup," Sean tertawa, "Lihat, dia mencuri mobil ayah dan kita menyelinap ke club itu. Kira-kira satu jam berada dalam club, kita menikmati semua minuman keras dan berdansa dengan gadis-gadis saat seseorang berkata kepadaku, "Apakah itu ayahmu?" Aku mulai berlari melewati kerumunan untuk menuju ke David yang merasa nyaman di sudut bersama seorang gadis. Pada saat aku membuatnya sadar akan situasinya, ayah telah melihat Ekspresi wajahnya, saat dia melihat kita saat itu membuat kita sadar jika kita tinggal di club itu lebih lama lagi kita tidak akan pernah bisa hidup dengan rasa malu yang akan kita hadapi sehingga kita lari keluar dari sana. Semua orang melihat kita dan ayah mengejar kita."


"Ya Tuhan," aku tidak bisa menahan tawa lagi, "Jadi apa yang terjadi?"


"Kurasa kau bisa menebak apa yang terjadi. Kami pikir kami mengakali Ayah saat kami kembali ke sini. Ayah datang dan menangkap David lebih dulu." Sean berhenti sejenak menahan tawa "Bayangkan pantatnya di cambuk oleh ayah."


"Katakan padanya apa yang terjadi padamu setelah..." David tertawa menggelengkan kepalanya.


"Yah, tentu saja aku juga dicambuk. Tapi, hei, setidaknya aku masih di anggap anak-anak."


"Itu terakhir kalinya terjadi dan kurasa kita benar-benar memprovokasi dia malam itu," jawab David, "Setidaknya aku tidak pernah lagi di pukuli setelah itu, berapa banyak lagi yang kau dapatkan setelah itu?"


"Mungkin hanya itu saja. Aku hanya menceritakan hal-hal memalukan tentangmu untuk saat ini," Sean tertawa.


Kami mengobrol lagi sebelum Alisa keluar dan bertanya apakah boleh duduk bersama kami. Aku tidak bisa melupakan betapa sopan dan manisnya dia. Maksudku dibandingkan dengan saudara perempuannya yang seharusnya tahu bahwa dia yang paling manis. Anak berusia 6 tahun yang cukup sopan untuk melihat orang dewasa duduk dan bercakap-cakap dan bertanya apakah dia boleh duduk bersama kami? Anak itu sungguh menggemaskan, dia punya sopan santun yang cukup dan semua orang tahu kalau saat dia dewasa nanti, dia harus bertanya dulu sebelum bergabung dengan mereka.


"Kau tidak mau duduk dengan paman Sean?" Sean bertanya Saat Alisa datang untuk duduk di sampingku dan David sebagai gantinya.

__ADS_1


"Mungkin nanti," jawab Alisa sebelum menyandarkan kepalanya padaku, "Aku ingin duduk di samping, Naomi sekarang." Sean mengangkat alis, "Apa aku masih paman favoritmu Alisa?"


"Kurasa kau masih seperti itu. Dia belum menggantikanmu dengan orang lain," David tertawa, "Tapi kupikir Naomi adalah orang favorit barunya sekarang."


__ADS_2