
"Tidak, Naomi, Tanggalkan itu sekarang. Kau tidak boleh mengenakannya malam ini," kata Karin padaku saat aku keluar dari kamar mandi.
"Kenapa Karin? Apa kau begitu tidak suka melihatku setengah telanjang?" Aku bertanya kepadanya, "Kenapa aku tidak boleh memakainya, ini kan bagus?"
"Tidak, aku tidak ingin melihatnya," Karin menjawab, "Kau bukan temanku, tubuhmu juga itu aku tidak suka melihatnya."
"Maksudmu?" Aku bertanya meletakkan tanganku di pinggulku.
"Jangan tersinggung sayang, aku lebih suka melihat tubuh cowok-cowok seksi di banding harus melihat tubuhmu haha," kata Karin kepadaku, "Tapi serius Naomi ganti bra dan celana dalam mu itu."
"Kenapa?"
"Karena itu tidak cocok denganmu dan semuanya terlihat polos dan membosankan. Malam ini kan ulang tahunmu, kau harus terlihat sedikit wah, apalagi nanti pacarmu datang. Kau harus mengenakan sesuatu yang seksi." Kata Karin padaku.
"Pakaian dalam seksi terlalu berlebihan dan tidak nyaman. Dan apa masalahnya? Semua itu kan juga tidak akan terlihat karena pakaian dalamku berada di dalam bajuku," kataku padanya.
"Tapi aku yang melihat semua itu. Aku sedikit membayangkanmu dan secara tidak sengaja juga membayangkan pakaian dalam yang kau kenakan itu hahaha." goda Karin.
"Dan aku tidak peduli apa pendapatmu Karin. Itu celana dalam nenekku dan aku sangat menyukainya," kataku padanya mengambil jubah mandi ku untuk di pakai.
"Lantas, bagaimana dengan apa yang di pikirkan David nanti?" Karin bertanya sambil mengangkat alis yang menantang.
"David tidak akan tahu apa yang aku kenakan di balik pakaianku dan dia tidak perlu tahu itu. " kataku padanya.
"Dan bagaimana jika kamu beruntung malam ini dan dia mengantarmu pulang? Lalu... Lagipula ini ulang tahunmu," Karin menjawab, "Dia akan melihat apa yang kamu kenakan kemudian...."
"Heii.. Aku tidak akan memikirkan hal cabul seperti itu, Karin," kataku padanya, "David dan aku belum mengenal satu sama lain,"
"Jadi? Kau yang mengatakannya sendiri, kau pikir dia pria yang hebat, dia manis dan penuh perhatian. Kau menganggapnya super menarik, kau sangat menyukainya dan kalian berdua semakin dekat, dan sudah hampir resmi menjadi pasangan yang sesungguhnya, jadi apa masalahnya? " Karin bertanya.
"Ya ampun Karin thanks atas ucapanmu itu," kataku memutar mataku padanya, "Dan satu lagi, hanya karena aku sudah tidur dengan pria sebelumnya bukan berarti aku ingin langsung tidur lagi dengan orang berikutnya yang baru aku kenal. oke. Dulu Adit dan aku sudah bersama selama dua tahun, makanya wajar saja kalau kami sudah tidur bersama sebelum kami putus dan sekarang semua itu berbeda dengan David dan aku masih dalam proses untuk saling mengenal dan aku pikir dia baik-baik saja dengan hubungan kami ini jika kami menjalaninya dengan begitu santai dan lambat."
"Aku juga berpikir tidak ada masalah dalam mengambil tindakan secara lambat. Tapi lambat laun, aku melihat masalah dalam dirimu yang mengenakan pakaian dalam seperti itu malam ini," Karin berkata kepadaku, "Mungkin memang kau tidak berencana untuk melakukan hal itu dengan David malam ini tapi kau harus mulai melatih membiasakan dirimu mengenakan pakaian seksi atau pakaian dalam wanita yang wow kapan pun kau pergi bersamanya jadi jika suatu hari kau ingin melakukannya, kau sudah benar-benar siap."
"Karin, aku benar-benar tidak habis pikir kalau kau akan mengajariku tentang hal cabul seperti ini. Kau mungkin harus menjadi seorang penasihat hubungan percintaan atau semacamnya," kataku padanya.
"Ya, aku akan dengan senang hati menjadi penasihatmu," Karin tertawa, "Aku mau mandi dulu, jadi kalau kita mau keluar, kita bisa mulai bersiap-siap."
