
"Hei, Naomi, kau tidak memakai ini lagi, kan? Kelihatannya sudah agak kecil di badanmu sekarang," Ashley bertanya saat aku hendak memasuki kamarku.
"Kenapa kau mengambil barang-barangku !? Ashley cepat keluar dari kamarku!" Aku berteriak dan mengambil baju itu darinya dan meletakkannya kembali di lemariku, "Kau baru saja tiba di sini sepuluh menit yang lalu dan kau sudah menyentuh barang yang bukan milikmu."
"Aku hanya melihat-lihat pakaianmu ..."
"Aku tidak memberimu izin untuk memeriksa barang-barangku jadi keluarlah dari kamarku dan jangan menyentuh barang-barangku" kataku padanya.
"Astaga Naomi, jangan terlalu berlebihan deh. Aku hanya melihatnya dan tidak mengambil apapun," katanya mundur.
"Setiap kali kau datang ke sini pasti, barangku ada yang hilang dan aku bersumpah Ashley, jika kau mengambil sesuatu dari kamarku kali ini, aku akan mengadu pada ayahmu kmudian aku akan mencekikmu. Aku tidak bercanda yah, jangan main-main dengan barang-barangku."
__ADS_1
"Kau bilang semua itu padakan seakan aku ini seorang pencuri atau semacamnya," Ashley terkekeh, duduk di meja rias.
"Kau memang pencuri, jika kau terus mengambil barang-barangku tanpa aku memberikannya kepadamu ... Hei! Apa yang baru saja ku bilang, jangan menyentuh barang-barangku!" Aku menghampirinya, mengambil kalungku dari tangannya dan memasukkannya kembali ke dalam kotak sebelum menarik lengannya dari kursi kemudian menyeretnya keluar dari pintu. "Keluar, aku tidak ingin kau masuk ke dalam kamarku lagi."
"Oww! Baiklah, baiklah, baiklah," Ashley menarik tangannya dari genggamanku, saat dia ada di pintu, dia mengatakan, "Ya ampun, kau tidak seharusnya terlalu agresif atau menganiaya aku seperti ini. Jadi apa yang harus kulakukan untuk bersenang-senang di sini? "
"Terus terang aku tidak peduli. Pergi sana nonton TV atau apalah,"
"Apa kau selalu sekasar ini pada orang lain atau kau beginii hanya padaku?" Ashley bertanya.
"Ok baiklah, mungkin akan lebih baik aku menghabiskan sisa malamku di sebelah," teriak Ashley.
__ADS_1
"Ya terserah kau, apa pun yang kau suka, lakukanlah. Kau bahkan bisa membuat anak sekalian atau menangkap tikus atau sesuatu. Aahley, dengar! Aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan oke!"
"Serius? Kau tahu, Kita ini sepupu, kaulah satu-satunya sepupu yang lebih dekat dengan usiaku sejak adikku baru berusia 6 bulan. Dan aku selalu berusaha menyesuaikan diri dengan bersamamu, aku bahkan selalu berusaha menjadi dewasa karena kupikir kau hanya melihatku sebagai anak yang menyebalkan, tapi kau sepertinya selalu saja seperti itu." Ashley terdiam dan berhenti mengikutiku.
"Sudah cukup ocehannya?" aku berhenti juga dan berbalik untuk menghadapnya.
"Dasar nenek sihir," jawab Ashley.
"Dasar menyebalkan!" kataku padanya, "Mungkin jika kau sendiri tidak terlalu menyebalkan, aku tidak perlu bertindak seperti itu denganmu".
"Aku bahkan tidak tahu kenapa aku repot-repot berusaha dekat denganmu. Aku sudah mencoba segalanya untuk mendapatkan perhatianmu dan sepertinya kau tidak menyukaiku walaupun kita sedarah," kata Ashley kepadaku. "Aku biasanya tidak peduli apa yang orang pikirkan tentangku tapi aku ingin tahu, kenapa kau membenciku Naomi? "
__ADS_1
Untuk pertama kalinya aku mendengar dia bicara seperti itu atau menanyakan pertanyaan ini padaku. Aku juga tidak tahu dia merasa seperti ini, aku hanya selalu berpikir dia anak nakal yang selalu membuatku marah dan kesal. Aku tidak pernah berpikir kalau dia seperti itu karena dia berusaha untuk mendapatkan perhatianku, sekarang aku tahu kenapa dia selalu ingin datang ke rumah dan kenapa dia suka menggangguku.
"Aahley, aku tidak membencimu, oke? Kau itu sepupu ku. Aku tidak bisa membencimu, tapi aku hanya membenci sikapmu yang kau miliki dan aku benar-benar membencimu saat kau bermain-main dengan barang-barangku," kataku kepadanya " Jika saja kau mengurangi sebagian sikapmu dan tahu batasanmu denganku, maka kita bisa menjadi teman yang baik. Lagipula aku sudah dewasa, aku mungkin hanya 6 tahun lebih tua darimu, tapi aku sudah dewasa darimu jadi, aku tidak akan melakukan hal yang tidak sopan sepertimu."