Married With Sugar Daddy

Married With Sugar Daddy
Mengejutkan


__ADS_3

"Aku akan mengecek keadaan mereka," kataku padanya saat dia naik ke tempat tidur bersamaku, "Aku biasanya tidak menghabiskan banyak waktu diluar rumah tanpa kontak dari mereka."


"Aku pikir sangat baik bagaimana kamu masih menjaga hubunganmu dengan orang tuamu. Kebanyakan orang seusiamu tidak akan berbicara dengan orang tua mereka lagi," David berkata kepadaku, "Sebagian besar dari mereka akan lupa dengan orang tua mereka, hanya sedikit yang baik sepertimu."


"Bisa dibilang, aku selalu ingin tetap dekat dengan mereka. Itulah alasannya kenapa masih tetap ada di Kota ini untuk kuliah," kataku pada David dan kami berpelukan bersama. "Aku merasa tidak enak jika harus pergi ke luar kota atau bahkan ke luar negeri untuk kuliah lebih baik aku disini, kampusku juga sangat dekat dengan rumah, lebih terjangkau."


"Kamu benar sekali, tidak ada salahnya tetap tinggal di kota asal sendiri dan kuliah di Universitas Negeri atau Swasta selama mereka menawarkan pengajaran yang sama," David memberitahuku, "Dan aku percaya kamu akan menjadi seorang guru yang hebat suatu hari nanti."


"Kau berpikir begitu?" Aku tersenyum.


"Tentu," jawab David mencium keningku.


"Apa kau tahu kalau suatu hari kau akan menjadi dokter?" Aku bertanya kepadanya.


"Ya, sejak aku bisa mengerti hal-hal yang kulihat orang tua dan kakek-nenekku menjadi dokter. Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku dari keluarga dokter jadi aku selalu ingin mengikuti jejak mereka dan membantu orang-orang." David menjawab, "Sejak saat itulah dokter menjadi impianku saat dewasa. Bagaimana denganmu? Kenapa kamu memilih menjadi guru?"

__ADS_1


"Jujur aku tidak yakin. Kupikir aku selalu memiliki karakter seorang guru. Bahkan sejak SMP dan SMA aku selalu membantu anak-anak terlantar dengan memberinya barang-barang yang belum mereka dapatkan. Dan kemudian Aku punya beberapa saudara sepupu yang lebih muda yang biasanya datang berkunjung selama hari libur dan aku selalu membantu mengerjakan tugas mereka. Jadi sejak saat itu aku memutuskan kalau aku akan mencoba menjadi seorang guru. " Aku menjawab, " Aku benar-benar ingin seperti itu, bisa mengajar di Sekolah Dasar, SMP atau SMA meskipun mengajar di SMA pekerjaannya lebih cenderung banyak menuntut, tapi tetap memilih bagian itu. "


"Kamu pasti suka dengan anak-anak, makanya kamu memilih karier seperti itu," kata David padaku.


"Ya aku suka anak-anak dan aku suka berada di dekat mereka tapi kebanyakan berada di antara anak-anak yang masih kecil, kalau sama anak remaja aku agak takut," kataku kepadanya, "Tapi aku berharap dan berdoa agar mereka tidak membuatku gila saat aku mulai mengajar di sekolah."


"Sayang jangan khawatir, jika mereka tidak bisa dikendalikan, panggil saja aku, aku akan membawa banyak obat penenang agar mereka bisa menurut padamu," canda David membuatku tertawa.


David dan aku terjaga sedikit lebih lama membicarakan banyak hal sebelum akhirnya kami tertidur.


Suara ketukan dari kejauhan terdengar dan seperti ada seseorang yang sedang menelepon membangunkanku. Aku mencoba mengabaikan suara-suara itu dan kembali tidur dengan harapan suara itu akan berhenti tapi itu terus berlanjut jadi aku memutuskan untuk bangun untuk melihat apa itu. Aku membuka mata dan tersadar kalau aku masih ada di rumah David.


"David ada yang mengetuk?" Aku bertanya menggosok mataku.


“Hmm?” David bergumam sambil duduk sebelum menyadari apa yang telah aku tanyakan.

__ADS_1


Tokk.tokk..tokkk


"Ayah!?" Aku akhirnya mengerti apa yang dikatakan seseorang yang sedang menelepon tadi.


Apa? Ayah?


"Oh, sial," David mengusap wajahnya sebelum pintu kemudian terbuka.


.


.


.


A/N :

__ADS_1


Oh sial memang, David rupanya seorang ayah, apakah dia seorang ayah biologis, ayah tiri, ayah angkat atau apa? Jadi, apa ini rahasia yang dia sembunyikan selama ini? Bagaimana menurut kalian? Naomi akan bereaksi seperti apa terhadap hal ini?


__ADS_2