Married With Sugar Daddy

Married With Sugar Daddy
Keputusan


__ADS_3

Sudah lebih dari setahun aku menjalin hubungan dengan David. Minggu lalu kami merayakan Anniversary kami dan itu sangat membahagiakan. Kami pergi merayakannya dengan teman-teman dan kemudian menyelesaikan perayaan kami di rumah. Alisa sekarang sudah begitu dekat denganku bahkan menghabiskan akhir pekan bersamaku dengan orang tuaku. Bahkan Alexa mendapat kesempatan untuk bertemu dengannya dan berpikir dia yang paling manis dan yang mengejutkannya lagi aku bahkan tidak tahu Alexa ternyata sangat menyukai anak-anak. Beberapa bulan yang lalu kami merayakan ulang tahunnya dengan pesta kecil-kecilan dan yang mengejutkanku dia meminta salah satu teman sekolahnya untuk memotong kue bersamanya, dengan bertanya kepadaku terlebih dahulu. Aleah sampai sekarang tetap saja masih nakal, apalagi sekarang usianya sudah lima belas tahun dan sudah duduk di bangku sekolah menengah. Dia masih berusaha kasar pada saat berbicara tapi tidak sebanyak seperti sebelumnya. Sekarang dia mulai bersikap dingin dan kebanyakan berusaha menghindariku dan hanya berbicara kepadaku saat dia butuh.


David sudah memintaku untuk pindah bersamanya, bahkan memberiku kunci rumahnya untuk diriku sendiri tapi aku masih belum bisa melakukannya. Pindah bersamanya sepertinya merupakan sebuah langkah besar bagiku dan aku agak ragu untuk berjauhan dari orang tuaku, aku terlalu dekat dengannya. Aku harus bicara dengan Karin untuk mendengar pendapatnya.


"Serius, Naomi? Kau konyol sekali. Kenapa kau harus memikirnya selama ini hanya untuk pindah bersama pria yang kau cintai?" Karin berkata kepadaku saat kami makan siang bersama.


"Karin itu tidak konyol, aku hanya berpikir pindah bersama adalah sebuah langkah besar" jawabku.


"Tapi mungkin sepertinya kau merasa dia tidak memintamu untuk menikah dengannya makanya kau tidak yakin, karena kau khawatir apakah akan berhasil atau tidak karena itu merupakan komitmen yang besar. " Karin berkata kepadaku. "Lihat aku contohnya pacarku memintaku untuk pindah bahkan sebelum kita berpacaran setahun. Aku tidak berpikir dua kali sebelum memberikan jawaban padanya. Aku memiliki setengah dari barang-barangku di rumah orang tuaku jadi, kalau ada hal-hal yang terjadi di antara kami, aku bisa kembali ke rumah. Selain itu, kau dan david seperti pasangan yang kuat. kalian berdua saling mencintai cinta satu sama lain dan David juga orangnya sangat rendah hati yang pernah kutemui. Tidak mungkin kalian berdua tidak cocok."


"Karin, ada satu hal lagi. Pacarmu tinggal sendiri jadi sekarang kalian berdua tinggal bersama. Di sisi lain David punya dua anak," kataku kepadanya, "Anaknya yang kedua Aliaa bukanlah masalah untukku, tapi bagaimana dengan Aleah anak pertamanya?"

__ADS_1


"Kau harus memperlakukannya seperti yang selalu kau lakukan. Kau hanya perlu bicara dengannya jika itu perlu tapi jika dia menjadi-jadi, kau cukup mengabaikannya." Karin menjawab "Jika kau dan David saling mencintai maka aku akan berhasil."


"Aku pasti akan merindukan orang tuaku."


"Bukan begitu, kau bisa minggu ini dengan David lalu minggu depannya lagi kau bisa sama orang tuamu. Naomi, itu tidak sulit, kau ini tidak sedang ingin pindah ke luar kota bersamanya. Lagipula bukankah kau selalu bilang kalau sangat aneh kalau kita sudah dewasa tapi masih tetap tinggal bersama orang tua, inilah kesempatanmu untuk tinggal jauh dari mereka apalagi kau akan tinggal bersama pacarmu." Kata Karin padaku. "Sekarang aku sarankan cepatlah berpikir."


Di rumah..


"Ayah," kataku dengan nada peringatan, "Kupikir, kalian berdua sudah begitu akrab."


"Sayang, jangan pedulikan dia, dia hanya sedih kau meninggalkan kita sekarang," kata Ibu padaku dengan senyum yang kuketahui biasanya mendahului air mata.

__ADS_1


"Ibu, ayolah. Kalian harus menghentikan ini. Aku tidak akan meninggalkanmu, aku tetap ada hanya saja tidak akan berada di sini sesering dulu," kataku kepada mereka. "Aku akan sering mampir kalau aku punya waktu dan aku akan berada di sini setiap akhir pekan. Jadi kalian akan baik-baik saja, sekarang bisakah kalian berdua tolong berhenti membuatku merasa bersalah karena mau pindah. Aku harusnya bersemangat hari ini, namun entah bagaimana kalian berdua hanya membuatku ingin membongkar barang-barangku dan membawanya kembali ke kamarku. Aku bahkan tidak akan pergi secara teknis karena jika kalian masuk ke kamarku, kalian pasti melihat kalau aku masih meninggalkan banyak barang-barangku di sana."


"Baiklah, baiklah. Ibumu dan aku akan berusaha mwncoba berbahagia untukmu," kata Ayah kepadaku.


"Mencoba?" Aku memberinya tatapan tidak percaya.


"Kami bahagia untukmu, Sayang," Ibu tersenyum padaku, "Jangan pedulikan ayahmu. Kami harap kau akan bahagia tinggal bersama David."


"Terima kasih, ibu, ayah," aku tersenyum pada mereka, "aku juga berharap begitu."


"Dan sebaiknya kau berkunjung seperti yang kau janjikan atau kalau tidak, aku akan datang untuk menendang dokter itu dan memindahkanmu kembali," kata Ayah kepadaku meskipun aku bisa melihat dia hanya bercanda.

__ADS_1


"Ayah, jangan khawatir. Kau bahkan tidak akan ingat kalau aku tidak tinggal di sini lagi."


__ADS_2