
Aku terjebak di antara dua emosi saat ini, disatu sisi David mencintaiku dan disisi lain aku mencintainya tapi aku belum menyatakannya. Lalu apa masalahnya? Dia punya dua anak yang selama ini aku tidak ketahui bahkan disaat kami sudah bersama selama hampir enam bulan. Faktanya bahwa dia adalah seorang ayah, tentu saja aku terkejut dengan semua ini dan aku masih muda, aku benar-benar belum siap untuk menjadi ibu tiri, tapi aku mencintai David jadi aku harus menerima semua ini.
Yang menggangguku saat ini adalah kalau anak tertuanya Aleah membenciku. Alisa anaknya yang paling bungsu sangat baik, dia manis dan ramah kepadaku, sedangkan kakaknya Aleah, tidak.
Sudah lebih dari seminggu sejak David memperkenalkan kami dan aku hanya menghabiskan liburanku ku bersama mereka dan aku sudah bisa menerima semua itu. Setelah aku memutuskan untuk memberi David satu kesempatan lagi, dia menyarankan agar kami semua pergi sarapan. Kami berempat pergi ke restoran yang enak, tidak jauh dari rumah David, sementara David mencoba untuk mengambil hati anak-anaknya agar aku bisa lebih mengenal satu sama lain. Hanya butuh sekitar lima menit Alisa bisa beradaptasi denganku, dia sangat ramah dan tertarik kepadaku, sangat lucu dan menggemaskan. Dia sangat aktif dan cerewet, dia menunjukkan tablet dan permainan yang dia miliki di dalamnya. Aku tidak ragu kalau dia sudah menyukaiku. Saat sarapan dia ingin duduk di sampingku dan terus berbicara denganku, dia tampak sangat bersemangat dan senang bertemu denganku. Namun, Aleah tidak ramah. David mengatakan kepadaku bahwa dia berusia empat belas tahun dan sudah duduk di bangku kelas delapan, namun aku yakin David berbohong anak itu sebenarnya berusia tujuh belas tahun. Bukan karena penampilan fisiknya aku mengatakan itu, tapi lebih karena sikapnya. Aleah memiliki sikap yang tidak sesuai dengan usianya, dia terlalu dewasa dan aku tahu dia punya masalah denganku. Dia terus mengirimkan tatapan tajam ke arahku setiap kali David tidak melihat, dia memiliki sikap yang agak sombong dan bahkan ketika aku mencoba berbicara dengannya, memulai percakapan aku menerima banyak sikap dinginnya. Upaya apa pun yang dia lakukan untuk bersikap sopan kepadaku adalah akibat David menegurnya karena dia setiap kali berusaha bersikap kasar. Perasaanku dia akan banyak menyebabkan masalah antara aku dan ayahnya.
"Sayang, apa kau yakin sudah siap untuk langkah ini? Maksudku menjadi seorang ibu adalah tanggung jawab yang besar loh," kata ibu kepadaku saat kami makan siang bersama dan aku menceritakan semua tentang drama ini kepada dia.
"Bu, aku tahu. Aku benar-benar tidak menjadi seorang ibu, aku hanya berkencan dengan ayah mereka."
__ADS_1
"Naomi, ini bukan hanya tentang berkencan dengan David lagi. Dia punya keluarga, jadi sekarang ini kau seperti sedang berkencan dengan mereka semua," kata Ibu padaku, "aku yakin David berkencan denganmu dengan harapan bahwa kau akan menerima anak-anaknya dan menjadi figur ibu bagi mereka. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus kau persiapkan, bukan? Kau tidak bisa bersama seorang pria jika kau tidak bersama anak-anaknya juga."
"Aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak ingin bersama anak-anaknya. Alisa sangat manis dan ramah tapi Aleah sangat kasar dan tidak sopan," kataku padanya.
"Berapa umurnya katanya lagi?" Ibu bertanya.
"Itulah, Alisa jauh lebih muda, anak kecil seperti dia cenderung bersikap ramah dan lebih mudah dekat dengan orang-orang sedangkan Aleah, dia anak remaja dan dia berpikir dengan keberadaanmu di antara mereka mungkin sebagai ancaman bagi hubungan ayah dan ibunya," kata Ibu padaku.
"Bu, kenapa hal itu terdengar seperti kau sedang membenarkan tindakannya?"
__ADS_1
"Aku tidak membenarkan tindakannya, hanya saja faktanya dari pengalaman pribadi. Aku dulu membenci kakekmu sejak nenekmu memperkenalkan kami dan terutama saat mereka menikah. Aku ingin ibu dan ayahku bersama, aku tidak menginginkan ayah tiri," ibu bilang padaku, "Ibu juga benci saat Ayah kandungku pergi dan berselingkuh dengan wanita lain, aku merasa seolah hubunganku dengannya akan berakhir dan ibuku secara resmi digantikan oleh wanita selingkuhannya itu."
"Tapi Bu, situasi ini berbeda. Ibu mereka sudah meninggal dan karena itu aku merasa tidak menggantikannya, aku juga tidak berencana untuk menggantikannya. Aku bukan ancaman baginya. Jadi aku tidak mengerti apa masalahnya denganku."
"Kurasa dia sudah menganggapmu sebagai ibu tiri yang jahat, yang akan menyiksanya dan membuatnya melakukan semua pekerjaan rumah seperti pembantu," Ibu tertawa.
"Berhenti Bu, itu tidak lucu," rengekku. "Aku tidak tahu apakah aku bisa tenang jika dia benar-benar seperti itu."
"Naomi, kau baru saja bertemu dengannya sekali, dia mungkin hanya terkejut melihat kenyataan kalau ayahnya berpacaran lagi. Beri dia kesempatan lagi, oke? Mungkin pada akhirnya kau akan bisa beradaptasi dengan mereka," kata ibu kepadaku, "Kau harus sabar dengan anak-anak seperti itu jika kau serius dengan hubunganmu bersama David.
__ADS_1