Masa Lalu Yang Tak Usai

Masa Lalu Yang Tak Usai
PART 20 ~ SELAMAT DATANG PAK


__ADS_3

Kakek Emir kini telah mendarat di Jepang. Beliau sudah terbiasa berkunjung ke Jepang sehingga tak perlu pemandu. Dulu saat masih muda Jepang merupakan negara kedua bagi kakek Emir bahkan ia memiliki sebuah rumah yang kecil dengan halaman yang luas sebagai tempat untuk melepas penat saat pekerjaannya di tanah air tak terkendali.


Dengan menggunakan taksi, kakek Emir kini tiba di rumah peristirahatannya. Beberapa maid berjejer rapi kala melihat sang majikan turun dari taksi. Mereka sama sekali tak mengetahui akan kedatangan majikannya.


"Selamat datang pak," Sapa para maid kompak. Mereka terbiasa memanggil bapak pada kakek Emir karena memang pria paruh baya itu menginginkan demikian. Pria itu menganggap para maid itu adalah bagian dari keluarganya.


"Terima kasih, bagaimana kabar kalian, " Kakek Emir tersenyum lebar sambil menatap maid satu per satu seolah ingin memastikan keadaan mereka.


"Baik pak," Lagi-lagi para maid kompak menjawab bak anak sekolah dasar yang membalas salam dari gurunya. Kakek Emir terkekeh mendengarnya.


Setelah selesai berbasa basi dengan para asisten, Kakek Emir memilih beristirahat sejenak di kamarnya. Pria paruh baya itu tak lagi seperti dulu saat masih muda. Kini ia gampang lelah apalagi baru saja melakukan perjalanan jauh.


Sementara di negara yang sama hanya saja berbeda tempat. Keiko sedang merecoki Aleya yang sibuk meracik bumbu untuk masakannya.


"Kak, hari ini aku bawa Celya nginap di rumah ya ?" Bukannya membantu, Keiko justru merengek pada sang kakak, bagaikan anak kecil yang minta dibelikan permen oleh mamanya.


"Boleh tapi ingatkan mama sama papa, jangan terlalu memanjakan Celya. Yqng susah nantinya kan aku juga," Aleya tak bisa lagi menghindar. Pekerjaannya memang banyak dan tak bisa mengawasi Celya apalagi sekedar bermain bersama.

__ADS_1


Pengunjung rumah makannya mulai ramai oleh warga negara Indonesia yang merindukan makanan tanah air. Aleya memang pandai memasak sejak dulu. Setiap almarhumah sang mama memasak selalu memanggil Aleya untuk membantunya. Alasannya sangat sederhana dan masuk akal. Setinggi apapun pendidikan seorang perempuan pasti akan berurusan dengan dapur karena disanalah sumber kehidupan sebuah keluarga.


Katakanlah pikiran almarhumah mama Aleya kolot dan ketinggalan jaman namun kenyataan memang seperti itu. Tak sedikit pria diluar sana menjadikan alasan istri yang tak pernah memasak untuknya sebagai pembenaran untuk berselingkuh.


"Makasih kak, pokoknya urusan Celya serahkan padaku." Keiko memeluk erat sang kakak angkatnya sambil mencium kedua pipinya secara bergantian membuat Aleya kewalahan dan berakhir keduanya tertawa.


Sungguh Aleya tak mampu berbuat banyak jika Keiko meminta sesuatu padanya. Rasa sayangnya pada adik angkatnya itu tak dapat dibandingkan dengan apapun. Hidup sendiri dalam keadaan hamil tanpa suami lalu bertemu dengan keluarga papa Akihiro yang penuh dengan kehangatan sebuah keluarga membuat Aleya tak henti-hentinya bersyukur pada Sang Pengatur Kehidupan.


Setelah mengucapkan terima kasih, Keiko menghampiri Celya yang sedang serius mengerjakan tugas sekolahnya. Beruntung Aleya memiliki pengasuh selincah mbak Lia yang langsung mengurus surat kepindahan Celya. Ketika Aleya membongkar koper Celya, ia menemukan surat keterangan pindah putrinya.


"Jalan sama aunty yuk," Keiko menarik kursi dan duduk di hadapan gadis kecil yang bisa dipastikan jika dewasa kelak maka laki-laki akan klepek-klepek kalau melihatnya.


"Ok, aunty tunggu kok." Keiko mendirikan punggungnya dan mulai mengutak atik ponselnya. Ia mulai berselancar dengan dunia maya dan sesekali membuat kontes kebersamaannya dengan Celya.


Memiliki wajah cantik khas campuran Indonesia dan Jepang membuat Keiko memiliki banyak pengikut di instagram dan kini berakhir sebagai selebgram. Keiko tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya apalagi berhubungan dengan pengisian pundi-pundinya. Keiko adalah gadis jaman now yang memiliki banyak kebutuhan. Walaupun berasal dari keluarga berada namun ia tak ingin menggunakan uang orang tuanya untuk keperluan pribadi.


Akhirnya Celya menyelesaikan tugasnya dan langsung merapikan buku-buku yang berserakan. Setiap kali ke rumah makan menemani sang mama, Celya memang memilih menunggu di ruang kerja mamanya dan melakukan berbagai hal agar tidak bosan menunggu.

__ADS_1


"Sudah selesai, Cel ?!" Keiko menghentikan kegiatannya dan tersenyum pada gadis kecil yang sangat ia sayangi.


"Iya," Meskipun wajahnya terlihat cantik dan ramah namun Celya tak pernah berbicara panjang lebar jika dirasa tak perlu. Sehingga terdengar dingin dan ketus.


"Ck, anak gadis itu gak boleh ngomong pendek-pendek gitu. Seorang anak gadis harus pada semua orang," Keiko tak suka jika Celya berbicara seperlunya saja. Setiap kali Celya menimpali perkataan orang lain dengan singkat maka Keiko akan memperingatkannya. Bahaya jika sampai besar Celya seperti itu, sungguh sangat mengkhawatirkan.


Lagi-lagi Celya tak menimpali auntynya. Celya hanya menatap sekilas lalu menyusun dengan rapi buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas sekolah. Keiko hanya bisa mendengus. Gadis kecil ini benar-benar menguras emosinya.


Mencari aman, Keiko tak lagi protes. Ia tak ingin Celya ngambek dan tak ingin pergi bersamanya. Dengan meredam kekesalan Keiko menggandeng tangan Celya dan berpamitan pada wanita cantik yang memakai celemek sibuk meracik bumbu.


"Kak, kami pergi dulu, ingat kakak harus nyusul ya," Keiko memeluk sekilas Aleya sedangkan Celya menyalami dan mencium punggung tangan sang mama.


"Hati-hati kalian, telepon kakak kalau sudah di rumah," Aleya membalas pelukan hangat adiknya. Aleya tak akan bisa tenang sebelum mengetahui jika anak dan adiknya tiba di rumah dengan aman.


Keiko menganggukkan kepalanya dan menautkan jempol dan telunjuk tangannya sebagai tanda Ok. Lalu kedua gadis itu menghilang di balik pintu. Aleya menatap adik dan putrinya dengan mata berbinar. Rasa bahagia menyelimuti hatinya. Memiliki mereka adalah sumber kebahagiaan Aleya.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Selamat pagi readers,,,


Selamat menikmati hari libur dan jangan lupa bahagia.


__ADS_2