Married With Sugar Daddy

Married With Sugar Daddy
Kencan Berlanjut


__ADS_3

Sudah dua minggu berlalu sejak kencan pertamaku dengan David dan kami sudah mulai berhubungan sejak itu. Saat aku tiba di rumah pada Sabtu malam itu, David mengirim pesan Whatsapp padaku untuk mencari tahu apakah aku pulang dengan selamat. Setiap kali dia tidak sibuk, dia pasti mengirimiku pesan singkat untuk memastikan kabarku dan sebagainya. Semenjak beberapa teks kecil sederhana dan polos itu, aku memperhatikan kalau percakapan teks kami mulai sedikit agak genit. Aku tahu kalau aku baru saja mengenal David selama tiga minggu dan kami hanya baru bertemu dan keluar sekali, tapi aku tidak merasa aneh kalau sebenarnya kami sedang saling menggoda. Kami berencana untuk keluar lagi akhir pekan ini jadi aku benar-benar menantikan hal itu. Sangat aneh, bagaimana aku tidak ingin pergi berkencan dengan yang lain setelah yang lain gagal dan sekarang aku pikir mungkin aku mulai menyukai David karena sejauh ini dia begitu manis, penuh hormat dan rendah hati, agak sulit untuk dipercaya bahwa pria ini benar nyata adanya.


David : Hei Naomi, lagi apa?


Naomi : Hai David, bagaimana kabarmu? Aku sedang dimanjakan oleh sahabatku. Dia memberiku pedikur, biarkan aku memberitahumu kalau dia seorang ahli dalam hal ini.


David : Itu terdengar luar biasa. Aku ingin bertemu dengannya nanti. Jadi apakah dia seperti seorang ahli kosmetologi (kosmetik) atau semacamnya?


Naomi : Sumpah benar dia ahli dalam hal itu sekarang 😁😁 Jadi makanya aku membiarkannya, tapi aku tidak berbohong dia cukup pandai dalam hal ini. Kuku jari kaki ku bahkan sudah terlihat indah.


David : LoL itu lucu. Tapi bisakah aku melihat hasilnya?


Naomi : Tentu :)


"Karin, tunggu sebentar, biarkan aku memotret kakiku," kataku kepadanya sambil menyelesaikannya.


"Ini David yang karin lakukan sejauh ini." Kataku padanya saat aku mengirimkan gambar.


"Wow, luar biasa. Kakimu terlihat sangat cantik. Dia bisa jadi orang yang profesional, dia tampaknya cukup berbakat, dan akan menghasilkan banyak uang." kata david


"Aku pikir juga begitu. Mungkin kuliah di jurusan guru adalah jalan yang salah baginya. Tapi saat dia menjadi seorang guru dia pasti bisa membuka tokonya sendiri dan beroperasi pada setiap akhir pekan." Kataku


"Tentu saja" Ucap David


"Siapa yang kau temani chatting?" Karin menyeringai saat dia mewarnai kuku ku pada kakiku yang lain.


"Seseorang," kataku padanya sambil menahan senyum.


"Apa itu Dokter David?" Karin menggoda.

__ADS_1


"Mungkin" Aku tersenyum padanya, "Aku baru saja menunjukkan padanya hasil kerjamu pada kakiku, dia pikir kau cukup berbakat dalam hal ini dan harus memulai bisnismu sendiri."


"Mungkin suatu hari aku akan memulainya... tapi untuk saat ini aku hanya akan terus melatih kemampuanku padamu," Karin terkekeh, "Ngomong-ngomong, di mana dia? Bukankah dia seharusnya bekerja?"


"Aku tidak tahu, dia seharusnya bekerja. Aku akan bertanya padanya," kataku padanya ketika aku mulai mengirim chat ke David.


"Jadi kamu lagi apa sekarang? Kamu tidak kerja?" Kataku pada pesan yang akan kukirimkan ke David


"Aku sedang bekerja tapi sekarang kan jam istirahat untuk makan siang. Aku Tidak bisa merawat pasien sepanjang hari. Aku juga butuh istirahat sebentar atau kalau tidak otakku akan lelah, dan bisa saja salah memberikan obat." Kata David


"Aku mengerti dengan apa yang kau bilang. Aku tidak ingin itu terjadi, aku hanya ingin tahu saja makanya aku mengirimkanmu pesan." kataku.


