
"Hei," sapa David sambil tersenyum sat aku bertemu mereka di lantai bawah "Maaf aku terlambat"
"Hai ... Astaga, kamu terlihat sangat cantik" David tersenyum melihatku.
"Terima kasih"
"Jangan khawatir, kamu tidak terlambat, aku datang lebih awal. Temanmu Karin sudah ada di sini sebagai tuan rumah yang baik sejauh ini," jawab David sebelum mengulurkan setangi mawar merah kepadaku. "Ini untukmu. Sebenarnya aku ingin membeli dua lusin, tapi nanti kamu berpikir ini terlalu aneh, jadi aku hanya membawa satu."
Omg, dia membawa bunga?
"Terima kasih, David," Aku tersenyum mengambil mawar darinya, "Aku suka itu."
"Dia benar-benar romantis," Karin berkata di sampingnya.
"Jadi, apakah kamu sudah siap untuk pergi sekarang?" Tanya David.
__ADS_1
"Ya"
"Senang bertemu denganmu, Karin, nanti kita akan bertemu lain kali," kata David padanya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Ok David," Karin tersenyum sambil menjabat tangannya, "Selamat bersenang-senang, kawan"
"Terima kasih,"
Beberapa saat kemudian...
"Bagaimana bisa pria tua ini di sini, begitu beruntungnya dirimu sudah memiliki seorang wanita cantik di hidupmu. Sepertinya kamu menemaninya ke sini malam ini?" Teman David, Jefri, merupakan salah satu seorang seniman berkata kepadaku ketika David hendak memperkenalkannya.
"Aku tidak tahu, kurasa dia juga pria yang luar biasa, jadi aku memutuskan untuk memberinya kesempatan," jawabku ketika aku menatap David sambil tersenyum.
"Benarkah? Dia pikir kamu hebat? David, apakah kamu sudah mencuci otaknya di sini?" Jefri menggoda.
__ADS_1
"Aku tidak perlu mencuci otaknya Jef, Naomi tahu aku pria yang baik sepertimu," canda David.
David, Jefri, dan aku berbicara sambil bercanda gurau lagi sebelum David dan aku memutuskan untuk pergi. Karena kami belum makan sejak tadi sebelum pergi ke galeri, David bersikeras membawaku mencari sesuatu untuk di makan.
"Apa yang ingin kamu makan?" Tanya David, saat kami masuk ke mobil.
"Aku tidak tahu, kurasa aku sedang ingin burger atau hidangan seafood," kataku kepadanya, "Bagaimana denganmu?"
"Apa pun, aku akan makan apa pun yang kamu inginkan. Kamu yang memutuskan," kata David padaku.
"Tidak, itu terserah kamu. Aku tidak ingin kamu makan sesuatu yang tidak benar-benar kamu inginkan karena aku," kataku kepadanya, "Kamu yang pilih, kemana pun kamu membawaku, aku akan mengikuti kemauanmu."
"Naomi, ayolah," David terkekeh, "Apa yang kau inginkan? Apakah kamu ingin pergi ke restoran atau apa?"
"Aku kan sudah bilang, mungkin aku merasa ingin memakan burger atau seafood, tapi jika kamu menungguku untuk berpikir, kita akan berada di sini untuk sementara waktu," aku berkata kepadanya.
__ADS_1
"Baiklah, kurasa aku tahu tempat yang bagus kalau begitu," David tersenyum dan diapun melaju.