Setelah Karin pergi ke kamar mandi, aku melihat pakaian dalamku sekali lagi sebelum memutuskan untuk mengambil nasihatnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian...
Malam ini kita semua akan keluar untuk makan malam bersama sembari merayakan ulang tahunku. Malam ini kami makan berlima, Aku, David, Karin, temanku yang lain Jeni dan pacarnya Jerry.
Jeni sudah menjadi teman terbaikku sejak SMP hingga sekarang, Jeni dan Jerry sudah bersama sejak kelas 3 SMP, dia merupakan saksi dari kisah cintaku dengan Adit sampai kami putus begitu juga dengan Karin. Rasanya seperti hal tradisional bagi kami untuk pergi keluar dan merayakan ulang tahunku setiap tahun. Sebenarnya kami selalu pergi keluar dan merayakan ulang tahun satu sama lain, tapi tahun ini ada David menjadi orang baru dalam geng kami. Biasanya kami akan pergi keluar untuk makan sesuatu dan kemudian mengajakku ke club malam dan mencoba membuatku mabuk. Mereka sudah melakukannya bahkan sebelum aku berusia 21 tahun, tapi malam ini David ada di sini bersama kami, malam ini kita harus ngeclubbing. Aku tidak ingin dia merasa seperti dia bergaul dengan sekelompok anak-anak yang belum dewasa liar atau sesuatu.
Aku merasa malam ulang tahunku ini aku mengidam hal aneh, aku serasa ingin memakan sushi bersama dengan pizza jamur dengan ekstra keju dengan topping irisan sosis dan milkshake dan itulah yang aku pesan. Aku tahu aku mungkin terlihat seperti orang yang rakus tapi aku tidak peduli, ini kan hari ulang tahun ku.
Kemudian kami mendapat pencuci mulut - es krim dan kue - juga lagu ulang tahun yang dinyanyikan oleh beberapa pegawai, bahkan beberapa pelanggan lain bergabung juga yang membuatku merasa benar-benar istimewa.
Setelah semuanya selesai, mereka memberiku hadiah, hadiah Jeni dan Jerry adalah sebuah kotak yang di bungkus dengan rapi dan mereka bersikeras menyuruhku untuk membukanya saat aku sampai di rumah, aku merasa kalau hadiahnya itu sepatu atau sesuatu yang lain dari itu. Karin membelikanku salah satu gelang yang sangat indah, aku janji tidak akan pernah melepasnya.
"Aku tidak yakin apa yang harus kuberikan," kata David padaku.
"Tidak apa-apa kamu tidak harus memberikan apa-apa untukku. Yang jelas kamu ada disini bersamaku merayakan ulang tahunku bersamaku malam ini."
"Tapi aku punya sesuatu untukmu ... Sebenarnya aku punya dua hadiah untukmu." kata David menempatkan dua kotak berbungkus kecil di atas meja di depanku, "Hmm, mungkin kamu harus membuka yang ini dulu kalau kamu tidak suka yang satu kamu bisa mengambil kotak yang kedua."
"Kenapa tidak? Kurasa aku akan suka apa pun yang kamu berikan," Aku tersenyum padanya sebelum merobek kertas kado dari kotak dan membukanya, "David ... Ini indah sekali, terima kasih."
wow dia memberikanku berlian yang indah.
"Wow, itu sangat cantik."
"Sangat indah," Jeni dan Karin berkata bersamaan saat aku mengambil kalung itu dari kotak.
"Oke aku janji, aku tidak akan pernah melepas kalung ini," aku terkekeh, "Terima kasih David, aku menyukainya."
"Sini, biarkan aku memasangkannya untukmu," jawab David tersenyum saat dia mengambil kalung itu dan berdiri untuk meletakkannya di leherku.
"Ini hadiah terbaik David," kataku sambil memeluknya sebelum dia duduk kembali.
"Hei, bagaimana dengan kita?"
Karin, Jeni dan Jerry memprotes.
"Aku belum melihat hadiah kalian, kau dari bersikeras menyuruhku membukanya nanti saat di rumah, jadi aku belum bisa menilai hadiahmu, tapi Karin jangan khawatir hadiahmu adalah yang terbaik juga," kataku kepada mereka.
"Tidak apa-apa, aku tidak marah," jawab Karin.
