Married With Sugar Daddy

Married With Sugar Daddy
In the Morning


__ADS_3

Aku terbangun dipagi hari dan berbaring di atas dada David dan terbungkus nyaman di lengannya, jari-jari tangannya menjuntai ke bawah dan membelai sisi wajahku. Aku membuka mataku dan melihat David tersenyum padaku.


"Selamat pagi, cantik," David tersenyum.


"Hei, pagi," aku balas tersenyum padanya saat dia memberiku ciuman di dahiku.


"Apakah kau tidur dengan nyenyak?" Tanya David menggerakkan tangannya naik dan turun di lenganku yang bertumpu di dadanya.


"Aku tertidur dengan nyenyak," aku tersenyum.


"Benarkah? Aku juga," David tersenyum, "Kau belum siap untuk bangun, kan?"


"Tidak, aku masih sedikit lelah dari semalam. Aku mau berbaring selama beberapa menit lagi," kataku padanya.


"Bagus, aku masih bisa tinggal di sini memegangmu lebih lama lagi," jawab David.


"Yah, seperti ini sangat nyaman," aku terkekeh sebelum meringkuk lebih dekat ke dadanya.


David dan aku menghabiskan sepanjang hari di tempat tidur. Kami bangun sesekali untuk mandi dan memakan sesuatu untuk dimakan, dan setelah itu kami langsung kembali ke tempat tidur. Aku perhatikan dari semalam, David tidak pernah melepaskan tangannya dariku.


"Mungkin kita harus mengambil sesuatu untuk dimakan sekarang," saran David saat aku maasih berbaring dengan nyaman di dadanya.

__ADS_1


"Apa?" Aku bertanya menatapnya.


"Kau terlihat masih mengantuk, Naomi" David terkekeh menatapku.


"Aku masih capek dan kehabisan tenaga," aku mengakui, tiba-tiba perutku mulai menggerutu.


"Tapi aku harus memberimu makan sekarang," kata David sambil duduk sedikit di sisi tempat tidurku, "Kau mau pasta atau spageti?"


"Bisakah kau membuat keduanya?" Aku bercanda.


"Tentu," David tersenyum, duduk dan menarik celananya, "Aku mau ke dapur, oke?"


"Oke," aku tersenyum saat David membungkuk dan menciumku sebelum meninggalkan ruangan.


"Hei, aku pikir kau sudah melupakanku," Karin menjawab teleponnya.


"Bisa dibilang," Aku terkekeh, "Semuanya berjalan sangat baik."


"Aku tahu itu," pekik Karin, "Jadi seperti apa rasanya? Apakah dia memenuhi harapanmu? Apakah dia pantas ditunggu?"


"Lebih dari sepadan Karin. Sangat luar biasa, dia benar-benar melebihi harapanku. Saat ini aku masih dalam kebahagiaan sesaat," kataku padanya, "Sekarang yang ingin kulakukan hanyalah mendapatkan sesuatu untuk dimakan, kemudian mandi dan langsung tidur."

__ADS_1


"Wow, kelihatannya kau capek sekali? Tapi, ini masih pagi, ini baru jam 7 lewat 5 menit," kata Karin padaku.


"Aku kelelahan Karin, aku sudah menghabiskan sebagian besar energiku dari tadi malam dan sepanjang hari ini. Malam ini aku hanya ingin tidur, aku ingin istirahat yang cukup," kataku padanya.


"Aku ikut bahagia untukmu, kuharap kau mengenakan pakaian dalam yang seksi." Karin tertawa.


"Yah aku hanya memakai pakaian tidur jadi tidak terlihat seperti menggunakan pakaian dalam seksi," aku terkekeh. "Aku bahkan tidak berpikir untuk memakai apa pun yang kumiliki tadi malam."


"Kau harus meningkatkannya sekarang terutama sekarang setelah semuanya menjadi hal yang lebih serius. Kau tidak bisa mengendurkan penampilanmu sekarang, kau harus selalu terlihat menarik dimata cowomu," kata Karin padaku, "Kau tahu, beberapa wanita saat mereka baru saja mengenal pria, mereka selalu berusaha menjadi seksi dan terlihat menarik dan begitu saat mereka terbiasa satu sama lain, dia akan mulai merasa nyaman."


"Ya Tuhan Karin, terkadang aku tidak tahu apa yang harus kulakukan terhadapmu," aku tertawa, "Jangan khawatir, aku akan mendengarkan nasihatmu, harus selalu menjadi yang terbaik untuk David. Lagi pula sekarang aku mau bangun dan mandi lalu melihat apakah aku bisa membantu David di dapur, dia sedang membuatkanku pasta."


"Naomi, lebih baik kau pegang dia erat-erat karena David adalah tipe pria yang sempurna. Kau harus berterima kasih kepadaku karena mengenalkanmu dengan Aplikasi kencan itu," kata Karin kepadaku, "aku sarankan kau membayar kembali kebaikanku, hehe."


"Aku takut kalau kau harus menunggu sangat lama, lama, dan lama untuk mendapatkan bayaranmu kembali." Aku tertawa, "Aku akan mengirimkanmu pesan besok, oke? Aku harus pergi."


Aku bangkit dan pergi mandi sebelum memakai salah satu baju tua David dan menuju ke bawah dapur.


"Hei," sapa David saat aku memasuki dapur. "Kupikir kau akan tetap di atas dan aku yang akan membawakan makanan untukmu."


"Aku datang untuk melihat apakah aku bisa membantumu dsini," kataku padanya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, spageti dan pasta pesananmu sudah hampir matang dan aku sudah membuat sausnya, jadi yang bisa kau lakukan sekarang adalah duduk di sana dan melihatku selesai membuatnya," kata David padaku.


__ADS_2