Masa Lalu Yang Tak Usai

Masa Lalu Yang Tak Usai
PART 6 ~ JANGAN ASAL KALAU NGOMONG !!


__ADS_3

Sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Najib, sang asisten andalan perusahaan PT. Antar Mega pun mulai menyelidiki kehidupan pribadi Aleya. Berhari-hari ia ikuti namun tak menemukan sesuatu yang janggal. Kehidupan Aleya normal seperti wanita lain yang berperan sebagai ayah sekaligus ibu bagi gadis kecilnya.


Untuk kesekian kalinya Andika harus melaporkan hal yang sama pada atasannya tersebut. Ia sudah siap menerima omelan Najib yang tak pernah merasa puas dengan hasil pengintaiannya. Entah apa yang ingin didengar oleh bosnya itu.


"Apa yang kamu temukan tiga hari terakhir ini ?" Najib menatap Andika tak berkedip.


"Sama seperti yang lalu-lalu bos, kehidupan Aleya normal. Pagi antar anak ke sekolah dengan pengasuhnya lalu ke kantor dan pulang kantor langsung pulang ke rumah. Gak ada kegiatan lain yang dilakukannya." Andika mengatakan hal yang sama setiap melapor karena memang hanya itu yang dilakukan oleh Aleya. Kehidupan wanita itu terlalu monoton menurutnya.


"Jadi dia benar-benar hidup tanpa suami ?" Najib bergumam dengan ibu jari mengusap-usap dagunya yang licin karena janggotnya tak pernah ia biarkan tumbuh.


Najib merasa aneh dengan kehidupan Aleya, meskipun orang melihatnya sebagai suatu kewajaran namun menurut Najib justru merupakan keanehan. Najib merasa Aleya terlalu biasa saja saat bertemu dengannya padahal dulu gadis itu menghilang begitu saja seolah dirinya melakukan kesalahan yang sangat fatal bahkan nomor ponselnya pun tak bisa dihubungi.


"Apa sih yang ingin bos ketahui ? Atau bos penasaran dengan keberadaan anak itu di dunia ini ? Gampang bos, periksa DNA aja." Andika berusaha menebak isi kepala atasannya, kemiripan mata dan hidung gadis kecil itu dengan atasannya memang tak diragukan lagi akan tetapi manatau suami Aleya pun berasal dari Timur Tengah. Bukankah wajah Timur Tengah pada umumnya sama dengan Najib dan pak Emir ?


"Jangan asal kalau ngomong, kamu ! Anak itu bukan darah dagingku. Aku hanya ingin tahu kehidupannya setelah menghilang. " Najib mendadak kesal mendengar ucapan Andika. Ia tak pernah meniduri Aleya jadi bagaimana mungkin gadis kecil itu miliknya.


"Maaf bos, ya kali bos pernah nakal dan tergelincir hingga khilaf, " Andika menahan tawa melihat ekspresi. kesal atasannya. Jaman sekarang bukan rahasia lagi jika hampir seluruh pria tak lagi perjaka saat menginjak usia dewasa.


Lagi-lagi keraguan menghampiri pria muda itu. Saat acara gruadation sekolah menengah atas angkasa pura dimana ia dan Aleya bersekolah, yang ia ingat sebelum meminum air jeruk pemberian salah satu temannya adalah duduk bersama Aleya namun entah mengapa saat matanya terbuka, wanita ja**ng itu terbaring disisinya. Mungkinkah Aleya melihatnya bersama Marina sehingga menghilang begitu saja ?

__ADS_1


"Carikan pekerjaan sehingga Aleya bekerja dan berhubungan langsung denganku !" Kali ini perintah Najib membuat Andika sedikit kelimpungan. Pasalnya saat ini Aleya hanya karyawan biasa dan untuk menaikkan jabatannya rasanya tidak mungkin. Semua petinggi perusahaan bekerja dengan baik.


"Gak bisa secepat kilat bos, semua petinggi perusahaan bekerja dengan baik dan tak ada cela." Andika menatap wajah atasannya dengan frustasi. Ia benar-benar bingung menempatkan Aleya.


"Siapa yang menyuruhmu mengangkatnya menjadi petinggi perusahaan ? Aku gak suka sekretaris yang selalu memakai pakaian terbuka dan berdandan bak wanita pengh**ur. Akutak ingin memiliki karyawan seperti itu." Najib membalas tatapan frustasi Andika dengan tatapan tajam khas miliknya.


