Masa Lalu Yang Tak Usai

Masa Lalu Yang Tak Usai
PART 15 ~ KAU ???!!!


__ADS_3

Najib memarkir asal mobilnya setelah memasuki pintu gerbang rumahnya. Ia bergegas turun dari mobil dan berteriak memanggil sang kakek.


"Kek !!! Kakek !!!" Najib terus berteriak memanggil sang Kakek hingga akhirnya tiba di ruang kerja pria tua itu.


Braaakkkk


"Ada apa ? Kamu pulang ke rumah seperti preman pasar." Kakek Emir menatap datar cucu tunggalnya yang keperkasaannya selalu ia pertanyaan karena tak menikah hingga saat ini.


"Kakek harus menggantikanku di perusahaan hingga aku menemukan Aleya." Mendengar ucapan Najib membuat kakek Emir terkejut. Belum setahun pria muda itu menggantikannya memimpin perusahaan namun sudah membuat kabur karyawan secerdas Aleya.


"Apa yang kamu lakukan pada Aleya sehingga dia pergi ?! Dia salah satu karyawan terbaik yang kita miliki." Kakek Emir menatap tajam Najib yang malahan sibuk mengutak atik ponselnya, entah apa yang dicarinya.


"Coba kakek perhatikan gadis kecil ini." Najib menyodorkan ponselnya yang menampilkan foto Celya pada sang kakek. Mata kakek Emir terbelalak sempurna setelah memperhatikan beberapa saat.


"Gadis ini sangat mirip denganmu, tapi bagaimana bisa ?!" Kakek Emir sekali lagi memperhatikan wajah Celya. Pria paruh baya itu masih penasaran dengan Celya. Bagaimana mungkin ia tak menyadari wajah Celya yang sangat mirip dengan Najib padahal ia sering melihat Celya.

__ADS_1


"Kau ??!!! Dasar anak kurang ajar !! Kakek tidak pernah mendidikmu untuk menjadi manusia brengsek !! Merusak masa depan seorang gadis lalu meninggalkannya begitu saja !! Cari Aleya dan nikahi dia secara resmi di depan kakek !! Aku tak mau cicitku tumbuh tanpa seorang ayah apalagi dia seorang gadis kecil !!" Kakek Emir berteriak marah. Beliau terlihat sangat murka sehingga Najib khawatir dengan kesehatan jantung sang kakek.


"Dengarkan dulu penjelasanku, kek. Aku gak sadar waktu itu, saat pesta kelulusan SMA Nusantara. Entah siapa yang memberiku obat sehingga aku melakukannya tanpa sadar dan saat bangun malah wanita ja**ng yang ada di sampingku. Untungnya wanita itu tak menuntut tanggung jawabku." Najib hanya menceritakan intinya saja agar kesehatan jantung pria yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang tetap stabil. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada sang kakek maka pencariannya akan tertunda dan akan semakin lama.


"Kakek gak mau dengar kisahmu yang entah berapa persen kebenarannya. Yang kakek inginkan hanyalah Aleya dan putrinya." Kakek Emir meninggalkan Najib seorang diri di ruang kerjanya.


Pria paruh baya itu masuk ke dalam kamarnya dengan rasa bahagia. Meskipun cucunya melakukan hal yang menyimpang namun tetap saja kini ia telah memiliki cicit walaupun keberadaannya entah dimana.


Sementara itu Najib mulai mencaritahu keberadaan orang-orang yang bersamanya sebelum meminum jus pemberian salah satu temannya pada pesta kelulusan mereka. Najib memulai pencarian pada Melisa. Ia bisa memastikan jika Melisa akan tetap sama seperti dulu menjadi wanita pe**as pria hidung belang.


Jika Najib mulai krasak krusuk mencari orang-orang dimasa lalu, berbeda halnya dengan Aleya yang kini sedang berada diatas awan bersama Celya. Wanita beranak satu itu sangat menikmati perjalanannya sedangkan Celya tertidur pulas di sampingnya.


Sepasang suami istri keturunan Indonesia yang sangat menyayangi Aleya dan Celya bagaikan anak kandung dan memiliki seorang anak gadis juga sangat menyayangi Aleya seperti adik kandungnya.


Perjalanan masih panjang, Aleya perlahan menyusul Celya yang terlebih dahulu melabuhkan diri dalam dunia mimpi yang maha luas dan tak bertepi. Hingga beberapa saat kemudian Celya dan Aleya terbangun mendengar suara merdu pramugari menyampaikan jika pesawat yang mereka tumpangi akan segera mendarat di bandar udara Internasional Tokyo Kokusai Kuko atau yang lebih dikenal dengan bandar udara Haneda.

__ADS_1


Jika saat meninggalkan tanah air Celya nampak kurang bersemangat namun kini matanya berbinar. Bagaimanapun ada ikatan emosional antara Celya dan negara ini dimana ia di lahirkan.


"Sayang, pelan-pelan jalannya, " Aleya berusaha menghentikan Celya yang berlari-lari kecil turun dari pesawat.


"Ma, aunty Keiko jemput kita kan ?" Celya membalikkan badannya lalu melanjutkan langkahnya.


"Gak sayang, kita akan buat surprise untuk mereka," Aleya mensejajarkan langkahnya dengan gadis kecil nan lincah itu. Kelincahannya menandakan bahwa gadis kecil itu tumbuh dan berkembang dengan sangat baik.


"Celya gak sabar pingin ketemu mereka, "


"Mama juga, " Aleya dan Celya lalu bergandengan tangan ketempat pengambilan bagasi dengan langkah ringan.


Aleya tak dapat memungkiri jika untuk saat ini ia sangat bahagia bisa menghilang dengan sangat mudah dari hadapan Najib. Secercah harapan terbersit dalam hati Aleya agar kelak mereka tak akan pernah bertemu lagi.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


SELAMAT MALAM READERS ,,,


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA


__ADS_2