
Tanpa kenal lelah Najib terus-terusan mencari keberadaan Melisa. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk perjalanan hidup seseorang. Kurun waktu dimana seseorang akan banyak mengalami perubahan dalam hidupnya.
Bertanya kesana kemari dan akhirnya menemukan keberadaan Melisa. Wanita itu kini telah menjadi pemilik sebuah club malam yang cukup terkenal. Karena Najib tak menyukai dunia malam maka ia datang sore hari menunggu kedatangan sang pemilik club. Nasib baik berpihak padanya saat sedang duduk sendirian, sahabat baiknya yang selama ini tak ada kabar menghampirinya.
"Najib ??!! Ngapain disini duduk bengong ?!!" David duduk di samping Najib sambil mengamati wajah sahabatnya.
"Kemana aja kamu setelah kelulusan kita ? Jangan katakan kalau kamu menikahi Melisa ?!" Najib menatap David penasaran. Tujuh tahun tak bertemu segala kemungkinan bisa saja terjadi termasuk David dan Melisa menjadi pasangan suami istri.
Plaaakkkk
"Jangan asal kalau ngomong, mana mau aku menikah dengan wanita yang sudah dimasuki oleh seluruh pria disekolah kita kecuali kamu," David meninju lengan sahabatnya sambil terkekeh.
Wajah Najib berubah serius kala mendengar ucapan sahabatnya itu. Najib semakin bersemangat untuk mencari kebenaran tentang malam itu. Malam yang sangat ia sesali hingga detik ini.
"Aku kesini untuk mencari tahu tentang kejadian saat pesta kelulusan kita," Najib langsung to the point. Antara mereka berdua memang tak pernah ada yang disembunyikan. Meskipun saat ini keduanya baru bertemu kembali setelah kelulusan mereka.
"Kita bicarakan di dalam. Melisa yang tahu semuanya." David mengajak Najib memasuki club tersebut dan langsung menuju sebuah ruangan yang menjadi ruang kerja Melisa. Tak ada yang menghalangi karena para body guard mengenal David dengan baik.
Sebelum David mengetuk pintu besar nan kokoh terbuat dari kayu jati yang diuji dengan indah, seorang pria berbadan kekar membukakan pintu dan mempersilahkan masuk. Terlihat jika David sangat di kenal di club tersebut.
"Jangan terlalu serius kerja Melisa, nih aku bawakan kawan lama. Dia ingin bertemu denganmu." Ucapan David memaksa Melisa mengangkat wajahnya. Dan detik berikutnya wajah cantik Melisa berubah pucat. Ia tak menyangka hari yang ia takut akhirnya tiba.
Seketika Melisa terlihat gelisah dan tak tenang apalagi Najib memberikan tatapan intimidasi. Najih yqng dulu dan yang sekarang tak jauh berbeda. Tatapan tajam pada orang yang telah berbuat salah padanya akan membuat orang tersebut menciut nyalinya.
"Jika kamu tidak ingin usahamu hancur maka ceritakan kejadian tujuh tahun lalu saat pesta kelulusan sekolah kita. Tanpa ada yang disembunyikan !!" Tegas, dingin dan datar semakin memacu jantung Melisa.
__ADS_1
"Maafkan aku, semua diatur oleh Cindy dan Peter," Melisa tak ingin mengambil resiko. Sejujurnya pun ia merasa bersalah pada Aleya dan Najib akan tetapi saat itu keadaan memang tak memungkinkan Melisa menolak perintah mereka.
Melisa lalu menceritakan kronologis peristiwanya tanpa ada yang disembunyikan sesuai permintaan Najib. David yang menjadi pendengar setia menganga tak percaya dengan cerita Melisa. Tak lupa Najib memvidiokan semua pembicaraan mereka sebagai bukti untuk diperlihatkan pada Aleya.
"Astaga, ternyata Cindy dan Peter sejahat itu sehingga ingin memisahkan kamu dan Aleya, " David pun baru mengetahui kejadian yang sebenarnya. Keesokan harinya setelah pesta tersebut, David langsung ke luar negeri melanjutkan pendidikannya karena kedua orang tuanya memang sudah menyiapkan keberangkatannya.
Sudah menjadi rahasia umum sekolah SMA Nusantara bahwa Cindy sangat mencintai Najib namun salah satu pria the most wanted SMA Nusantara itu sama sekali tak pernah melirik gadis itu.
