
Pertemuan dua sahabat yang telah lama berpisah mereka rayakan dengan cara yang tak biasa. Berkeliling kota sambil berbagi cerita selepas meninggalkan baju seragam putih abu-abunya. Rupanya David juga selama ini berusaha mencari Najib yang hilang entah kemana.
"Selama tujuh tahun ini kamu mengeram dimana ? Selesai pesta penamatan kamu dan Aleya langsung menghilang, aku pikir kalian kawin lari," David hanya melirik sekilas dan kembali fokus ke jalan raya.
"Pertanyaan yang sama, kenapa kamu menghilang tanpa kabar ?" Najib memiringkan posisi duduknya hingga menghadap ke arah David.
"Papa mengirimku ke Ausy dan kembali satu tahun yang lalu, sudah waktunya bagi papa untuk menikmati hari tuanya," David menjawab pertanyaan Najib apa adanya.
"Dan kamu ? Apa kabarmu selama ini ?" David lanjut bertanya dengan rasa penasaran yang teramat sangat.
"Sama denganmu, kakek mengirimku keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan dengan membawa amarah dan dendam pada Aleya yang tiba-tiba menghilang. Setelah kembali untuk beberapa lama sebuah kenyataan semakin membuatku membenci Aleya. Namun ternyata aku salah memelihara dendam pada wanita itu, " Najib menerawang keluar jendela. Penyesalan sangat tampak pada wajahnya.
"Sudahlah, semua sudah terjadi. Sekarang saatnya memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu." Lagi-lagi David menolehkan kepalanya sejenak lalu kembali fokus ke malang raya yang sedikit bergelombang.
Najib terdiam, ia membenarkan ucapan sahabatnya. Kini bukan lagi waktunya untuk merenungi dan menyesali apa yang sudah terjadi. Akan tetapi apakah Aleya bisa memaafkannya ? Selama ini ia sudah menyiksa wanita itu. Najib hanya bisa menarik napas panjang mengingat kesalahan demi kesalahan yang telah dilakukannya pada Aleya, wanita yang seharusnya ia bahagiakan.
David menghentikan mobilnya di depan sebuah resto yang terkenal do kota tersebut. Tempat favorit kalangan atas yang menyukai suasana tenang dan damai.
Keduanya lalu masuk ke dalam resto tersebut dan David pun memesan beberapa menu yang menjadi menu terbaik resto. Najib dan David lalu duduk dekat pintu yang menghubungkan langsung dengan hamparan rumput hijau yang menyejukkan setiap mata yang memandangnya. Selain itu terdapat anak sungai dengan air yang jernih semakin memberi nilai plus pada resto tersebut.
"Daripada melamun lebih baik mengatur strategi agar kalian bisa bersama lagi," David sangat prihatin melihat perubahan sahabatnya. Dulu Najib adalah pria yang santai dan cerdas tapi kini tampak sangat berbeda. Sahabatnya telah berubah menjadi pria serius dan terlihat arogan serta sombong.
"Aku sih pinginnya kayak gitu, hanya saja saat ini Aleya kembali menghilang," Raut penyesalan dan kesedihan tercetak jelas pada wajah Najib namun tak sedikitpun mempengaruhi ketampanannya.
__ADS_1
"Maksudnya kalian pernah bertemu ?" David sdikit mencondongkan tubuhnya sehingga sedikit lebih dekat pada Najib yang menatapnya dengan datar.
"Bukan hanya bertemu, bahkan Aleya bekerja pada perusahaanku."
"Jangan katakan jika kamu menindasnya." Kini David yang melemparkan tatapan tajam pada pria yang terlihat menyesal dalam kearoganannya.
"Bahkan aku bertemu dan sempat berinteraksi dengan putrinya." Suara Najib terdengar lemah. Kemudian Najib menceritakan mulai awal pertemuannya dengan Aleya hingga gadis itu kembali menghilang tanpa jejak.
Mendengar kisah asmara yang sangat memprihatinkan sahabatnya membuat David menganga tak percaya. Iba bercampur kesal, itulah yang dirasakan oleh David saat ini. Sungguh menyedihkan kisah mereka.
Karena perbuatan seseorang yang tak bertanggung jawab hingga kedua sekali itu terpisah bahkan kehidupan seorang gadis hancur. David tak dapat membayangkan bagaimana Aleya menjalani hidupnya dalam keadaan hamil.ia diusianya yang masih belasan tahun.
