Masa Lalu Yang Tak Usai

Masa Lalu Yang Tak Usai
PART 21 ~ TIDAK MUNGKIN DIA, KAN ?!


__ADS_3

Kakek Emir kini sedang berada dijalan raya menuju rumah sahabatnya dengan disupiri oleh orang kepercayaannya. Sepanjang jalan pria oaruh baya itu tersenyum lebar, Ia akan memberikan kejutan pada sang sahabat.


"Bapak terlihat sangat bahagia hari ini," Jonathan menatap majikannya sekilas melalui cenderung mirror lalu buru-buru kembali fokus pada jalan raya.


"Entahlah Jon, kali ini qku merasa sangat bahagia bisa mengunjungi sahabatku." Kakek Emir sendiri bingung dengan perasaannya. Mungkin karena mereka sekian lama tak berjumpa.


Tak ada lagi pembicaraan diantara keduanya. Jonathan fokus ke jalan raya yang dilaluinya sedangkan kakek Emir merasa tak sabar ingin segera bertemu dengan sang sahabat. Hingga akhirnya mereka tiba disebuah rumah dengan halaman yang cukup luas. Kakek Emir segera membuka kaca jendela mobil agar terlihat oleh security yang sedang bertugas.


"Doozo, o-hairi kudasai, (silahkan masuk)" Security itu mempersilahkan masuk dengan membungkukkan badannya. Pria tersebut memang sudah mengenal kakek Emir karena seringnya berkunjung ke rumah sang sahabat.


"Arigatou goizamasu, (terima kasih)" Kakek Emir membalasnya sambil tersenyum. Dan Jonathan pun kembali menginjak gas agar segera tiba di depan pintu rumah utama. Jarak antara pintu gerbang dengan pintu utama lumayan jauh karena halaman rumah tersebut cukup luas.


Saat kakek Emir berdiri turun dari mobil , seorang pria seumuran dengannya pun keluar menyambutnya. Sang pria paruh baya terkejut tak menyangka jika kakek Emir yang bertamu. Ia hanya me kk 8hat dari layar CCTV sebuah mobil mewah memasuki gerbang rumahnya.


"Kamu membuatku terkejut kakek tua," Sapa tuan rumah memeluk hangat kakek Emir.


"Apa kabar sobat ? Kamu temukan sehat dan bahagia," Kakek Emir membalas pelukan hangat sahabatnya.


"Tentu saja aku sangat bahagia, anak dan cuxuku kembali menetap di Jepang setelah beberapa lama menetap di Indonesia," Senyuman Akihiro tak pernah lepas dari bibirnya yang sudah mulai keriput.


"Oh ya ? Aku jadi penasaran dengan anak angkatmu itu." Kakek Emir pun tersenyum namun wajahnya terlihat serius.


Keduanya lalu duduk di ruang keluarga sambil ngerjain cerita. Tak lama kemudian nyonya rumah pun keluar dan bergabung dengan kedua pria tampan dimasa mudanya.

__ADS_1


"Apa kabar kak ? Kapan datang ?" Sang nyonya rumah menyalami sahabat suaminya.


"Alhamdulillah baik, aku sengaja datang tak memberi kabar. Aku merindukan kalian, oh ya putrimu kemana ?" Kakek Emir pun merindukan gadis kecil yang dulu sangat manja padanya.


"Tadi katanya mau jemput ponakannya agar kakaknya nginap di rumah,"


Kakek Emir hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan istri sahabatnya itu. Ia lalu kembali melanjutkan pembicaraan bersama Akihiro sementara Erin ke dapur untuk memandu para maid yang bertugas agar memasak menu kesukaan tamunya.


"Opaaaaaa, " Teriakan khas anak kecil menghentikan pembicaraan kedua pria paruh baya itu. Disusul oleh seorang gadis cantik perpaduan Jepang dan Indonesia. Gadis kecil itu memyalami Akihiro dan kakek Emir lalu duduk dipangkuan Akihiro.


Kakek Emir memperhatikan dengan seksama wajah gadis kecil dihadapannya. Sorot mata tajam dan hidung mancung si gadis kecil mengingatkannya pada Najib kecil.


"Tidak mungkin dia, kan ?!" Kakek Emir tanpa sadar bergumam dengan keras sehingga membuat Akihiro mendelik tajam.


"Apakah ibu anak ini adalah anak angkatmu ?!" Kakek Emir tak memperdulikan pertanyaan sahabatnya. Ia harus memastikannya sebelum bercerita.


"Tentu saja. Kamu dengar kan Celya memanggilku opa, anak kandungku hanya satu dan belum menikah," Akihiro sedikit kesal karena kakek Emir tidak menjawab pertanyaannya dan malah balik bertanya


"Aku harus bertemu dengannya," Kakek Emir belum yakin seratus persen jika belum melihat wujud ibu dari gadis kecil itu.


"Tenang om, tak lama lagi kakak pasti datang. Dia tidak sanggup berpisah dengan putrinya walau hanya satu jam," Keiko terkekeh membayangkan Aleya segera menyusulnya.


"Sekarang ceritakan padaku tentang ucapanmu tadi. Jangan buat aku semakin penasaran, Emir."

__ADS_1


"Nak Keiko, bawa ponakanmu ke kamar, hal ini tak baik jika di dengar olehnya," Kakek Emir berkata dengan lembut dan tatapannya penuh harap membuat Keiko terpaksa menyingkirkan dari hadapan kedua pria itu. Padahal dirinya pun penasaran dengan cerita sahabat papanya.


Setelah Keiko dan Celya menghilang, kakek Emir lalu memulai ceritanya yang ia dengar dari cucunya. Akihiro hanya bisa terdiam mendengar dan mencerna setiap kata yang diucapkan oleh sahabatnya. Ia tak ingin percaya namun sahabatnya itu bercerita dengan Raut wajah meyakinkan.


Ingin rasanya Akihiro menolak cerita kakek Emir namun iapun mengenal sahabatnya dengan baik yang tak akan pernah mengarang cerita. Tak ada untungnya juga sahabatnya itu berbohong tentang keberadaan Celya di dunia ini.


"Cucumu harus bertanggung jawab., jika ceritamu benar adanya. Akihiro akhirnya bersuara setelah beberapa saat terdiam.


"Tentu saja cucuku ingin bertanggung jawab akan tetapi mereka tiba-tiba menghilang. tunggu ibu cucumu itu datang dan kita akan dengar kebenarannya." Kakek Emir sedikit kesal mendengar keraguan diakhir kalimat Akihiro.


Keduanya kembali terdiam larut dalam pikiran masing-masing. Pikiran Akihiro kembali pada peristiwa tujuh tahun yang lalu dimana ia dan istrinya menemukan seorang mahasiswi sedang dalam kesulitan dengan perut besar.


"Jangan berpikiran macam-macxm, cucuku tak sejahat itu," Kakek Emir tak ingin sahabatnya menuduh cucunya berbuat asusila pada seorang gadis. Kakek Emir sangat mempercayai cucunya yang telah ia didik dengan baik sejak Nqjib masih kecil.


Akihiro tak menimpali ucapan sahabatnya. Ia tak sabar menunggu kedatangan Aleya agar rasa penasarannya hilang. Hingga terdengar suara mesin mobil berhenti di depan pintu utama dan pintu mobil terbuka lalu ditutup kembali.


🌷🌷🌷🌷


Selamat sore readers ,,,,


Selamat menyambut bulan suci Ramadhan bagi yang muslim


Maaf lahir batin ya.

__ADS_1


__ADS_2