Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 40


__ADS_3

Sementara itu Louis mengamuk di dalam kamarnya, ia membanting semua barang dan berteriak kencang, tak ada yang bisa ia lakukan untuk Anna


"Aku merindukanmu.." lirihnya pelan, Louis kembali minum, begitu banyak botol bir, vodka, dll berserakan di kamarnya


Tiga hari berlalu, Louis terus mendesak Brian Arbeto untuk melakukan sesuatu, selama tiga hari Louis tidak mendapatkan berita apapun tentang Anna dan hal itu semakin membuatnya frustasi


"Akan ku hancurkan rumah sakitmu Brian!!"


"Tenanglah! Kami tidak bisa begitu saja menarik para dokter kembali, hari ini aku akan ke gedung biru untuk merapatkan soal ini, meskipun aku pemiliknya tapi semua ada prosedurnya Louis!!" balas Brian tak kalah tajamnya


Ia pusing selama tiga hari Louis datang dan terus mengamuk, kepalanya seperti mau pecah melihat pria itu terus menggerutu setiap kali datang


Setelah perdebatan itu, Brian Arbeto meninggalkan Louis sendiri di ruangannya dan bergegas pergi ke gedung biru.


Louis kembali dengan perasaan campur aduk, ia masuk ke kamar Anna hingga tanpa sadar air matanya jatuh


"Berjanjilah kau akan kembali" gumamnya


Di sisi lain, Anna juga termenung. Sore ini semua para dokter dan perawat akan dipulangkan ke Italia


Hasil rapat bersama di Gedung Biru memutuskan bahwa tugas mereka sudah selesai dan akan di gantikan oleh dokter dari negara lainnya

__ADS_1


Semua dokter dan perawat bersiap diri untuk kepulangan mereka nanti sore, begitupun dengan Anna. Tak ada yang mereka bawa selain tubuh mereka, karena semua barang mereka hancur tak bisa di gunakan.


Anna keluar tenda sembari melihat keadaan sekitarnya, ia membayangkan apa saja yang sudah ia lalui disini selama kurang lebih delapan hari, air matanya menetes kala mengingat betapa kacaunya keadaan disini kala pertama kali dia datang.


"Ku dengar kalian akan pulang sore ini" ucap Kapten Anggara yang sudah berdiri di belakang Anna


Anna menoleh, sembari mengusap air matanya ia menjawab "Hmm, kau benar"


Mendengar jawaban Anna, Kapten Anggara sedikit sedih. Ia sadar bahwa ia menyukai Anna namun enggan mengungkapkannya.


"Anna.." seru Kapten Anggara pelan


"Mungkin suatu hari nanti apa kita bisa bertemu lagi?" ucapnya lirih


Anna diam, ia tak menjawab apapun lidahnya terasa kelu saat mendengar itu


"Mungkin minum dan mengobrol sebentar, mengenang hari-hari ketika disini, jika ada kesempatan, aku akan menemuimu disana" tambahnya


Anna menunduk, ia kembali menangis. Bukan karena Kapten Anggara tapi ucapan itu membuat Anna teringat akan Louis


"An-anna.. apa ucapanku salah?"

__ADS_1


"Tidak, terima kasih Kapten. Senang bisa mengenalmu dan berjuang bersama disini" jawab Anna


Setelah perbincangan itu, keduanya kembali masuk ke tenda masing-masing.


Tak banyak yang Anna lakukan, ia kembali berdiam diri, Dr. Sheza yang melihat Anna lebih sering diam merasa heran tapi ia enggan menganggu, mungkin Anna sedang ingin sendirian


Sore harinya, pesawat yang dikirim dari Italia sudah terbang membawa para dokter dan perawat lainnya, mereka di atar oleh pasukan Kapten Anggara


"Masuklah.." ujar Kapten Anggara pada Anna


"Jaga dirimu Kapten, kembalilah dengan selamat" ucap Anna dengan tersenyum kemudian masuk ke dalam pesawat


Kapten Anggara mengangguk, ia tetap berada disana hingga pesawat lepas landas


"Jangan galau, tugas kita masih belum selesai" canda Reynand


"Aku tidak galau" bantah Kapten Anggara tak terima


Kemudian, ia dan kelima pasukannya kembali ke Gaziantep, besok para dokter dari Singapore akan datang untuk melanjutkan tugas Anna dan dokter lainnya yang sudah selesai.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2