Masa Lalu Yang Tak Usai

Masa Lalu Yang Tak Usai
PART 39 ~ KAMU JAHAT CINDY


__ADS_3

Baru saja Aleya akan berdiri meninggalkan kursinya namun kegiatannya terhenti kala pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok sekretaris Najib.


"Permisi pak, pihak perusahaan DelZha sudah datang, mereka menunggu di ruang meeting," Dengan suara khas manja ya, Dona memberitahukan kedatangan perusahaan yang sudah beberapa minggu terakhir ingin bertemu dengan bosnya.


"Lima menit kami kesana," Najib tak mengalihkan perhatiannya dari kertas dihadapannya.


"Baik pak," Dona segera menutup pintu ruang kerja Najib. Setelah terdengar pintu tertutup barulah Najib mengangkat wajahnya menatap Aleya.


"Yang, rapikan dirimu dan bersiaplah kita akan bertemu dengan teman lama," Najib tersenyum lebar sambil menatap Aleya.


"Ck, aku hanya duduk dan gak ngapa-ngapain. Tunggu ! Teman lama ?! Apa maksudmu ?!" Rasa kesal Aleya hanya sesaat dan kini membalas tatapan Najib dengan rasa penasaran yang menggunung.


"Ya, setidaknya itu predikat mereka dulu namun entah setelah kamu mengetahui perbuatan mereka. " Najib mengulurkan tangannya untuk menggandeng Aleya. Karena penasaran tak sadar Aleya menyambut tangan pria itu. Sepertinya Najib memiliki kebiasaan baru mulai detik ini.


Keduanya keluar ruangan sambil bergandengan tangan melewati meja sekretaris Dona.


"Suruh Andika ke ruang meeting sekarang !" Titah Najib tanpa melihat sedikitpun pada sekretarisnya.


"Baik pak," Meskipun tak dilihat namun Dona tetap menampilkan senyum manisnya. Usia pernikahan mereka masih terlalu dini dan kesempatan untuk menggeser Aleya masih ada hanya perlu sebuah usaha.

__ADS_1


Najib dan Aleya kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang meeting. Sekilas Aleya melihat kilat aneh yang dalam tatapan Dona pada Najib namun Aleya tak ingin ambil pusing. Rasa penasarannya pada teman lama yang dimaksud oleh Najib lebih menguasai pikirannya.


Ceklek


Najib membuka pintu ruangan dan mengagetkan Cindy dan Peter. Namun hanya sesaat, selanjutnya mereka tersenyum sumringah karena ternyata perusahaan yang menjadi incaran kerjasama setiap perusahaan ternyata teman mereka. Apalagi Cindy yang sejak dulu menyimpan rasa yang special pada Najib.


"Najib ?! Wah akhirnya kita bertemu kembali !!" Pekik Cindy dengan mata berbinar.


Masih dengan senyum devilnya, perlahan Najib menarik Aleya agar berdiri di sampingnya. Sontak saja wajah Cindy berubah pun sama halnya dengan Peter.


"Ka ,,, kalian ber ,,, bersama ?!" Kompak Peter dan Cindy. Keduanya tak sadar jika keterkejutannya membuat Najib semakin murka.


"Tentu saja kami bersama bahkan kami sudah memiliki anak berumur 7 tahun. Jangan kaget, usaha kalian untuk menciptakan kesalahpahaman diantara kami nyatanya tidak berhasil. Aku menikahi Aleya setelah malam itu." Najib tak sepenuhnya berbohong karena pada kenyataannya ia memang menikahi Aleya setelah kejadian malam itu meskipun sudah sangat terlambat.


"Kenapa gak mungkin ?! Selama ini pernikahan kami sengaja disembunyikan untuk mengungkap kejahatan kalian." Najib menatap tajam keduanya.


"Kamu salah paham, kami gak melakukan apapun." Cindy kembali menguasai diri dan berusaha tetap tenang.


Sesaat semua terdiam dengan pikiran masing-masing. Najib terdiam agar bisa mengontrol emosinya. Ia tak ingin memberi kesan mengantisipasi lawan agar Aleya mempercayainya. Cindi dan Peter sangat licik, bisa saja kemarahannya dijadikan sebagai alasan terpaksa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

__ADS_1


Sementara Aleya sibuk dengan rasa penasarannya yang semakin tak terbendung. Baru saja ia akan bertanya namun kedatangan Andika menghentikan suaranya di tenggorokan.


"Lho, kenapa pada diam ? Bukankah kita akan membahas kerjasama ?" Andika pura-pura tak tahu persoalan mereka di masa lalu.


"Ada yang lebih penting dari pembahasan kerjasama. Detik ini kalian berdua harus menjelaskan tentang ini." Najib meletakkan ponselnya yang berisikan video pengakuan Melisa.


Tangan Aleya mulutnya yang menganga tak percaya. Cindy adalah temannya meskipun bukan sahabat namun hubungan merekapun baik di masa lalu.


"Kamu percaya begitu saja pada perkataan Melisa ?! Astaga, kalian kam tahu Melisa itu wanita seperti apa dan lagipula bukankah kalian sudah bersama ?!" Cindy tersenyum menyembunyikan ketakutannya. Ia harus berhati-hati, saat ini nasib kerjasama perusahaannya berada diujung pena Najib.


"Setidaknya Melisa mengakui perbuatannya dan atas perintah siapa. Adakalanya sisi malaikat wanita seperti Melisa lebih terlihat daripada seseorang yang merasa dirinya bersih tapi hatinya diselimuti aura hitam karena kejahatannya." Ucapan Najib berhasil membungkam Cindy dan Peter. Sedangkan Aleya menangis sambil memeluk pinggang Najib dengan sangat erat seolah menyalurkan segala penyesalannya. Perlahan Najib membalas pelukan Aleya sambil mengusap punggung wanitanya agar tenang.


"Maafkan kami, saat itu aku dibutakan oleh cinta pun hingga kini rasa cintaku padamu tak pernah hilang," Airmata Cindy berlinang membasahi wajah cantiknya. Entah airmata penyesalan atau hanya sekedar untuk menari simpatik seorang Najib.


"Kamu jahat Cindy !!" Aleya berteriak histeris. Gara-gara perbuatan wanita itu, ia dan anaknya mengasingkqn diri. Beruntung saat itu sebuah keluarga yang baik hati bersifat pada keadaannya.


"Silahkan kalian berdua keluar. Dan jangan pernah memikirkan apalagi berharap untuk bekerjasama dengan perusahaanku." Suara Najib terdengar sangat datar disertai tatapan dingin seolah mampu membekukan siapa saja yang menatapnya


Dengan senang hati, Andika membuka lebar-lebar pintu ruang meeting dan mempersilahkan keduanya keluar. Andika tersenyum bahagia. Najib akhirnya berhasil memperlihatkan kebenaran pada masa lalunya pada Aleya. Semoga saja pasangan itu kembali berdamai sehingga dirinya pun bisa menikmati indahnya kehidupan pernikahan.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


Hai readers, maafkan othor yang menghilang beberapa hari.


__ADS_2