
"Karin, apa itu Hp-ku?" Aku menunjuk ke arah Hp yang dia mainkan di tangannya.
"Ini? Ya," Karin mengangguk saat dia mencoba menyesuaikan ke posisi yang lebih nyaman di tempat tidur, "Tunggu, apa kau bermain game di Hp-ku? Aku tidak pernah mendownload game itu"
"Kau memang tidak pernah mendownloadnya, tapi sekarang aku yang melakukannya," jawab Karin, "Kau tidak sadar, apa? Aku memasang game itu di Hpmu sekitar dua bulan yang lalu."
"Apa? Aku benar-benar tidak tahu," kataku ketika aku duduk di tempat tidur, "Di mana Hpmu?"
"Hp ku lowbet, jadi aku menchargernya disana." Karin menunjuk ke arah Hpnya di meja.
"Jadi sekarang kau juga mau menghabisi d
bateraiku juga?" Aku bertanya.
__ADS_1
"Ya, sepertinya," Karin mengangkat bahu.
"Enak saja," jawabku dengan sinis, aku menatapnya dengan tajam, "Jadi begini, David memintaku untuk pergi ke Citra Highland bersamanya untuk liburan"
"Citra Highland?" Karin bertanya kaget dan gamenya pun terlupakan.
"Yah di sana ada orang tuanya dan sebagian besar keluarganya tinggal," kataku padanya, "Dia ingin aku bertemu mereka."
"Itulah yang selalu kudengar, karena sebenarnya Jakarta itu biasanya adalah kota asal dari para selebritas?" Aku menjawab, "Yah, aku kira keluarganya punya banyak uang, katanya kedua orangtuanya adalah pensiunan dokter dan sebagian besar keluarga dan kerabatnya yang lain dari bidang kedokteran juga."
"Naomi, saat kau pergi nanti, kasih tahu aku yah kalau kau bertemu dengan selebritis mana pun dan jangan lupa tanda tangannya juga," Karin terkekeh.
"Jangan khawatir, aku pasti akan melakukannya." kataku, bermain-main.
__ADS_1
"Dan kau harus memberiku detail seperti apa orang tua dan kerabatnya," kata Karin kepadaku, "kuharap mereka tidak seperti Ibu pacarku."
"Karin, aku benar-benar berharap mereka tidak seburuk itu. Aku tahu sebagian besar orang tua, terutama para ibu di sekitar usia itu sering kali sangat protektif terhadap putra-putranya yang berpacaran dengan wanita yang lebih muda, tapi aku hanya berharap keluarga David menerimaku karena aku sangat menyukainya, dan aku pikir aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini dengannya jika mereka tidak menyukaiku."
"Kenapa tidak? Coba lihat aku masih bersama Pacarku Martin bukan, meskipun...?" Kata Karin padaku.
"Ya, tapi kau jauh lebih gigih dan lebih kuat daripada aku," kataku kepadanya, "Jika mereka jahat padaku, aku tipe wanita yang mudah untuk pergi karena aku tidak bisa diam dengan tindakan mereka terhadapku dan itu bisa menyebabkan keretakan di antara mereka, jadi aku akan pergi begitu saja. Sebaliknya kau benar-benar baik untuk tidak membiarkan Martin tahu betapa jahatnya keluarganya. "
"Naomi, lihat, aku mengerti apa yang kau katakan tapi kau harus melihatnya dari sisi lain, orang baik seperti apa yang kau dan aku miliki, sungguh, mereka tidak mudah di temukan. Sangat jarang kau menemukan seseorang yang seperti itu, kau dan aku harus tetap berpegang teguh dengan mereka. Kau harus berjuang untuk mempertahankan pasanganmu, meskipun kau harus tetap diam karena kau membenci keluarganya dan bersaing demi mendapatkan perhatiannya," kata Karin kepadaku. "Bukan berarti karena kau menyukai pria itu, kau juga harus menyukai keluarganya"
"Karin, lihatlah perbedaan antara kau dan aku, hal-hal seperti ini sepertinya sangat mudah bagimu. Sepertinya hal seperti itu tidak mengganggumu sama sekali"
"Jujur, awalnya itu menggangguku tapi sekarang. Aku tidak peduli lagi," Karin menjawab, "Aku berkencan dengan Martin bukan ibunya, jadi aku tidak peduli apakah dia menyukaiku atau tidak. Selain itu, ini hanya pengalamanku yang sedang kita bicarakan di sini, Naomi, keluarga David mungkin tidak seperti itu. Kau tidak perlu khawatir sampai kau bertemu mereka. Dan jika ternyata mereka tidak baik kepadamu maka cobalah untuk melupakan mereka dan fokus pada dirimu dan David, oke. Tidak ada keluarga yang pantas menghalangi hubungan kalian."
__ADS_1