"Kamu sudah mencarinya kemana-mana ?!" David semakin tertarik dengan menghilangnya Aleya.
"Jangan hanya mengubek-ubek pada satu kota. Bukan tidak mungkin dia melarikan diri ke suatu daerah terpencil atau mungkin keluar negeri." Perkataan David masuk akal. Busa jadi Aleya kembali ke tempat dimana dulu menghilang.
"Tunggu saja kabar dari Andika. Berikan waktu pada Andika. Jika dalam seminggu atau dua minggu asistenku itu tak berhasil menemukan keberadaan Aleya dan putrinya maka saran kamu pasti akan aku lakukan." Najib masih menumpukan harapannya yang besar pada keberhasilan Andika dan anggotanya.
Akhirnya David menghentikan mobilnya di sebuah taman kota yang sudah mulai dipadati oleh penduduk kota yang ingin menikmati senja.Kedua pria tampan itu kemudian berbaur setelah mereka turun dari mobil. Menikmati senja di sudut kota ternyata pemandangannya sangat indah. Rasanya damai dan tentram membuat Najib sejenak melupakan masalahnya.
Najib menatap langit yang berwarna jingga dengan mata berbinar hingga bayangan Aleya dan Celya terlintas dan tersenyum padanya membuat pria muda itu terjingkat kaget.
"Ada apa ?!" David pun terlonjak kaget melihat tiba-tiba sahabatnya seperti itu.
__ADS_1
Hanya tarikan napas yang berat dan gelengan kepala sebagai jawabannya. David pun tak ingin memaksa sahabatnya. Pria itu tahu sahabatnya akan bercerita setelah keadaannya membaik.
"Tiba-tiba kok bayangan Aleya dan putrinya melintas diatas sana," Najib tak mengalihkan tatapannya pada langit jingga.
"Mungkin rasa bersalah dan penyesalanmu yang terlalu dalam atau putrimu sesungguhnya sangat merindukan papanya," David ikut menatap langit yang semakin berwarna jingga menandakan matahari sunset akan segera terjadi.
"Tapi putriku sudah menganggapku mati."Najib menghempaskan napasnya kasar terkesan frustasi dari hembusan napasnya .
"Tugasmu meyakinkan putrimu dan menangkap kembali hatinya terutama hati mamanya," David kini menatap sahabatnya dengan wajah prihatin. Sungguh ia bisa merasakan apa yang dirasa oleh sahabatnya itu. David tak bisa membayangkan jika dirinya berada pada posisi Najib.
"Aku tak yakin bisa memiliki hati Aleya. Jika saja kamu melihat ekspresinya saat melihatku maka kamu pasti akan sependapat denganku," Mata Najib kini berkaca-kaca. Bukan karena ia ingin dikasihani akan tetapi semua itu murni dari hatinya.
Betapa selama ini jiwa dan raganya diselimuti amarah dan dendam pada Aleya. Sehingga saat bertemu tanpa berpikir panjang selalu menyiksa Aleya dengan memberikan pekerjaan yang banyak dan tak masuk akal. Dan kini dendam dan amarah itu mustahil berganti dengan rasa penyesalan yang berkepanjangan.
Entah bagaimana cara Najib harus membalikkan keadaan dan bisa kembali bersama Aleya seperti dulu saat mereka masih berstatus pasangan kekasih.
"Jangan cepat menyerah, lakukan segala usaha yang kamu bisa. Dengan usaha kerasmu suatu saat nanti hati Aleya akan tergerak. Toh semua yang terjadi diantara kalian adalah sebuah kesalahpahaman akibat ulah seseorang yang tak bertanggung jawab." David menyemangati sahabatnya yang tampak sangat menyedihkan.
Najib hanya diam membisu mencoba mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh sahabat yang baru saja ditemuinya. Tatapannya kini semakin menajam menembus langit yang mulai menggelap pertanda malam telah menyapa. Harapan Najib untuk bersama Aleya sangat kecil. Aleya yang ia temui beberapa bulan lalu sangat berbeda dengan yang dulu ia kenal bahkan tatapan Aleya terlalu datar dan tanpa ekspresi saat menatapnya seolah mereka tak saling mengenal.
🌷🌷🌷🌷🌷
SELAMAT SIANG JELANG SORE,,,
__ADS_1
MAAFKAN OTHOR BARU NONGOL