Masa Lalu Yang Tak Usai

Masa Lalu Yang Tak Usai
PART 35 ~ APA YANG KAMU LAKUKAN ?


__ADS_3

Meskipun Aleya menolak pernikahannya dengan Najib namun kenyataan bahwa kini mereka adalah pasangan suami istri tak bisa dipungkiri.


Saat ini kedua pasang pengantin baru itu telah berada di pesawat yang akan membawa mereka kembali ke tanah air. Sementara Celya masih berada di Jepang bersama kakek Emir. Beliau yang akan mengurus kepindahan sekolah Celya.


Guna menghindari pembicaraan yang unfaedah, Aleya memilih memejamkan mata meskipun ia sama sekali tak tidur. Sejak menikah Najib semakin banyak bicara yang tidak penting menurut Aleya. Hingga akhirnya terdengar suara merdu pramugari yang menyampaikan jika mereka akan segera mendarat di bandara internasional Soekarno Hatta.


"Apa yang kamu lakukan ?!" Aleya melotot manakala membuka matanya dan melihat wajah Najib sangat dekat dengan wajahnya.


"Apalagi kalau tidak memandangi wajahnya cantik istriku," Najib menoel hidung bangir Aleya sambil terkekeh. Mendapat perlakuan seperti itu membuat Aleya memberenggut walau jantungnya tak urung berdetak kencang.


Tak ingin berlama-lama menikmati detak jantungnya yang kurang sehat, Aleya segera berdiri dan berjalan dibelakang Najib. Sementara pasangan Keiko dan Andika bergandengan tangan dengan mesra. Rupanya pasangan baru itu menikmati masa pacaran setelah menikah.


Dua buah mobil telah menunggu mereka di depan pintu keluar bandara. Najib dan Aleya menaiki mobil yang dibelakang sedangkan Keiko dan Andika menaiki mobil di depan. Kedua mobil mewah tersebut keluar dari area bandara secara beriringan.


"Kita tinggal bareng kakek, beliau hanya memiliki aku didunia ini. Walaupun ponakan kakek banyak namun hanya aku keturunannya. Mama anak tunggal," Najib menjelaskan saat mobil yang mereka tumpangi memasuki gerbang rumah kakek Emir yang selama ini ditempati oleh Najib.


Mobil yang mengangkut pasangan Keiko dan Andika menyusul dibelakang mereka. Untuk sementara pasangan tersebut akan tinggal di rumah kakek Emir.


Kedua pasangan pengantin baru tersebut lalu menggandeng pasangan masing-masing memasuki rumah besar itu. Seorang wanita paruh baya menyambut mereka.


"Selamat datang kembali pak," Sapa bi Sumi sumringah.


"Terima kasih bi, oh ya kenalkan istriku namanya Aleya dan istri Andika namanya Keiko." Najib memperkenalkan kedua wanita cantik pada ART senior di rumahnya.


"Apa kabar bi," Aleya tersenyum ramah pada wanita tersebut pun sama halnya dengan Keiko.


"Baik bu," Bi Sumi pun tersenyum lebar dan meninggalkan tubuhnya agar majikannya bisa masuk.


"Tolong siapkan cemilan dan minuman ya bi," Titah Najib sopan. Pria itu sangat menghargai orang tua tanpa melihat status mereka. Rupanya kakek Emir memberikan pendidikan karakter yang sangat baik buat cucunya.

__ADS_1


Bi Sumi mengangguk dan bergegas kembali ke dapur menyiapkan permintaan Najib yang tak pernah sekalipun bersikap kasar padanya.


"Aku masukkan koper kita ya, Yang," Pamit Andika lembut. Tatapan Andika yang penuh cinta pada Keiko membuat Aleya tersenyum bahagia.


Andika pria yang hangat tentu saja Keiko akan cepat jatuh cinta pada suaminya. Dan Keiko pun gadis yang baik sehingga tak sulit bagi Andika untuk jatuh cinta pada istrinya yang baru beberapa hari dinikahinya.


Najib tak perlu repot-repot mengangkat kopernya dan koper Aleya karena supir telah mengambil alih pekerjaannya.


"Aku ke ruang kerja dulu, kalau Andika sudah keluar suruh menyusulku. Dan oh ya , kalau cemilannya dibawa bi Sumi, tolong panggil kami." Najib lalu berdiri berjalan menuju sebuah ruangan yang tak jauh dari mereka duduk.


