
"Tidak, David, aku tidak akan pergi tidur." Aku berkata padanya. "Aku ingin tahu ada apa denganmu dan kenapa kau marah padaku. Perasaan aku tidak pernah melakukan apa pun yang membuatmu marah."
"Naomi, aku capek." David merespon.
"Kau pasti bercanda. David, sudah jelas ada sesuatu yang mengganggumu. Jadi kenapa kau tidak mau menjelaskannya padaku, agar aku bisa minta maaf kalau itu salahku?"
"Aku tidak ingin berdebat, oke?" Kata David sambil duduk di sisi ranjang.
"Bagus, aku juga. Dan terlebih lagi karena aku tidak tahu apa yang sedang kita pertengkarkan." Aku berkata padanya. "David, kau harus bicara denganku. Ada apa denganmu?"
"Bagaimana, apa kau menikmati berada di sekolah itu?" David mengejutkanku dengan pertanyaannya.
"Uhm, sekolah itu bagus, aku mendapatkan pengalaman yang bagus dan murid-murid serta staf yang baik." David merespons. "Kenapa kau menjadi begitu pemarah."
"Jadi kau suka sekolah itu karena siswa dan stafnya?"
"Aku suka sekolah karena aku suka mengajar dan ya aku suka siswa dan staf karena mereka sangat ramah dan baik. Tapi apa hubungannya dengan semua ini?"
"Ada siswa atau staf lebih dari yang lain?" David.
"Apa? Tidak. David apa maksudmu?"
"Bagaimana dengan Pak Frans?" Tanya David mengejutkanku.
"Apa? Ada apa dengan dia?" Aku bertanya.
__ADS_1
"Atau bocah itu, siapa namanya? Jared atau Jaiden?" David bertanya padaku.
"Jaiden?"
"Oh, jadi kau tahu siapa yang aku bicarakan?" Kata David padaku.
"Kenapa kau tau tentang Jaiden dan Pak Frans? Tunggu. Apakah Aleah mengatakan sesuatu padamu karena ..."
"Jadi itu benar, ooh begitu." Kata David padaku.
"Apa yang benar, David? Aku bingung. Aku tidak tahu apa yang dikatakan Aleah padamu, tapi aku tidak tahu apa yang kau bicarakan."
"Aku sedang berbicara tentang perselingkuhanmu dengan guru matematika Aleah atau penggodamu yang terus-menerus mengganggumu dan murid itu si Jared. "
"Aku mendengar tentang itu semua, kau sering makan siang bersama dengannya, kau dan dia selalu bersama setiap kali ada kesempatan. Dan belum lagi anak itu yang sepertinya sangat menyukaimu. Aku sudah mendengar semuanya. Aku tahu tentang pertemuanmu dengan mereka berdua hari ini dan aku sudah melihat gambarnya."
"Gambar apa?"
"Aku tidak ingin membahas ini lagi, Naomi. Jika kau ingin bersama seseorang yang lebih muda, maka beritahu aku."
Apa ....
Aku sangat terkejut dan tidak bisa berkata-kata pada saat ini. Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa atau bagaimana harus bereaksi. Aku tidak tahu apakah ini lelucon atau apa. David dan aku sudah bersama selama lebih dari satu tahun dan kami tidak pernah bertengkar, tapi malam ini untuk pertama kalinya perdebatan terjadi begitu nyata dan bukan itu yang ku harapkan.
"Waw." Hanya itu yang bisa kukatakan karena betapa terkejutnya aku. "Jadi itu yang benar-benar kau pikirkan tentang diriku David? Kau berpikir kalau aku adalah wanita nakal yang tidak memiliki rasa hormat dan harga diri sehingga aku akan merasa putus asa dan malah pergi ke sekolah untuk melakukan sesuatu hal dengan salah satu guru di sana, oh dan ternyata guru itu tidak cukup untukku jadi aku harus pergi menggoda dan memulai hubungan gelap dengan seorang anak remaja laki-laki? Kenapa? Karena aku diam-diam menjadi seperti wanita ****** atau semacamnya, begitu?"
__ADS_1
"Aku tidak pernah bilang kalau kau ..."
