
"Kebiasaan kalau aku panggil pasti kemana-mana dulu !!" Andika disambut dengan kata-kata tajam oleh sang pemilik ruangan saat berdiri di depan meja kerja sang bos.
Andika menatap datar pada pria tampan yang pagi ini terdengar sangat labil saat berbicara. Ingin rasanya Andika berteriak menanyakan masalah pria tersebut namun apalah daya masih menyukai pekerjaannya.
"Jangan merutukku Dika," Najib kembali bersuara dan semakin memancing kekesalan Adam.
"Ada masalah apa sih bos ? Sejak aku masuk selalu saja dituduh yang tidak kulakukan. Aku juga manusia bos, punya hati dan rasa, " Andika memperlihatkan wajah memelasnya berharap sang bos sedikit tersentuh dan tak lagi menganiaya dirinya secara verbal.
"Jarak ruanganmu dengan ruanganku sangat dekat bahkan jarak tempuhnya pun tak sampai dua menit tapi hingga masuk ke ruanganku, kamu menghabiskan waktu lebih dari lima menit." Najib berdiri dan memperlihatkan jam tangannya tepat di depan mata Andika sehingga yang bersangkutan menganga tak percaya.
"Astaga bos, aku hanya menyapa gadis kecil nan cantik diluar ruangan ini." Adam mendengus pelan bahkan sangat amat pelan sehingga Najib tak menyadarinya.
Mendengar ucapan asistennya membuat Najib melempar tatapan tajam hingga rasanya menusuk sampai ke jantung Andika. Entah mengapa Najib merasa jika Andika sedang berusaha menarik perhatian Aleya dan hal itu sangat mengganggu perasaan Najib.
Padahal tak ada yang salah jika pun hal itu benar adanya. Aleya seorang wanita single yang meskipun memiliki satu anak namun pesonanya tak kalah dengan gadis-gadis yang bertebaran diluar sana.
"Kamu banyak kenalan dunia hitam dan dunia putih kan ?" Najib berubah serius dan Andika terhenyak mendengar pertanyaan pria tampan yang terlihat sangat serius. Sejak kapan bosnya itu mengetahui pergaulannya dimasa lalu.
"Maksud bos ?!" Andika benar-benar tak mengerti, ia merasa arah pembicaraan mereka kali ini bukan tentang bisnis.
"Aku ingin kamu mengerahkan teman-teman dunia hitammu untuk menyelidiki kejadian yang aku alami tujuh tahun yang lalu." Najib lalu menceritakan peristiwa antara dirinya dengan Aleya dan Melisa.
__ADS_1
Sekali lagi Andika hanya bisa menganga tak percaya mendengar kisah kelam pria tampan yang digandrungi oleh kaum hawa. Termyata pria dingin ini memiliki masa lalu yang rumit. Satu pertanyaan Adam tentang pengangkatan Aleya menjadi sekretaris sudah terjawab.
"Baiklah bos, aku akan berusaha, untuk itu aku memerlukan waktu karena kejadiannya bukan satu atau dua bulan yang bisa langsung kami dapatkan buktinya." Meskipun Andika kurang yakin namun ia akan berusaha sebaik mungkin bukan untuk dipuji atau membuktikan sesuatu pada Najib akan tetapi demi rasa kemanusiaannya pada gadis kecil yang membutuhkan identitas dirinya.
"Gak masalah, yang penting aku bisa mengetahui kejadian yang sebenarnya," Najib menatap Andika penuh pengharapan. Hanya Andika satu-satunya harapannya saat ini.
"Tapi bos mungkin sebaiknya diam-diam kita melakukan tes DNA pada Celya untuk memperkuat dugaan kita agar kelak jika Aleya menyangkal ada bukti medis yang kuat yang kita pegang."
"Lakukan saja semua yang dianggap perlu untuk pembuktian kita." Najib sangat mengenal bagaimana keras kepalanya seorang Nazaleya Alofa yang tak akan pernah mengatakan "iya" jika sudah pernah mengatakan "tidak".
