Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 10


__ADS_3

Keesokan harinya di sekolah


Kelas Caca mendapat jam olahraga dan siswa/i dibebaskan berolahraga apapun di lapangan


Angel adalah salah satu siswi yang lumayan jago bermain basket namun ia enggan mengembangkan bakatnya dan hanya gemar bermain sesekali


" Ngel ayooo semangaattt " pekik Aulya


" Lya suara lo di kecilin bisa? " bantah Caca sembari menutup telinganya


" Hehe lo kayak baru kenal gue aja sih Caa " jawabnya, sementara Angel dan siswi kelasnya yang lain lanjut bermain


Tak lama kemudian Pak Eko menuju lapangan diiringi oleh adik kelasnya kelas X. IPA 2


" Anak-anak tolong berkumpul dan dengarkan Bapak sebentar " ujar Pak Eko


Kemudian seluruh siswa kelas XI. IPA 1 berkumpul


" Ini adik kelas kalian kelas X. IPA 2, hari ini ia juga memasuki jam pelajaran olahraga. Kebetulan Pak Wira guru olahraga kelas 10 tidak hadir dan meminta Bapak menggantikan hari ini. Jadi mereka akan ikut bergabung dan kalian semua harap akur ya " jelas Pak Eko


" Baik pak " jawab seluruhnya kompak


" Yasudah, Bapak tinggal sebentar dan lanjutkan kembali aktifitas kalian "


Sepeninggal Pak Eko seluruh siswa/i berolahraga bermain yang mereka sukai


" Arez, itu kak Anna " bisik Irham teman Arez


" Iya tau " jawab Arez


Melihat Angel bermain basket bersama yang lain, Arez pun ikut bergabung dan bermain dengannya


Sementara Caca sedari tadi sibuk bermain bulu tangkis bersama adik kelas laki-laki yang mengajaknya bermain


Tak lama pun datanglah anak Osis yang ikut bergabung di lapangan karena mereka dibebaskan pelajaran hari itu


Kegiatan terus berlanjut dan semua tengah asyik berolahraga, ada yang bermain tenis meja, bulu tangkis, basket, sepak bola, dll di lapangan sekolah yang begitu luas


Tak berselang lama pun Rizky dan teman-temannya datang untuk latihan bulu tangis untuk ikut lomba antar sekolah

__ADS_1


" Gila rame banget lapangan " ujar Aldo


" Eh hari ini kelas Caca ada jam olahraga Ky " ujar Jevan


" Itu bukannya Arez? " tunjuk Bryan


Semua arah pandang ikut menuju telunjuk Bryan


" Kelas Caca sama Arez di gabung? " tanya Aldo


" Mungkin " jawab Rizky dan ia terus memperhatikan semua orang di lapangan


" Terus anak Osis ngapain di lapangan? gila rame banget " ujar Bryan lagi


" Ky liat, gila Caca di kerumunin cowo tuh " ujar Aldo


Rizky diam mendengar satu persatu yang teman-temannya katakan, ia terus menatap ke arah Caca yang belum sadar akan kehadirannya di lapangan


Suasana hatinya mulai memanas saat melihat Caca tertawa bersama laki-laki lain, entah mengapa Rizky sangat tidak menyukai hal itu.


Tatapannya tajam mengarah pada Caca yang tengah asyik bersenda gurau sembari bermain bulu tangkis itu



" Liat noh si Rizky, serem amat tatapannya " bisik Aldo pada Jevan


" Ngeri gua, kayaknya bakal ada bencana bentar lagi " balas Jevan


Kemudian Rizky berjalan mendekat ke arah Caca dan yaang lain


" Boleh ikut main? " ujar Rizky


Semuanya menoleh ke sumber suara


" Kii? bukannya kelas kalian gaada jam olahraga hari ini? " tanya Caca


" Latihan buat lomba lusa nanti " balas Rizky


" Ohh, yaudah sana latihan. Ini " ujarnya sembari memberikan raketnya pada Rizky

__ADS_1


Ia mengambilnya dengan tatapan datar, perlu di ketahui bahwa Rizky sekarang tengah cemburu


" Eh lo! yok main sama gua " ujar Rizky pada laki-laki anak Osis yang bermain dengan Caca tadi


Keduanya mulai bermain, Rizky terus menguapkan amarahnya dan terus menangkis anak Osis itu hingga ia menyerah dan kalah


Sementara teman-temannya hanya bergidik ngeri melihat Rizky yang bermain begitu brutal


" Merinding gua " ujar Bryan


" Kii! lo kenapa kok mainnya kayak gitu? " tanya Caca sementara Rizky tetap kekeuh menutup mulutnya


" Udah ga mood main lagi gua! " ujarnya kemudian menghempaskan raketnya


" Kiki!! " seru Caca, ia tak mengerti apa yang terjadi pada pria itu


" Caa, itu si Rizky cemburu ngeliat lo main ketawa-ketawa sama tu anak Osis tadi " jelas Bryan


" Serius? ya ampun padahal kan kita cuma main biasa " ujar Caca


" Lo kayak gatau Rizky aja " ujar Jevan


" Jadi kita gimana ini? nyusul Rizky atau latihan? " tanya Aldo


" Susul aja kita nasehatin " timpal Bryan


" Bener kata Bryan " tambah Jevan


" Nanti gue jelasin deh, tapi ini masih jam pelajaran jadi gue harus stay dulu gapapa kan? " ujar Caca


" Iya gapapa, nanti tu anak biar kita yang bilangin " ujar Bryan


" Oke makasih ya, Yan " balasnya, kemudian ketiga pria itu berlalu meninggalkan lapangan


Angel dan Aulya mendekat ke arah Caca dan mulai bertanya yang barusan terjadi dan Caca mulai menceritakannya


" Terus lo gimana Ca? " tanya Angel


" Nanti gue minta maaf ke dia, kalian temenin gue ya "

__ADS_1


" Okeyy " jawab Angel dan Aulya kompak


__ADS_2