"Stop David, Kau tidak harus mengatakannya. Itulah yang kau maksud kan saat kau dengan bodohnya menuduhku melakukan sesuatu yang begitu tercela yang diriky bahkan tidak tahu apa-apa!" Aku melewati batas dari titik tenangku sekarang. "Aku orang yang ramah, David, aku baru saja mulai praktik mengajarku di sekolah itu dan selama beberapa minggu, aku bertemu dengan banyak teman. Sebagian besar guru di sana sangat ramah dan menyambut kami. Pak Frans dan aku bergaul dengan baik jadi kami makan siang bersama atau nongkrong setiap kali kami memiliki waktu luang dan dia akan mendiskusikan sesuatu dengan kami tentang beberapa masalah yang mereka hadapi sebagai guru. Karin selalu makan siang bersama kami. Hari ini Pak Frans bertanya apakah dia bisa membawaku keluar untuk makan malam, dia mengaku menyukaiku. Dia tidak tahu aku sedang menjalin hubungan. Aku mengatakan padanya kalau aku tidak bisa karena aku punya pacar, dia bilang dia mengerti dan berbahagia untukku. Kami berpelukan dan yang satu itu adalah Jaiden, salah satu muridku dan dia sama sekali bukan tipe orang yang ramah atau blak-blakan jadi aku mencoba untuk mengajaknya bercakap-cakap selama waktu kelas berakhir dan bersahabat dengan dia di luar kelas. Entah bagaimana dia merasa sangat nyaman denganku dan melakukan ide konyolnya dengan menyatakan perasaannya padaku. Aku mengatakan hal yang sama padanya. Aku memberi tahu Pak Frans dan itulah akhirnya. Aku tidak memiliki kendali atas orang yang menyukaiku atau mengakui perasaan mereka kepadaku, David. Aku orang yang baik, jadi aku juga mencoba untuk bersikap baik dan ramah dengan hampir semua orang. Aku tidak tahu permainan apa yang dilakukan Aleah, yang mencoba memata-mataiku selama jam sekolah, mengambil gambar dan kemudian menceritakan kebohongan kepadamu. David, jika kau belum melihat, jangan menuduh. Putrimu tidak begitu menyukaiku. Selama beberapa bulan terakhir dia berusaha keras untuk memulai pertengkaran di antara kami karena dia ingin aku keluar dari hidupmu. Perilaku kasarnya yang terus-menerus yang ia lakulan, dia mulai menargetkanku sebagai sasarannya. Itu dimulai dengan dia mengambil lipstikku dan kemudian saat aku mengkonfrontasinya tentang hal itu, dia menarik aksi di mana dia mulai berteriak kepadaku dan menjadi marah dan mengatakan kalau aku memanggilnya pencuri. Itu adalah usaha pertamanya untuk memulai perkelahian di antara kami. Kemudian insiden saat dia menumpahkan teh padaku, dia berpura-pura kalau itu adalah kecelakaan, dia ingin aku membentak dan kemudian entah bagaimana timbul pertengkaran di antara kami. Tapi itu gagal, dia mengambil top baruku yang ibuku beli untukku tapi aku memutuskan untuk tidak melakukan apapun terhadap sesuatu yang berkaitan tentang itu karena aku sudah melihat apa yang dia lakukan. Dan sekarang ini, dia sengaja mulai perdebatan di antara kita. Aku tidak tahu kebohongan atau kegelisahan apa yang dia isi di kepalamu, tapi kurasa hal itu akhirnya berhasil sekarang. Kau jatuh ke dalam bualannya. Anakmu itu, aku tidak tau apa yang ada di isi kepalanya. Aku tidak tahu apa, karena itu menyebabkanmu memutuskan untuk menuduhku seperti ini. Inilah yang dia inginkan selama ini kan? Pertengkaran antara kita berdua. Dan kau tahu, aku merasa sangat tidak dihargai sekarang. Aku benar-benar tidak percaya, kau bahkan percaya pada cerita karangan seperti itu dan berpikir rendah terhadapku. Aku tahu aku masih muda David, tapi aku juga masih punya harga diri dan moral, oke. Aku tidak main mata dengan orang-orang atau berselingkuh, pikirkan itu."