__ADS_1
"Jadi kamu bisa membuka hadiah kedua sekarang," kata David kepadaku, "Karena kamu menyukai yang pertama, aku harap kamu juga suka yang ini. Jangan panik yah, kumohon."
"Kenapa? Ini bukan pertunangan atau semacamnya, kan?" Aku bercanda membuka kotak itu.
"Tidak, itu tidak..."
"Lantas kenapa aku harus takut ... Ya Tuhan ... David?" Aku tersentak tak percaya pada apa hadiah kedua itu.
"Apakah itu cincin pertunangan?" Jerry bercanda.

"Tidak .... David? Apa ini?" Aku dengan gugup mengeluarkan kunci dan fob dari kotak.
"Tidak mungkin, Itukah yang aku pikirkan?" Karin dan Jeni berkata dengan terkejut dan gembira.
"Kau memberitahuku kalau kau sering menaiki ojek online setiap hari ke kampus, jadi kupikir ini akan membuat segalanya lebih mudah untukmu," David tersenyum gugup, "Tolong katakan padaku kau akan menerimanya ... Selamat ulang tahun Naomi."
"Keren," kata Jerry, "Apakah itu kunci untuk mobil Ferrari merah yang kulihat di depan tadi?"
"Ya," jawab Davis.
"Astaga Naomi, kau baru saja mendapatkan mobil yang sangat keren," kata Jerry kepadaku ketika aku masih shock.
Omg, Serius? Apakah David baru saja membelikanku mobil untuk ulang tahunku? Ini tidak bisa dipercaya.
"Apa?" Aku berkata melihat kunci di tanganku dan kembali ke David "Tidak, tidak, Kamu baru saja membelikanku mobil? Kamu tidak bisa melakukan itu ... Kenapa kamu melakukan itu? Kamu bahkan nyaris tidak mengenalku.... Tidak, ini terlalu berlebihan, aku tidak bisa menerimanya."
"Naomi, aku sudah membelikannya untukmu. Ini sudah jadi milikmu, simpanlah , bukan apa-apa kok. Sekarang kamu tidak perlu khawatir naik angkutan umum atau ojek online ke kampus, kamu tidak perlu terburu-buru dan khawatir kamu akan terlambat, karena sekarang kamu punya kendaraan sendiri" kata David padaku.
"David terima kasih tapi aku tidak bisa menerima ini. Aku bisa menerima kalung itu kecuali mobil? Mobil itu agak terlalu berlebihan." kataku sambil menjabat tanganku sambil mengembalikan kuncinya.
"Naomi, aku sudah punya mobil. Aku membeli ini hanya untukmu, aku sudah membayarnya dengan cash, sudah di asuransikan dan semuanya sudah beres. Jika aku mengambilnya kembali tidak akan ada gunanya. Tolong, aku ingin kau menerimanya, aku berpikir tentang dirimu saat aku membeli mobil ini dan aku tahu, kau pasti kesulitan menaiki angkutan umum setiap hari jadi aku ingin membantumu. Jika kamu tidak menerima ini, aku merasa benar-benar di permalukan dan merasa kecewa." David menjawab masih memegang kunci di tanganku. "Jika kamu khawatir aku membelikanmu mobil ini dan aku akan menginginkan sesuatu sebagai balasannya, bukan itu. Aku tidak membelinya dengan motif tersembunyi. Itu hanya hadiah, itu tidak ada artinya bagiku. Aku berjanji kepadamu aku tidak akan memaksamu menjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan hanya karena aku sudah membelikanmu sebuah mobil, aku sangat menyukaimu Naomi, aku tidak akan meminta apa pun darimu. Hadiah yang kubeli ini, bisakah kau anggap saja itu sebagai hadiah dari seorang teman? Seperti Karin atau temanmu yang lainnya di sini malam ini yang memberikanmu hadiah. Naomi, aku mohon terima saja."
Aku benar-benar masih tidak percaya ini. Sulit untuk mempercayai kalau ada seorang pria yang baru saja kukenal selama 3 bulan, membelikanku mobil.
"David..." Aku tidak tau harus berkata apa lagi, tapi aku ingin melakukan satu hal yang akan mengungkapkan semua yang kurasakan saat ini.
Aku bersandar mengambil wajahnya di tanganku dan menciumnya. Aku bisa mendengar Karin dan yang lainnya bersorak saat aku membiarkan David tahu bagaimana perasaanku terhadapnya.
__ADS_1