
David membawaku ke sebuah Rumah Makan Seafood kecil yang berada di dekat dermaga dan yang paling lucunya adalah di rumah makan itu juga menyajikan burger di sana - lebih seperti sandwich, dan semua isinya adalah Seafood. Rupanya David memutuskan kalau seafood akan menjadi pilihan yang jauh lebih baik dan lebih sehat. Burger dan semua makanan gorengan yang berlemak dan berminyak dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan semacamnya sementara ikan dan makanan lainnya mengandung banyak protein dan omega 3, itu akan baik untukku. Aku hampir lupa kalau dia itu seorang dokter dan suatu saat bagian dari dirinya akan keluar.
Setelah selesai makan, David dan aku berjalan-jalan sedikit di dermaga. Kami berbicara tentang banyak hal dan mengenal satu sama lain dan juga kehidupan kami satu sama lain. Setelah beberapa saat, aku merasa kaki ku mulai sakit karena memakai sepatu higheels ku ini selama berjam-jam.
"Hei, apa kau baik-baik saja?" Tanya David saat dia melihatku berhenti berjalan, "Ada apa?"
"Aku baik-baik saja, hanya saja ... Kakiku sedikit lelah dan mulai sakit," kataku padanya.
"Oh, baiklah kalau begitu kita harus kembali ke mobil," desak David.
"Mungkin itu ide yang bagus," aku setuju dan aku mulai berjalan lagi sebelum mengernyit dan berhenti lagi, "Oww, sepatu ini tidak terlalu praktis untuk di pakai dengan banyak berjalan."
"Kau harus melepasnya," kata David padaku.
"Akan kulakukan," jawabku, aku bersandar pada susuran tangga untuk melepasnya lalu menghela nafas lega, "Omg, dengan bertelanjang kaki seperti ini tidak nyaman rasanya."
__ADS_1
"Sini, lompat di belakangku," David menawarkan diri dan dia mulai sedikit membungkuk di depanku.
"Apa? Tidak, tidak apa-apa. Aku masih bisa berjalan, ini sudah lebih baik sekarang karena aku sudah melepasnya," kataku padanya.
"Dan laki-laki macam apa aku ini jika aku harus membiarkanmu berjalan tanpa alas kaki sepanjang jalan. Ayo," David meraihku dan menarikku ke punggungnya dan menaikinya kemudian aku memegangnya erat-erat.
"David, kau gila ya? Kau tidak bisa menggendongku," aku terkekeh tak percaya ketika dia mulai berjalan dengan aku di atas punggungnya.
"Seandainya kau tidak sadar Naomi, itulah yang sedang aku lakukan sekarang."
Menurutku, itu tindakan yang sangat manis dan romantis, aku meletakkan lukisan itu di kamarku. Aku tidak tahu apakah di luar sana masih ada pria lain yang hampir sempurna seperti David.
"Naomi, aku ingin pergi ke pasar dalam beberapa menit, maukah kau datang dan membantu ibu?" Ibu berkata padaku saat dia melewatiku di ruang tamu dan menuju ke dapur.
"Ya, tentu saja," aku menjawab sambil duduk di sofa dan mematikan TV, "Aku mau mengganti pakaianku dulu, oke?"
__ADS_1
Dengan cepat aku berlari ke atas ke kamarku dan mengganti pakaianku dengan menggunakan blus bergaris merah dan putih dan melipat celana jins ku dan mengenakan sepatu kets. Selama perjalanan ke pasar, ibu yang menyetir sementara aku hanya duduk di kursi penumpang di sebelahnya.
"Jadi, Ibu tahu kan kalau ulang tahunku akan tiba sebentar lagi, yah tepatnya minggu depan?"Aku berkata padanya.
"Hah uh," jawab Ibu menjaga fokusnya di jalan.
"Yah, aku tidak akan meminta apa-apa pada kalian, tapi kalau ada yang bertanya-tanya apa yang harus aku dapatkan, ingat aku suka make-up," kataku padanya.
"Kau berkata seperti itu seakan memberi kode pada ibu," Ibu tertawa kecil melirik padaku, "Aku tidak mengerti kenapa kau begitu menginginkan make up, bukankah kau sudah cantik?"
"Bu, bukan itu intinya. Riasan meningkatkan kecantikan yang sudah ada dan membuatku merasa lebih percaya diri." kataku padanya, "Ya, aku memang cantik tapi entah bagaimana riasan hanya memberi dorongan ekstra yang membuatku merasa sangat lebih cantik lagi. Apa ada yang salah?"
"Ibu tidak pernah mengatakan ada yang salah atau buruk tentang hal itu, ibu hanya bilang kalau ibu tidak benar-benar tau semua tentang make up" Ibu berkata kepadaku, "Ibu hanya berpikir bukankah natural itu lebih baik."
Tentu saja dia akan memikirkan hal itu. Ibuku adalah tipe orang yang seperti itu. Dia tidak suka dengan make up, bahkan dia hampir tidak memakai apapun, aku pikir itu karena ayah ku lebih suka dia dengan wajah yang alami. Ayahku membenci make up, bulu mata palsu, kuku palsu, dan sebagainya. Jadi ibuku agak suka pergi dengan segala sesuatu yang alami, dia bahkan tidak memakai cat kuku dan semacamnya. Kadang-kadang, dia memakai beberapa maskara dan lipstik atau blushon yang nampak alami, itupun jika aku memaksanya. Tidak ada yang salah dengan dirinya jika pergi dalam keadaan alami, dia benar-benar cantik tanpa tambahan make up, tapi aku suka makeup dan itu bukan masalah ketidakamanan atau apa pun itu, hanya saja aku memiliki hasrat untuk itu.
__ADS_1
Aku ingat, ayah marah padaku karena memakai lipstik saat aku masih berusia 14 tahun, dia berpikir kalau makeup tidak baik untuk anak-anak jadi aku hanya menggunakan lipgloss sederhana dan maskara kecil sampai aku berusia 18 tahun, aku memutuskan kalau aku akan memulai mengekspresikan diriku dengan memakai riasan. Ayah sendiri memujiku dan mengatakan padaku kalau aku terlihat cantik walaupun dia tidak menyukai makeup.