Married With Sugar Daddy

Married With Sugar Daddy
Hari yang Gila


__ADS_3

"Sayang, aku mengalami hari yang paling gila hari ini," kata David saat dia datang untuk bergabung denganku di tempat tidur.


"Apa yang terjadi?" Aku bertanya sambil menyangga tubuhku, membalikkan tubuhku untuk memberinya perhatian penuh.


"Jadi aku punya pasien hari ini. Pacarnya dan sepupunya menemaninya. Kasusnya, entah bagaimana wanita itu bisa memotong tangannya sehingga merekabmembawanya untuk diberikan jahitan. Aku pribadi mereka seharusnya membawanya ke ruang gawat darurat, meskipun aku mampu membantunya. Aku masih percaya kalau kasus-kasus tertentu harus langsung pergi ke ruang gawat darurat." David berkata, "Lukanya tidak terlalu dalam, tapi dia membutuhkan beberapa jahitan. Aku memberi tahu mereka dan terus memberikan dia sedikit anestesi sehingga dia tidak akan merasakan sakit saat aku menjahit tangannya. Saat kedua wanita itu melihat jarum, mereka benar-benar mengambil ancang-ancang padaku dan mulai berteriak dan mencoba berlari keluar. Dia mengetuk beberapa barang di klinik, pacarnya serta sepupunya mencoba mengendalikannya dan membuatnya tenang. Ini sesuatu yang belum pernahku lihat selama bertahun-tahun, tapi hari ini saat itu terjadi, aku merasa itu sangat lucu, aku masih tidak percaya ternyata masih ada orang dewasa yang takut dengan jarum."


"Ya Tuhan," aku hanya bisa tertawa, "Itu mengingatkanku pada diriku sendiri saat aku masih kecil."


"Kau takut dengan jarum?" David terkekeh.


"Aku takut pada jarum, dokter, dan rumah sakit." Aku tertawa, "Jantungku serasa mau copot keluar dari dadaku ketika ibu membuat janji untuk mengunjungi dokter. Dan ketika aku melihat jarum aku mulai menangis. Bahkan sampai sekarang aku masih takut pergi ke dokter."


"Oh, benarkah? Kaubilang kau takut pada dokter? Bukankah itu agak ironis?" David menyeringai.


"Mungkin, tapi jelas aku tidak takut pada satu dokter tertentu." Aku tersenyum menyandar padanya dan mematuk bibirnya. "Namun sampai sekarang memang aku masih tidak suka jarum. Mungkin sama saja, aku dengan wanita itu, merasa panik. Itulah alasanku selalu berusaha untuk berhati-hati dan tidak jatuh sakit karena aku ingin menghindari kunjungan dokter selama aku bisa."


"Kau tidak perlu takut pergi ke dokter lagi karena kau sekarang sudah punya dokter pribadimu sendiri," David menyeringai.


"Dan aku sangat bersyukur untuk itu karena aku tidak perlu takut lagi saat aku di diagnosis," aku terkekeh.


"Kau benar tentang itu. Lagi pula aku bukan orang yang menakutkan."


"Tidak, kau tidak menakutkan." Aku tersenyum sebelum menciumnya. "Btw, berbicara tentang hari yang gila. Aku membuat beberapa penemuan gila hari ini dengan penempatan praktik mengajarku yang terakhir. Kau tahu bagaimana aku mengatakan kepadamu kalau aku akan melanjutkan praktik mengajar selama tiga bulan ke depan?"


"Ya"

__ADS_1


"Yah, coba tebak, SMA mana yang kudapat?"


"Dimana?" Tanya David.


"Global Highscool," kataku saat kesadaran menyadarinya.


"Itu bagus, sekarang kau bisa dekat dengan Aleah, kau bisa memberinya tumpangan pergi dan pulang sekolah dan juga bisa mengawasinya."


"Tidak, itu tidak bagus. Aleah akan menghindar. David ini tidak keren, kau tahu bagaimana dia dan bagaimana perasaannya terhadapku. Dia baru saja bersikap dingin terhadapku dan sekarang aku berada di sekolahnya di mana dia mungkin menganggapnya sebagai tempat persembunyiannya tempat di mana dia bisa menjauh dariku," aku menjawab. "David percayalah padaku ini tidak bagus, pacar ayahnya berada di rumahnya dan di sekolah setiap hari. Sekolah adalah salah satu tempat di mana kau bisa benar-benar membiarkan kau menjadi dirimu sendiri tanpa orang tuamu atau siapa pun yang ada di sana untuk mengawasimu. Jadi, jika aku berada di sana mungkin akan menyebabkan lebih banyak ketegangan di antara kami."


