Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 22


__ADS_3

Anna membalas pelukan Louis kemudian berucap "Baiklah, aku akan tinggal" tak di pungkiri bahwa ia pun merasa nyaman dengan Louis


Ucapan Anna berhasil membuat Louis tersenyum, tanpa di sadari ia mencium kening Anna karena begitu bahagia


"Ma-maaf Anna..." lirihnya pelan


"Hmm baiklah, makanlah kalau begitu" tutur Anna


Setelahnya, keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Anna mengecek e-mail yang masuk di ponselnya. Kabar baik, ia di terima kerja di Rumah Sakit ternama di kota Milan


Siang harinya, Anna sudah rapi berpenampilan cantik, anggun, dan tak lupa dengan sejuta pesonanya


Ia keluar kamar dengan menenteng tas kecil serta membawa map coklat berisikan berkas yang akan ia bawa, Louis yang merasa mencium aroma khas Anna pun menoleh dari duduknya


"Kau mau kemana?" tanya Louis penasaran


Anna menoleh dan tersenyum "Aku harus ke rumah sakit Grande Ospedale Metropolitano Niguarda, Lou" jelasnya


"Kau sakit? Atau kau ingin menjenguk seseorang?" tanya Louis bingung


"Akan ku jelaskan saat aku pulang nanti" jawab Anna


"Aku akan mengantarmu"


"Tidak perlu Lou, seseorang sudah menungguku di bawah. Aku pergi dulu" ujarnya pelan kemudian berlalu pergi


Louis merasa penasaran siapa orang yang menjemputnya, ia mengintip sejenak dari atas namun orang itu tak keluar mobil sama sekali dan kemudian mobil itu pun berlalu pergi


Rumah sakit yang Anna sebutkan adalah rumah sakit terbaik di Kota Milan, Italy. Lamunannya seketika terbuyar saat hp nya berdering pertanda panggilan masuk


Louis mengangkat dan mulai berbicara, hanya 5 menit panggilan itu pun terputus. 15 menit berselang ada yang menekan bel apartnya dan tak lain yang datang adalah teman-temannya sendiri yang datang berjumlah 4 orang

__ADS_1


"Kapan kau akan kembali ke club dude?" tanya temannya yang di ketahui bernama James


"Minggu ini, aku sedang banyak urusan akhir-akhir ini"


"Dude, kenapa ada ikat rambut wanita?" ujar temannya yang lain bernama Fazio, semua mata pun tertuju pada Fazio


"Itu.."


"Apa kau baru bersenang-senang dengan wanita?" selidik temannya yang lain, Edgard


"Really man?" tanya Zicho


"Sepertinya kau sudah melepaskan keperjak*anmu itu?" goda Edgard hingga membuat ketiga lainnya terkekeh pelan


"Tidak man, dia wanita yang berbeda tidak seperti yang sering kita temui" jawab Louis


"Really?" selidik Fazio


Tak lama Anna muncul dari daun pintu. Ia mencium bau alkohol, bau asap rokok, juga kondisi rumah yang berantakan bak kapal pecah "Sebenarnya apa yang Louis lakukan di dalam" tanya Anna lirih di hatinya


Saat masuk, bukan lagi kapal pecah, namun sudah hancur sehancur-hancurnya, keadaan apart berserakan seperti kandang sapi dengan berbagai bau tidak sedap


"Wooww ada wanita cantik disini dude" seru Edgard pada keempat lainnya, setika semua tatapan jatuh pada Anna


"Lou apa yang kalian lakukan?" tanya Anna sedikit kesal


"Dude apa dia wanita itu yang kau ceritakan" tanya James dengan kondisi lunglai, kelima pria itu mabuk berat


Louis berusaha bangkit dari duduknya, berpegang pada sofa kemudian berjalan sempoyongan ke arah Anna "Kau sudah pulang? kenapa lama sekali.." ujarnya


Anna memperhatikan kelima pria di depannya ini dengan seksama, ada banyak botol bir, vodka, wine, juga wiski di atas meja, di lantai, juga di atas kursi.

__ADS_1


"Anna.." seru Louis kemudian ia mencoba ingin memeluk Anna namun Anna tolak, ia tidak menyukai aroma minuman keras karena akan membuatnya pusing


Dengan menahan dirinya sekuat tenaga Anna mencoba mendudukkan Louis kembali walaupun ia berontak namun syukurlah Anna bisa mengatasinya, sedangkan keempat lainnya sudah terbaring tak sadarkan diri.


Setelah itu, Anna mulai membereskan kondisi rumah yang berantakan, dan membuang botol-botol minuman keras itu, Saat ia selesai pun kelima pria itu belum juga bangun, Anna memilih ke dapur dan mulai memasak.


Setelah itu, ia mandi dan membersihkan diri, bahkan waktu sudah menunjukkan pukul 20.22 namun kelima pria itu masih belum bangun juga


"Hufttt.. segar sekali" lirihnya, Anna membuka pintu kamar bermaksud mengecek situasi di depan, pria bernama Fazio sudah bangun dan duduk di antara keempat temannya


Melihat ada wanita cantik di depannya membuat Fazio kaget "Kau siapa?" tanyanya yang sudah sadar sepenuhnya


"Aku Anna, tamu Louis. Bisakah kau membangunkan mereka?" pinta Anna yang kemudian Fazio langsung menggoyangkan tubuh teman-temannya itu hingga membuat keempatnya mengeram kesal


Louis langsung bangun dan berdiri, pasalnya ia teringat dengan Anna namun ia lega setelah menoleh wanita itu sudah berdiri di hadapannya "Kau sudah pulang?" tanya Louis sementara keempat temannya hanya diam memperhatikan


"Sudah lama, sejak pukul 01.00 siang tadi" jawab Anna


"Siang tadi? lalu ini?" gumam Louis, ia membuka tirai jendela dan benar saja cuaca sudah berganti gelap. Ia mengingat kejadian siang tadi dimana ia dan teman-temannya mabuk-mabukan dan meracau tidak jelas


"An.. Anna.." serunya lirih


"Mandilah, aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian semua" ujar Anna kemudian berlalu pergi


Sepeninggal wanita itu, Louis tampak berfikir, kenapa Anna tidak marah? lirihnya


"Dude! apa dia wanita itu? yang kau ceritakan?" tanya Zicho sembari menepuk lengan Louis


"Wahh.. sangat cantik bak dewi Yunani" lirih Edgard


"Kau benar Ed" kompak Fazio dan James

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2