Sebuah kenyataan yang baru saja diketahui oleh Andika bahwa sesungguhnya pewaris tunggal perusahaan PT. Antar Mega menyimpan rasa yang sangat dalam pada Aleya, seorang wanita yang memiliki seorang anak dan kemungkinan besar darah daging sang pewaris. Otak Andika memang terlatih untuk menganalisa bukan hanya masalah perusahaan namun hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
"Masih ada lagi bos ? Aku akan kembali ke ruanganku, pekerjaan masih menunggu sentuhanku," Andika mengajak pria serius itu sedikit bercanda meskipun tampaknya tidak berhasil.
Andika terkekeh mendengar peringatan pria nomor satu di perusahaan. Secara terang-terangan pria itu melarangnyq berbicara dengan Aleya karena hanya wanita dan putrinya selain dirinya dan sang bos yang berada di lantai teratas gedung perusahaan. Lantai paling bergengsi dan termewah.
Melihat Andika keluar dari ruangan CEO, Aleya tersenyum seperti biasanya. Wanita yang selalu menebar senyuman ramah pada siapa saja.
"Jangan mengajakku bicara, Aleya." Andika berbicra sembari terus melangkah membuat Aleya mengerutkan dahinya bingung.
'Ada apa dengan pak Andika ?' Aleya membatin bingung melihat perubahan sang asisten.
__ADS_1
Aleya hanya mengangkat bahu melihat punggung asisten Andika. Pria tampan dan juga sangat digandrungi para kaum hawa. Setelah asisten Andika menghilang dibalik pintu ruangannya, Aleya kembali menekuni pekerjaannya. Di sampingnya Celya sudah mulai membaringkan tubuhnya di kursi tunggu karena bosan hanya memainkan ponsel mamanya.
"Buatkan kopi !" Perintah Najib dengan sedikit menonjolkan kepalanya di pintu. Matanya terbelalak kala melihat Celya tertidur di kursi panjang.
"Astaga, teganya kamu membiarkan anak kecil tidur begitu saja," Najib keluar dan mendekati Celya yang tertidur pulas.
"Jangan diganggu pak, dia sudah terbiasa tidur seperti itu." Aleya memperingatkan sebelum melenggang meninggalkan Najib yang berdiri di samping Celya untuk melakukan perintah pria itu.
Sementara Aleya membuatkan kopi, Najib terus memperhatikan garis wajah damai gadis kecil yang telah mengusik hidupnya. Keberadaannya di depan mata dengan sebuah misteri yang ternyata anak dari wanita masa lalunya semakin membuatnya bimbang.
'Misteri apa yang tersembunyi dibalik kelahiranmu gadis kecil ?' Najib bergumam dengan tatapan terus mengarah pada gadis kecil yang sedang tertidur pulas.
Semakin lama menatap wajah Celya semakin tak karuan perasaannya. Entah apa sebabnya dan darimana perasaan itu muncul, Najib sama sekali tak paham.
"Kopinya pak," Suara Aleya mengalihkan tatapan Najib dari wajah cantik Celya. Gadis kecil yang penuh misteri.
"Letakkan di mejaku. " Suara Najib kembali terdengar datar. Ketika Najib kembali mengingat pernikahan Aleya dengan suaminya yang sudah meninggal membuat hatinya tak terima. Aleya sudah merasakan kebahagiaan dengan suaminya walaupun sudah almarhum akan tetapi dirinya masih menjomblo dan tak bisa membuka hati untuk gadis manapun.
Tanpa ada kata keluar dari bibir Aleya, wanita itu segera membuka pintu ruangan CEO dan meletakkan kopi buatannya di tempat yang di perintahkan. Sebagai karyawan, Aleya menghindari timbulnya permasalahan antara dirinya dengan Najib. Hingga suatu saat jika waktunya sudah tepat perlahan ia akan menghilang dari hadapan pria itu. Terlalu besar resiko yang akan ia hadapi jika terus berada di depan mata pria itu.
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan ya ,,,,
Terima kasih sebelumnya.