
Setelah selesai membuatbkop, Anna memberikannya pada kedua pria yang tengah mengobrol santai itu kemudian ikut duduk di samping Louis
"Luc apa yang membuatmu pulang tiba-tiba dan datang sendirinya?" tanya Louis
Sebelum menjawab, Lucas menyeruput kopi hangatnya dengan santai "Aku datang bersama temanku, dia sedang ada urusan sebentar lagi datang" jawab Lucas
"Omong-omong sudah berapa lama kalian berpacaran?" tambah Lucas
"Bukan urusanmu" jengah Louis, ia memang pria dingin dan irit bicara, terlebih lawannya adalah kakaknya sendiri. Ia sangat malas berbicara hal semacam itu dengan Lucas
Tak lama suara bel berbunyi, Lucas menahan Anna yang hendak membuka pintu "Biar aku saja" ujarnya
Anna mengangguk setelah itu kembali duduk "Lou, sifatmu dan Lucas sungguh berbanding terbalik 160°" ujar Anna
"Aku tak suka banyak bicara sepertinya" jawab Louis
Saat tengah berbincang kecil Lucas kembali datang dan duduk di kursinya tadi "Ini dia orangnya, say what's up bro!" ujar Lucas
Untuk sejenak Anna dan Rizky saling diam, fikiran mereka berbicara dengan seribu pertanyaan yang memenuhi isi kepala keduanya
"Louis" singkat Louis memecah keheningan suasana
"Arrizky Gema" balas Louis
Anna diam dan menunduk, susah payah ia berlari, ia menjauh, ia menghindar dari orang-orang yang terlibat dengan masa lalunya kini menampakkan diri di hadapannya
"Bagaimana kabarmu?" tanya Rizky kepada Anna
Anna tak menjawab apapun, ia diam dengan mata yang berkaca-kaca sembari menggenggam tangan Louis kencang.
__ADS_1
"Ku rasa hidupmu jauh lebih baik sekarang" ucap Rizky berhasil memecah keheningan di antara mereka
Ia sungguh ingin memeluk wanita yang pernah menjadi cintanya itu, ia sungguh merindukannya. Masa mereka saat masih bersama masih terekam jelas di benaknya
"Kalian saling mengenal?" tanya Louis menoleh kepada Anna juga Rizky
"What bro?" tanya Lucas pada Rizky
"Dia wanita yang pernah ku ceritakan Luc" jawab Rizky pelan
"Damn ****!" gumam Lucas
"Anna? can you speak to me?" ujar Louis
"Kenapa kau datang?" tanya Anna sembari menatap Rizky dengan air mata yang tak mampu ia tahan
Sementara Louis masih kebingungan dengan Anna yang tak menjawab pertanyaannya
"Maaf.. aku ingin sendiri* ujar Anna kemudian ia berlalu pergi meninggalkaan pria-pria itu
Setelah kepergian Anna, Rizky menjelaskan apa yang terjadi selama ini termasuk juga hubungannya yang dulu bersama Anna
"Tetaplah di masa lalu, saat ini wanita itu milikku. Tetaplah pada posisimu" ingat Louis pada Rizky. Sejujurnya ia takut Anna akan kembali pada Rizky itulah sebabnya ia mengatakan hal itu
Sore harinya di taman balkon dekat ruang tamu, Anna berdiam diri sembari flashback ke masaa ia sekolah.
Bagaimana kabar Angel, bagai mana kabar Aulya, DLL. Anna membatin sendiri dengan fikirannya
"Syukurlah kau hidup dengan baik selama ini" ujar Rizky dari arah samping Anna yang jaraknya kurang lebih 2 meter
__ADS_1
Dengan membawa 2 gelas coffe di tangannya, satunya ia berikan pada Anna. Awalnya ragu namun kemudian Anna menerimanya
"Sepertinya kau juga begitu" balas Anna sembari meminum coffe cappuccino yang di bawakan Rizky
"Aku merindukanmu" lirih Rizky, sungguh perasaan campur aduk yang tengah ia rasakan sekarang
"Selama bertahun-tahun, kau tidak meninggalkan jejak apapun, aku lelah mencarimu dan saat aku tak menemui kau dimanpun aku merasa gagal karena pernah berkata akan terus melindungimu jugaa menjagamu" ungkap Louis perlahan, sejujurnya ia sangat ingin menangis
"Entah takdir atau ketidak sengajaan kita bertemu disini sekarang, sebagai gantinya bisakah kau memelukku?" ujar Rizky pelan menatap mata teduh yang sudah lama hilang dari pandangannya
Mendengar itu Anna terdiam sembari tetap memegang gelas kopi di kedua tangannya "Umm.. Bagaimana kabar Arez, sudah sebesar apa dia sekarang.." alih Anna
Sejujurnya ia ingin menangis meraung di hadapan Rizky dan menumpahkan semua keluh kesahnya selama ini
Namun air matanya ia tahan, ia tak mau terlihat rapuh seperti terakhir kali Rizky melihatnya sebelum meninggalkan tanah air.
"Ku mohon.." pinta Rizky begitu tulus, ia sangat merindukan wanita di depannya itu
"A..aku..akuu.. Maaf" Anna menundukkan kepalanya, air matanya jatuh begitu saja
"Anna kau tahu? Aku adalah manusia paling terluka dan paling menyesal hari itu. Setelah kejadian itu dan melewati hari berganti hari tanpa melihatmu, aku menggerutui diriku sendiri, aku menyalahkan diriku atas kepergianmu yang tanpa memberi jejak sedikitpun" jelas Rizky sendu
"Tahun kedua aku melewatinya dengan sangat buruk, aku tahu masalahmu saat itu dan mencoba menemui apart yang kau miliki namun nihil, aku tak menemukan apapun. Bahkan disaat lulus dan belajar di universitas, aku tetap saja hidup dalam semu bayangmu, kau tahu bagaimana rasanya itu?" tambah Rizky, ia mengeluarkan semua kesakitan yang selama ini ia pendam
Sementara Anna, ia tak dapat membendung air matanya lagi "Maaf.." hanya itu yang mampu Anna ucapkan
"I really miss you, please" pinta Rizky bisa saja ia menarik Anna untuk ia peluk namun ia tak mau sikapnya justru akan membuatnya kehilangan Anna kedua kalinya
Sementara di sisi lain, Lucas menyaksikan semuanya. Ia mendengar apa yang di katakan Rizky pada Anna
__ADS_1
Menyangkut itu, ia tak mau ikut campur. Karena selama bertahun-tahun ia menyaksikan temannya itu tumbuh dalam luka sesal, Rizky selalu menceritakan betapa baik dan cerinya seorang Caca yang ternyata adalah Anna, gadis yang dicintai oleh adiknya adalah cinta hebat temannya sendiri.
TBC..