Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 25


__ADS_3

Dentuman musik di dalam sana memelan karena Louis meninggalkan panggung begitu saja, banyak wanita kecewa karena Louis menghentikannya saat mereka tengah asik berjoget dan menikmati musiknya, ketiga rekannya pun heran menatap Louis yang berlari tergesa-gesa. Alhasil musik di ambil alih oleh DJ lainnya


"A-a Anna.." lirih Louis pelan, ia pun sama kagetnya dengan penampilan Anna kemudian beralih menatap Fazio tajam


"Fazio kau yang melakukan ini pada Anna?" tanyanya lirih namun terdengar mengerikan


"Dia memang datang bersamaku, tapi.."


"Fazio tolong antarkan aku pulang.." potong Anna, saat ini ia ingin menjauhi keramaian ini


"Ayo pulang!" ucap Louis kemudian ia menarik tangan Anna kasar, sorot matanya terlihat tajam dan mengerikan


"Lou sakit!"


Louis tidak memperdulikan ucapan Anna, ia terus membawa wanita itu dengan genggaman erat hingga pergelangan tangan Anna memerah


Sementara Edgard, Zicho dan James keluar dari Club bersamaan, ketiganya menatap penuh tanya pada Fazio.


"Ada apa dengannya?" tanya Edgard


"Entahlah Ed, ayo kita susul mereka aku khawatir Louis akan berbuat kasar pada Anna" ujar Fazio, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti Louis ke apartementnya


Sesampainya di apart, Louis terus mendesak Anna untuk bicara. Amarahnya semakin menjadi karena tak ada jawaban dari Anna.

__ADS_1


"Anna jawab aku!! apa Fazio yang melakukan ini?" sentak Louis, Anna hanya menangis sembari memeluk tububnya erat


Melihat Anna yang ketakutan semakin membuat amarah Louis membara, ia mengepalkan tangannya dan melayangkannya ke dinding


Hingga tiba ketiga temannya datang, disana Fazio mencoba menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya supaya sahabatnya itu tak salah paham


"Kau yakin dengan ucapanmu? jika benar kenapa pakaiannya robek bangs*t?!" ucap Louis lantang


"Ku mohon berhenti Louis hikss.." celah Anna


Ia menangis dengan tubuh gemetar "Ini salahku! aku yang meminta ikut bersama Fazio kau" jelas Anna


"Apa kau tengah membuat alasan hm?" tanya Louis dengan tetap memasang wajah dinginnya


"Kenapa? APA ANNA?!" teriak Louis dengan suara baritonnya


"AKU HAMPIR DI PERK*SA!!" balas Anna tak kalah lantangnya


Semua yang mendengar itu terkejut terutama Louis, jantungnya seperti berhenti berdetak dan hampir lepas


Zicho, James dan Edgard tak kalah terkejutnya, mereka memang gila perempuan tapi tak pernah sekalipun mencoba untuk menyentuhnya. Kecuali Fazio.


Background Fazio memang buruk, ia adalah pria yang tidak mudah puas, bahkan tak cukup satu wanita saja, namun Fazio bukan tipe pria yang menganggu wanita temannya.

__ADS_1


Tatapan Louis beralih ke Fazio, sang empu yang di tatap pun langsung mengklarifikasi "Aku bersumpah aku bahkan tidak menyentuh Anna"


"Aku yang meminta ikut karena khawatir padamu, disini aku menunggu karena kau belum kembali. Ternyata kau tengah asyik dengan wanita-wanita tadi. Maafkan aku mengacaukan party kalian berlima" jelas Anna sendu, ia beranjak masuk kamar dan meninggalkan kelima pria itu


Louis menatap punggung Anna penuh rasa bersalah, terbesit rasa sesal dalam dirinya, keempat sahabatnya pun kemudian saling bertukar pendapat dan memberikan solusi untuk Louis, setelah itu mereka semua pamit pulang.


Louis berdiri di depan pintu kamar Anna, isak tangis wanita itu terekam jelas di indera pendengarannya "Anna.." serunya pelan kemudian membuka gagang pintu yang ternyata tidak terkunci


Louis menghampiri tubuh rapuh itu dan memeluknya erat "Maaf, maafkan aku.." ucapnya terdengar lirih


"Hikss.. a-aku takut hikss"


"Tenanglah, tidak ada yang akan menyakitimu" bujuk Louis


Tubuh Anna bergetar hebat, isak tangisnya semakin terdengar pilu. Louis tak beranjak sedikitpun dari sana, ia terus menenangkan Anna hingga wanita itu tertidur di pelukannya


Louis mengganti pakaian Anna yang sudah tidak layak pakai karena sudah sobek sana-sini, walaupun ia harus menahan diri karena melihat kemolekan tubuh Anna


Setelah selesai, Bende tetap berada di ranjang Anna dan mengelus kepalanya penuh sayang "Maafkan aku, maaf Anna" lirihnya lagi


Saat merasa Anna sudah pulas tidur, Louis duduk sofa. Ia tak mau meninggalkan Anna yang sedang seperti ini, alhasil ia tertidur di sofa kamar Anna.


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2