Wajah Andika tiba-tiba berhiaskan senyuman secerah mentari pagi. Najib sudah membukakan jalan baginya sehingga tak perlu lagi menambah beban otaknya. Tanpa membuang-buang waktu, Andika bergegas ke bagian HRD untuk mengurus pemecatan sekretaris atasannya dan memberikan pada Aleya.


Sementara itu Najib memanggil sang sekretaris untuk menghadapnya. Seperti biasa wanita dengan pakaian kurang bahan berlenggak lenggok memasuki ruangan CEO. Untuk pertama kalinya sang CEO memanggilnya secara langsung.


"Ada yang bisa saya bantu pak ?!" Dengan suara manja yang dibuat-buat, Melisa tersenyum manis pada sang bos membuat Najib berasa ingin muntah.


"Tapi bos, apa salahku ?! Pak Emir selalu memperlakukanku dengan baik dan puas dengan pekerjaanku." Melisa tak terima atas pemecatan terhadap dirinya. Ia merasa tak melakukan kesalahan fatal sehingga harus diberhentikan secara tak terhormat.


"Pimpinan perusahaan sudah berganti begitupula dengan sekretarisnya. Aku tidak suka dengan pakaianmu yang kurang bahan dan satu lagi tak ada sekretaris perusahaan yang berdandan seminar dirimu. Aku ingin seorang sekretaris yang anggun dan bersahaja. Sekarang cepat keluar dan bereskan barang-barangmu !" Najib menatap sinis Melisa yang tertunduk lesu.


Dengan berderai airmata, Melisa keluar dari ruangan CEO dan segera membereskan barang-barang pribadinya. Sejak dua tahun terakhir ia bekerja sebagai sekretaris pak Emir, tak ada masalah bahkan dengan dandanan dan pakaiannya tak pernah dipermasalahkan oleh pak Emir. Tapi kini bos barunya itu bahkan memecatnya tanpa peringatan.


"Sebelum pulang, kamu ke bagian HRD mengambil gajian bukan ini plus pesangon." Tiba-tiba Andika sudah berdiri di depan meja Melisa. Ia memperhatikan wanita itu membereskan barang-barangnya sekaligus mengawasi manatau wanita itu menyabotase surel atau apapun bentuk prosesnya karena dipecat.

__ADS_1


Andika memang patut dijadikan sebagai andalan perusahaan PT. Antar Mega. Ia mampu memikirkan sesuatu yang mungkin saja orang lain tak sempat memikirkannya. Hingga Melisa selesai membereskan barangnya dan meninggalkan lantai tertinggi gedung perusahaan barulah Andika menemui atasannya.


"Bagaimana ?" Najib langsung menanyakan tugas yang ia berikan pada Andika.


"Beres bos, besok Aleya mulai bekerja." Andika tersenyum penuh arti. Ia yakin ada hubungan dimasa dimasa lalu yang tak usai antara bosnya itu dengan Aleya.


"Kalau gitu, hari ini pekerjaanmu rangkap, sebagai sekretaris dan asisten." Najib berkata dengan santai dan tanpa beban sedangkan Andika menganga tak percaya. Baru saja ia menyelesaikan tugasnya kini malah bertambah berkali-kali lipat.


Seharusnya ia memecat Melisa setelah jam pulang kantor. Bukan pada jam padat-padarnya pekerjaan. Menyesal memang selalu datang terlambat namun apa hendak dikata semua titah bos harus dilaksanakan.


Dengan langkah berat, Andika keluar ruangan dan duduk dengan manis di depan meja sekretaris. Hari ini ia akan bekerja di meja Melisa. Mungkin ini adalah pembahasan dosanya pada Melisa sehingga ia harus membagi diri. Seandainya saja ia memiliki ilmu seribu bayangan milik Naruto, sudah pasti saat ini Andika gunakan agar pekerjaannya cepat selesai. Pekerjaan sebagai sekretaris maupun sebagai asisten.


Sungguh nasib seorang bawahan yang harus melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh bos mereka dan tak diperbolehkan membantah sama sekali. Entah 8ni adalah kehendak author atau kehendak Najib sebagai bosnya.


🌷🌷🌷🌷


SELAMAT SIANG READERS


MAAF BARU UP, TEMPAT OTHOR KEBANJIRAN.

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA


__ADS_2