"Naomi, aku ..." David mulai tampak menyesal setelah semua yang aku katakan padanya tapi aku memotongnya.
"Tidak, David. Kurasa, kurasa lebih baik untuk sementara kita berdua tinggal terpisah."
"Apa? Tunggu, apa yang kau katakan?" Tanya David gugup, dia mencoba mendekatiku. "Kau tidak memutuskanku kan? Hanya karena perdebatan konyol ini?"
"Tidak, aku tidak memutuskanmu." Aku memberitahunya yang membuatnya tampak lega. "Aku hanya berpikir, mungkin Sebaikny aku harus tinggal di rumah orangtuaku untuk sementara."
"Kau bercanda kan? Kau serius?" Kata David dengan rasa tak percaya. "Dengar Naomi, sayang aku minta maaf. Aku hanya sedikit cemburu saat Aleah - Aku benar-benar tidak bermaksud membuatmu kesal atau tersinggung seperti ini, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi. Aku sangat mencintaimu dan membayangkan hal aneh tentang kau dekat dengan pria lain, aku bodoh, aku akan mengakuinya itu saja, kadang-kadang aku cemburu dan merasa tidak percaya diri. Aku selalu berusaha untuk tidak seperti ini dan biasanya aku menyembunyikannya dengan baik tapi kadang-kadang aku tidak bisa menahannya. Aku sudah lama melajang dan kemudian ketika kau datang ke dalam hidupku, aku hampir tidak bisa mempercayainya. Maksudku, aku merasa seperti orang paling beruntung untuk memiliki seseorang sepertimu dalam hidupku. Dan ini mungkin hal yang paling bodoh, tapi kadang-kadang karena perbedaan usia kita, itu membuatku merasa sedikit tidak aman kadang-kadang juga aku maksudkan kau sangat pintar, muda dan sangat cantik dan kau baru saja memulai hidupmu, tapi di sisi lain, aku datang bersama dengan apa yang dikatakan kebanyakan orang sebagai duda yang punya dua oranganak. Kadang-kadang, aku bertanya-tanya apakah aku pantas untukmu."
"Kau benar. Kau idiot, bodoh. Kau benar-benar bodoh, David. " Aku berkata kepadanya. "Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu dan kau lebih dari cukup untukku tapi contoh seperti malam ini, itu membuatku bertanya-tanya dan kadang-kadang juga aku meragukanmu."
"Tidak, aku tidak ingin kau bertanya-tanya. Aku minta maaf karena menuduhmu atau meragukanmu. Aku minta maaf tentang perilaku Aleah dan segalanya. Aku hanya ingin kita menyelesaikan ini. "
"Aku juga David. Tapi aku masih berpikir kalau aku harus pergi meluangkan waktu bersama orang tuaku. Itu akan memberi kita berdua waktu untuk menenangkan diri dan memberimu waktu untuk kau habiskan bersama putri-putrimu terutama Aleah- tanpa aku." Aku berkata padanya. "Aku pikir, dia sangat ingin memiliki waktu untuk bersama seperti ayah dan anak perempuannya, jadi aku mencoba untuk memperbaiki keadaan."
"Naomi, kau tidak harus pergi. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu dan mereka. Aku tidak ingin kau pergi."
"David, aku pikir ini akan menjadi cara yang terbaik untuk saat ini. Kau bisa bicara dengannya dengan serius, dari hati ke hati dengannya. Biarkan dia tahu kalau ibunya tidak akan tergantikan olehku, karena aku pikir dia menilaiku seperti itu. Besok, aku akan pergi menghabiskan akhir pekan yang akan datang dengan orang tuaku. Lagi pula, ku pikir aku juga perlu sedikit waktu untuk ayah dan anak perempuannya. Jangan khawatir, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan kembali akhir pekan depannya lagi. Jika kau mengacau seperti ini lagi David ..."
"Aku tidak akan. Aku janji," kata David sambil memegang tanganku. "Aku tidak ingin kehilanganmu, dan aku akan melakukan apa saja untuk memilikimu di sisiku untuk waktu yang lama."
__ADS_1