Najib sengaja membiarkan kedua saudara itu untuk berdua dan membiasakan diri dengan suasana baru.


"Kak Najib kayaknya sangat mencintai kakak," Keiko memperhatikan punggung tegak Najib yang semakin menjauh bahkan kini menghilang di balik pintu.


"Entahlah Kei, kakak gak mau memikirkan lebih. Jalani aja sampai dimana takdir akan membawa hubungan ini. Lagipula untuk saat ini aku lelah lahir batin." Aleya menyandarkan punggungnya dan menutup mata seolah ingin menggelapkan semua ingatannya dimasa lalu.


"Kakak harus berusaha membuka hati agar bisa melihat kesungguhan kak Najib. Hanya itu yang bisa kakak lakukan, toh takdir kembali mempertemukan kalian itu artinya kalian memang berjodoh apalagi ada Celya diantara kalian. Setidaknya lakukan demi Celya." Keiko memang selalu berpikiran lebih dewasa dari umurnya.


"Aku lelah Kei, jangan memceramahiku terus menerus," Aleya masih memejamkan matanya. Ia sedang dalam posisi nyaman dan ingin menikmatinya.


"Mas disuruh ke ruang kerja sama kak Najib," Keiko segera menyampaikan pesan Naiib kala Andika menghampirinya.


"Ck, pria itu benar-benar gila kerja. Gak bisa menikmati sedikit saja waktu libur," Andika mengomel namun tak urung tetap melangkah menuju ruang kerja.


Aleya terkekeh mendengar omelan Andika. Dulu saat menjadi sekretaris pria arogan itu, hampir setiap hari ia mendengar pertengkaran keduanya namun pada akhirnya mereka akan kembali kompak.


"Kenapa kakak tertawa ?" Keiko menatap Aleya yang masih betah menutup matanya rapat-rapat.


"Aku hanya menertawakan Andika dan bosnya yang bagaikan Tom & Jerry namun selalu berakhir bagaikan teletubbies yang selalu kompak dan saling peduli," Kini Aleya membuka matanya dan menatap lembut sang adik.

__ADS_1


Aleya masih akan melanjutkan ucapannya namun ia urungkan karena bi Sumi menghampiri mereka dengan nampan yang berisi pesanan Najib.


"Silahkan dinikmati bu," Bi Sumi tersenyum lebar sebelum meninggalkan para istri majikannya.


"Panggil kak Najib gih, tadi kan dia minta dipanggil," Keiko rupanya masih mengingat pesan Najib sedangkan Aleya pura-pura lupa.


"Telpon Dika ajalah, aku malas berdiri." Aleya menekan nomor telepon Andika. Ia hafal di luar kepala nomor telepon asisten Najib karena dulu hanya Andika yang kerap kali membantunya jika Najib memberikannya pekerjaan yang tak tanggung-tanggung banyaknya.


Drrrrtt Drrrrtt


Andika sejenak menatap nomor asing pada layar ponselnya dengan wajah bingung. Namun tak urung ia tetap menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.


"Halo ,,," Andika menjawab dengan ragu. Sedangkan Najib memperhatikan ekspresi wajah Andika.


"Cemilan sudah siap, sekarang kalian boleh keluar," Aleya langsung pada intinya, ia tak membiarkan kebingungan Andika berlarut-larut dengan nomor barunya.


"Astaga, kamu nomor baru bu ?!" Andika berdecak kesal karena Aleya membuatnya bingung.


Tak menjawab pertanyaan Andika yang sama sekali tak bermanfaat, Aleya langsung mematikan panggilannya.


"Siapa ?!" Kini Najib pun penasaran.


"Aleya, dia ternyata menggunakan nomor baru. Pantas saja selama ini kita tak bisa melacaknya. Rasa penasaran ataupun amarahnya ditunda dulu, cemilan bi Sumi sudah menunggu," Andika tak membiarkan Najib bertanya lebih lanjut yang pasti akan membuat mereka ribut lagi.


Andika tak bisa memastikan akan memiliki jawaban atas pertanyaan Najib selanjutnya. Ia juga baru tahu kalau ternyata Aleya mengganti nomor ponselnya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Selamat siang readers,,,

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya,,,


__ADS_2