"Itu karena aku punya sedikit waktu luang." Kata David.


"Ya Tuhan, David, kau tidak bisa melakukan hal seperti ini padaku," kataku keras-keras saat aku melihat foto-foto yang baru saja dia kirimkan padaku.


"Tidak bisa melakukan apa? Apa yang dia lakukan?" Karin bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Astaga... Naomi. Kurasa aku akan, aku mungkin perlu ke dokter" Karin pingsan dan membuatku tertawa, "Hei, dia terlihat sangat seksi. Kau harus bertemu dengannya lagi, jangan akhiri komunikasimu dengan orang ini bahkan sebelum itu dimulai oke!"


"Tenang Karin," aku terkekeh.


"Kapan?" Karin bertanya dengan penuh semangat.


"Malam Sabtu ini," kataku padanya.


"Bagus. Kita masih punya cukup waktu untuk memikirkan pakaian apa yang bagus kau kenakan nanti dan memperbaiki kukumu." Karin menyengir, "Cepat dan akhiri chat mu itu, karena aku harus mewarnai jari tanganmu selanjutnya. Kau harus melihat lebih teliti lagi."


"Karin, apa kepalamu agak sedikit retak? Jangan tersinggung," aku terkekeh.

__ADS_1


"Santai Naomi, sekarang saatnya untuk memastikan Dokter David jatuh cinta padamu saat dia melihatmu nanti."


Malam ini..


Aku akan berkencan lagi malam ini dengan David. Aku sudah mengirimkan lokasiku padanya agar dia datang menjemputku. Karin tentu saja menginap dan juga datang dari awal sore ini hanya karena dia ingin memastikan aku terlihat cukup bernapas, tapi aku tahu bukan itu saja, dia sangat ingin melihat David saat dia menhemputku. David sudah memberitahuku sebelumnya kalau dia akan berada di sini pada pukul 6:00 dan kami akan pergi ke sebuah galeri pembukaan pada pukul 7:00 dan butuh hampir 30 menit untuk berkendara untuk ke sana. Sekarang jam 5: 47pm dan aku belum siap jadi aku segera bergegas.


"Apa yang kau lakukan dengan rambutmu, apa itu yang akan kau kenakan?" Karin bertanya ketika aku mengenakan bajuku.


"Apa? Apakah ini terlihat tidak bagus?" Tanyaku saat aku menoleh padanya untuk membantuku berdandan.


"Tidak, tapi itu perlu disisir sedikit," kata Karin padaku saat dia membuka ritsletingku dan pergi mengambil sisir rambutku.


"Bisa-bisanya aku tidak tepat waktu," Aku berkata padanya saat dia membantu memperbaiki rambutku.


"Itu karena kita cenderung menunggu sampai menit terakhir untuk mulai bersiap-siap."


"Aku benar-benar harus merubah kebiasaan itu," kataku mencoba memakai sepatu, sementara Karin menyisir rambutku.


"Apa kau ingin aku memakeup mu atau ..."


Pertanyaan Karin terpotong oleh bel pintu yang berdering di lantai bawah.


"Aku khawatir tidak akan cukup waktu untuk itu. Ya Tuhan, dia datang lebih awal dan aku ... aku belum siap. Karin tolong buka pintunya. Aku akan ke sana aku hanya perlu beberapa sentuhan akhir" kataku mendorongnya ke pintu.


"Kau ketakutan," dia tertawa.


"Pergilah ... Dan tolong coba jauhkan dia dari ibu jika memungkinkan, akan ada banyak pertanyaan yang muncul."


"Oke, baiklah, aku pergi. Akhirnya aku mendapat kesempatan untuk bertemu dokter sexy itu," Karin menyeringai berjalan keluar dari pintuku, "Kau cepatlah ...!"

__ADS_1


David datang sepuluh menit lebih awal. Ini kualitas yang cenderung aku kagumi pada orang saat mereka selalu datang tepat waktu. Aku sudah berpakaian dan rambutku sudah diperbaiki jadi aku cepat-cepat menaruh beberapa maskara di bulu mataku dan menambahkan beberapa lipstik merah muda ke bibirku sebelum mengambil barang-barangku dan menuju ke bawah.


__ADS_2