"Itulah alasan aku berpikir kalau itu bagus, kalau kau berada disana. Membiarkan hal yang baru saja kau bicarakan di sini, Aleah akan dipaksa untuk menjaga sikapnya," David berkata kepadaku. "Aku sudah memperhatikan beberapa sikapnya dan hal-hal yang dia coba lakukan bahkan di hadapanku, aku hanya bisa membayangkan bagaimana dia berperilaku saat aku tidak ada di sana melihatnya. Jadi, saat dia tahu kalau kau akan berada di sana setiap hari, maka dia tidak punya pilihan selain bersikap baik. Ingatkan aku untuk mengirim ucapan terima kasih formal kepada koordinator praktik mengajarmu karena sudah mengirimmu kesana. Aku tidak bisa memberi tahu Aleah kabar baik ini hari ini, mengkin besok atau saat makan malam nanti."


"David, jangan salah beranggapan tentang ini. Tapi kupikir kita di lahirkan di dua zaman yang berbeda, di mana gagasanmu tentang berita baik dan bagus sebenarnya adalah bencana besar."


Ada saat-saat tertentu, dimana kau pergi ke sebuah restoran dan memiliki pelayan yang tampak sangat judes dan bahkan tidak tersenyum atau berbicara dengan kau selain untuk bertanya apa yang kau inginkan, malam ini adalah salah satu malam di mana aku berharap kalau kami bertemu salah satu dari mereka.


Jadi, David, Aleah, Alisa, dan aku pergi makan malam di sebuah restoran keluarga yang disebut Beefsteaks. Sebelum, kami semua siap untuk pergi makan malam, kebetulan Aleah dan aku mengenakan gaun yang sama persis, warna yang sama dan semuanya. Aleah ingin mengganti pakaiannnya setelah dia turun dan melihat kalau aku mengenakan style yang sama dengannya, tapi David bersikeras untuk menyuruh Aleah tidak mengganti pakaiannya. Ini terlihat konyol. Bagi laki-laki tampaknya tidak memiliki masalah sama sekali dengan melihat lelaki lain mengenakan pakaian yang sama persis, tapi di sisi lain perempuan, kita menganggapnya sebagai masalah besar. Lagi pula David sudah mereservasi untuk makan malam dan mengatakan kalau kita tidak punya banyak waktu, jika kami tidak segera pergi, kami akan terlambat dan kehilangan meja kami.


Jadi kami tiba di restoran dan pelayanan menunjukkan meja kami, meskipun Aleah dan aku berpakaian yang sama, tidak ada orang yang mengomentarinya. Sekitar satu menit atau lebih setelah kami duduk, seorang pelayan datang untuk menerima pesanan kami dan saat itulah keadaan menjadi sedikit canggung. Dia datang dan bersikap baik, tapi kemudian dia berkomentar tentang betapa lucunya kami, dia pikir David membawa putrinya keluar. Sekarang itu tidak akan menjadi pujian yang buruk atau memalukan jika bukan karena kenyataan kalau dia melanjutkan perkataannya, dia mengatakan bagaimana Aleah dan aku adalah saudara perempuan yang manis dengan gaya pakaian kami yang sama. Serius? David bahkan tidak terlihat cukup tua untuk menjadi ayahku. Itu sangat canggung dan memalukan saat kami mengklarifikasi kalau dia bukan ayahku. Dia benar-benar meminta maaf dan bagian yang anehnya, rupanya Aleah menganggapnya lucu.


"Jadi, Naomi punya berita baik untukmu," David mengumumkan kepada Aleah begitu kami makan malam.


"Tidak," kataku, memelototi David berusaha membuatnya diam.


"Kedengarannya menarik," kata Aleah sinis.

__ADS_1


"Tidak, tidak. Lagipula itu tidak penting."


"Naomi akan mengajar di Global Highscool selama tiga bulan ke depan"


"David!"


"Apa!?" Aleah menjerit dengan mata terbelalak, "Kau pasti bercanda."


"Aku tidak akan mengajar di sana. Ini untuk penilaian praktik mengajar terakhirku," aku menjelaskan.


"Serius? Dari semua sekolah di negara ini, kenapa kau harus memilih sekolahku?"


"Aku tidak memilih sekolahmu. Pihak kampusku yang menempatkan kami di sana."


"Apa?" Aleah bertanya sambil mengangkat alis.


"Maksudku kelompokku. Kan di dalam kelompok kami ada enam orang. Aku, temanku yang baik hati dan beberapa yang lainnya. Kelompok kami di tugaskan ke sekolah jadi aku tidak memilih sekolah itu sendiri. Kami hanya bisa memilih sekolah pada tahun pertama kuliah saat kampus menyuruh kami untuk melakukan pengamatan." kataku padanya, "Jangan khawatir, disana aku pasti sangat sibuk untuk mengejar nilaiku jadi aku tidak akan mengganggumu."


"Ini tidak bisa dipercaya," keluh Aleah.


"Sisi baiknya, kau bisa pergi dan pulang dari sekolah bersama Naomi," kata David.


"Oh, bagus," kata Aleah sinis.


Aku tahu ini tidak akan mudah.

__ADS_1


__ADS_2