Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 34


__ADS_3

Louis dan Anna kembali beraktifitas seperti biasa, setiap harinya mereka melalui fase bangun tidur, kerja, makan, pulang, lalu tidur lagi.


Pekerjaan mereka menuntut tanggung jawabnya, Anna selalu sibuk di ruang operasi. Talentanya kini sudah mulai di kenal bahkan tak jarang ia berada di lingkup VVIP


Sementara Louis memutuskan resign dari dunia malamnya, ia memilih fokus mengurus perusahaan Kakeknya di Kota Roma. Perusahaan yang sempat memiliki kendala beberapa waktu lalu kini berhasil teratasi.


Setiap harinya Louis selalu terbang dari Kota Milan ke Kota Roma, ia lebih memilih pulang-pergi meskipun orang tuanya menyuruh pulang ke kediaman Vanderhyde yakni rumah sang Kakek.


Alasannya adalah ia tak mau meninggalkan Anna sendirian, juga ia tak mau jauh-jauh dari Anna.


Hari ini Louis pulang lebih awal, jika biasanya ia sampai di apart pukul 19.15 kini ia tiba pukul 16.16 sore


"Hallo Anna?" seru Louis begitu telepon tersambung


"Ya Lou?" jawab Anna dari seberang telepon


"Pukul berapa kau pulang?"


"Sebentar lagi, aku tengah bebersih setelah ini pulang" jawab Anna


"Aku akan menjemputmu"


"Kau sudah pulang?" tanya Anna heran


"Sudah, aku merindukanmu Anna.." lirih Louis


"Ck.. kalau begitu cepatlah kemari dan jemput aku" jawab Anna


Tak lama sambungan terputus, memang tak di pungkiri bahwa Louis merindukan Anna. Karena biasanya setelah mereka sama-sama pulang kerja akan merasa lelah.


Kurang komunikasi akhir-akhir ini antara keduanya karena lebih memilih mengistirahatkan tubuh setelah lelah seharian bekerja.


Di dalam mobil, Louis dan Anna banyak bertukar cerita. Keduanya saling mendengarkan dan mencoba memahami satu sama lain.


Hubungan sehat seperti inilah yang selalu Anna dambakan, dan ini baru terjadi saat ia bersama Louis.


Mobil Louis berhenti di sebuah restaurant, keduanya memutuskan mengisi perut mereka lebih dulu sebelum pulang.


Suasana makan hening, hanya tersengar bunyi garpu dan sendok. Cukup lama saling diam sampai akhirnya Louis membuka suara lebih dulu.


"Anna.."

__ADS_1


"Umm??" jawabnya sembari mengunyah makanannya


"Besok aku harus ke London, seperti biasa aku harus datang kesana untuk mengecek perkembangan perusahaan selama tiga bulan sekali dan besok sudah waktunya" jelas Louis


"Apa itu anak cabang perusahaanmu di Roma?" tanya Anna


Louis menggeleng "Itu perusahaan yang ku bangun sendiri, perusahaan tambang dan batu bara, lebih besar dari pada yang di wariskan Kakek" sombong Louis dengan sedikit candaan


"Kau sedikit sombong ternyata hahaha" tawa Anna yang membalas candaan Louis


"Kau ingin ikut, kita pergi besok pagi" tanya Louis


"Aku sangat ingin Lou, aku tidak pernah ke London. Tapi besok aku memiliki jadwal dengan 5 pasien yang akan konsultasi jantung, jadi aku tidak bisa membatalkannya semauku" jelas Anna


"Baiklah, lakukan tugasmu Anna. Setelah kita memiliki waktu luang, aku akan mengajakmu ke London ataupun kemanapun kau mau" tambah Louis


"Kau tidak marah kan?"


"Bagaimana bisa aku marah dengan seseorang yang berulang kali membuatku kagum" jawab Louis


Anna tersenyum lebar mendengar itu, tak lama keduanya selesai makan dan melanjutkan perjalanan pulang.


Setelah selesai membersihkan diri, Louis langsung ke kamar Anna, masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu


"Kau sedang apa?" tanya Louis kemudian ikut duduk di samping Anna


"Mengatur jadwal Lou, kau sudah selesai mengemasi barangmu untuk besok?" tanya Anna balik


"Anna aku merindukanmu, bisakah lupakan pekerjaab dulu saat ini?" pinta Louis begitu manja, Anna di buat gemas dengan tingkahnya


Anna menutup IPadnya kemudian beralih menatap Louis "Kau mau apa?" tanya Anna pelan


"Hug me, peluk yang lamaaaa" ucapnya terdengar gemas di telinga Anna, sangat berbeda saat ia melihat Louis mode kerja


"Kemarilah.." ucap Anna sembari merentangkan kedua tangannya


Buru-buru Louis mendekat dan memeluk tubuh Anna, meskipun mereka tinggal satu atap, tetap saja rasa rindunya tak bisa di pungkiri.


"Mungkin aku akan 2 hari disana, bagaimana denganmu?" tanya Louis tanpa melepas pelukannya


"Aku akan menunggumu" jawab Anna

__ADS_1


"Lou, kenapa kau begitu lesu hari ini?"


"Sudah beberapa aku tidak men-charge tubuhku, sekarang energiku sedang diisi semoga besok sudah penuh" jawab Louis


Anna tertawa pelan "Baiklah baiklah isi batremu dengan penuh"


"Anna aku ingin tidur denganmu, boleh?" tanya Louis


"Kau masih bertanya padahal kau sering melakukannya" tutur Anna


Note: Mereka hanya tidur seranjang ya gess, no s*x yaa hanya tidur dengan posisi cuddle.


Tak lama setelah Louis tidur lebih dulu kini Anna justru ikut terlelap dengan masih memeluk Louis.


Hingga tanpa sadar posisi tidur mereka telah berubah, keduanya tampak terlelap dengan nyaman



...{ Ilustrasi }...


Keesokan paginya, Anna tengah mengantar Louis di Bandara. Sebelum berangkat Louis memberi perintah kepada Theo untuk selalu menjaga Anna


"Bagaimana jika aku merindukanmu?" tanya Anna dengan memeluk tubuh Louis


Kini gantian ia yang bersifat manja, tadi malam Louis begitu manja dan pagi ini dirinya


"Telfon aku kapanpun kau mau, jaga dirimu hm" ucap Louis


Sebelum pergi ia mencium kening Anna singkat, meskipun berat meninggalkan Anna sendirian di apart tapi ia percaya pada Theo, asisten pribadi yang sudah bekerja dengannya selama 7 tahun.


Setelah kepergian Louis, Anna kembali di antar oleh Theo ke rumah sakit tempatnya bekerja.


"Nona bisa hubungi saya ketika jam pulang nanti" ucap Theo begitu mereka sampai di halaman rumah sakit"


Anna mengangguk mengerti kemudian ia masuk dan menuju ruangannya, pasiennya sudah menunggu cukup lama


"Maaf aku terlambat, ada hal penting yang tidak bisa ku tinggalkan tadi" ujar Anna


Untung saja pasiennya memakluminya, mereka mengerti dan untuk itu mereka tidak mempermasalahkannya.


Tbc...

__ADS_1


See you the next episode, jangan lupa tinggalkan jejak guys


__ADS_2