"Dimana aku bisa menemukan wanita gila itu !!" Terdengar suara gemeretak gigi Najib menahan amarahnya.
"Selarang Cindy sudah menjadi pengusaha sukses, dia menggantikan papanya dan terkahir aku dengar jika dia menyiapkan kerjasama dengan perusahaan PT. Antar Mega." Melisa memang masih berhubungan dengan Cindy karena wanita itu merupakan pengunjung setia clubnya bahkan menjadi anggota VIP.
Seketika senyuman jahat membingkai wajah tampan seorang Najib Marcell mendengar Cindy akan bekerjasama dengan perusahaannya. Saat duduk dibangun Sekolah Menengah Atas, Najib memang tak pernah menonjolkan diri sebagai cucu dari pemilik salah satu perusahaan besar tersebut.
"Kalian berdua sebaiknya jangan pernah beritahukan pada Cindy jika aku sudah mengetahui kejahatannya," Najib menatap keduanya secara bergantian.
Mata jeli seorang Melisa memang tak dapat diragukan lagi, ia bisa membedakan mana orang kelas atas yang sebenarnya dan mana yang memaksakan diri menjadi kalangan kelas atas hanya sekali lihat.
"Apa yang akan kamu lakukan ? Jangan bilang kalau kamu akan menghancurkan Cindy," David menebak dengan jitu isi kepala sahabatnya. Mereka berteman semak bangku Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas.
"Dan Peter dimana sekarang, " Najib mengabaikan ucapan David dan lebih tertarik mengetahui keberadaan pemeran utama prianya.
Najib tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Awalnya Najib hanya ingin mengetahui cerita sebenarnya karena hanya mengira perbuatan satu orang namun ketika kebenaran terungkap, Najib murka dan berjanji akan membalas perbuatan mereka.
"Kedua orang tua mereka bersahabat begitupula dengan perusahaan mereka yang selama ini bekerjasama," Melisa tak ingin lagi melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Ia memilih mengamankan diri dan usahanya.
__ADS_1
"Apa nama perusahaan mereka," Najib semakin bersemangat untuk mengetahui segala hal tentang kedua manusia yang telah menghancurkan hubungannya dengan Aleya.
"Perusahaan Peter bernama PT. Angkasa Utama sedangkan perusahaan Cindy bernama PT. Karya Utama." Melisa menyebutkan nama kedua perusahaan dan senyuman jahat Najib semakin tercetak jelas.
Diam-diam Melisa bergidik ngeri melihat senyuman Najib yang membingkai wajah tampannya, sedangkan David duduk santai menikmati senyuman tak biasa sahabat karibnya.
"Terima kasih Mel atas kejujuranmu," Najib berdiri dan berpamitan pada Melisa. Walaupun dimasa lalu wanita itu berbuat salah padanya namun Najib tetap menghargai kejujuran Melisa.
Tanpa menunggu diajak, David pun ikut berdiri dan mengikuti Najib keluar dari ruangan tersebut. Banyak hal yang ingin David ketahui dari sahabatnya pun begitu halnya dengan Najib. Berpisah tanpa saling memberi kabar dan kini dipertemukan kembali sepertinya layak untuk dirayakan sambil berbagi cerita.
Kedua pria tampan itu berjalan beriringan keluar dari club yang sudah mulai dipadati oleh manusia yang butuh hiburan atau apalah itu. Siang berganti malam saat mereka tiba diluar club. Rupanya mereka menghabiskan waktu yang cukup lama di ruang kerja Melisa.
"Kita kemana ?!" David menatap Najib yang bersiap masuk ke dalam mobilnya.
"Ini kan kotamu, kamu yang lebih mengenal seluk beluk kota ini." Najib membuka pintu mobilnya dan duduk dibelakang setir.
"Kita barengan aja, gak seru jika pakai mobil masing-masing," Entah sejak kapan David berada di dekat mobil Najib dan kini tiba-tiba sudah duduk disamping sahabatnya.
"Kalau begitu kamu yang nyetir," Najib kembali keluar dan memaksa David berpindah posisi. Sambil mendengus kasar, David lalu duduk dibelakang setir menggantikan Najib.
"Kamu ternyata tidak berubah, masih sama seperti dulu suka memaksa dan egois," David menggerutu seraya menginjak gas perlahan dan mobilpun melaju meninggalkan parkiran club XXX.
🌷🌷🌷🌷
Selamat pagi semuanya,,,
__ADS_1
Jangan lupa selalu tersenyum dan bahagia bersama keluarga.