Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 16


__ADS_3

" KAMU DIAM!! " bentak sang Papa


Tanpa permisi buliran bening itu kembali berjatuhan, air matanya meluruh deras. Ini adalah kali pertama Papanya membentaknya bahkan sang Mama hanya diam tak bereaksi apapun


Dengan terbata-bata ia menjawab " Pa.. Papa? " ungkapnya tak percaya


Menyadari kesalahannya barusan, Papanya mengusap kepalanya kasar dan mencoba mendekat ke arahnya namun Caca balik badan dan masuk kamar


"Cacaa hei dengarkan Papa! " seru sang Papa merasa tak enak hati


" Kau lihat? bukan hanya menjadi seorang suami, kau bahkan tak becus menjadi seorang Ayah Richard Dawson!! " Mamanya kini buka suara


" HANNA!! "


PRANGGG.. PRANGG..


Semua barang-barang di sampingnya di hamburkan oleh Papa Richard, pecah dan berserakan.


" BILA PERLU BUNUH SAJA AKU!! " pekik Mama Hanna


Keributan terus berlangsung, sementara di kamarnya Caca tengah memindahkan barangnya di koper. Ia berniat meninggalkan rumahnya


Dengan membawa uang tabungannya, ia akan pindah ke Apartment yang pernah di hadiahkan Almh Grandma nya untuknya saat ia merayakan sweet seventeennya


Kemudian pagi harinya, disaat Mama dan Papanya sudah berangkat bekerja. Ia keluar rumah sendirian dengan di bantu Arez adiknya Rizky.


Skipp..


Dua bulan berlalu..


Hari-hari yang begitu sulit dijalani Denna sendiri di apartment mewah miliknya, kini hidup sendiri demi menghargai dan mencintai dirinya dari kerusakan mental yang di akibatkan keluarga

__ADS_1


Huhff.. mengerikan memang, ketika yang kau sebut rumah namun dirimu tak merasa betah di dalamnya


Di hadapan semua orang, ia masih di kenal sebagai gadis cantik, ceria, ramah. Putri sekolah itu masih menjadi incaran para laki-laki tampan di sekolahnya


"Dee.. " seru Aulya yang melihat Caca duduk sendirian di ruang musik latihannya


" Hmm? " balasnya


" Lo di gosipin sama kakak kelas dua belas gegara lo pulang kemaren di anterian sama kak Demian " celoteh Aulya terus terang


" Biarin lah, gue juga ga terlalu perduli tentang itu " jawab Caca terlihat pasrah


" Caa, akhir-akhir ini lo keliatan beda banget. Kalo lo ada masalah cerita jangan di pendem sendiri " ungkap Angel


" Iyaa " jawabnya sembari tersenyum


Saat melalui koridor sekolah menuju kelas, tiba-tiba Demian and the geng mendekat ke arah mereka


" Bisa ikut gue sebentar? " tanya Demian pada Caca


" Ada hal penting yang mau gue bilang " ujarnya


Kemudian ia menarik tangan Caca dan mengiringnya menuju atap sekolah. Disana hanya ada mereka berdua


Demian berdiri menatap wajah cantik gadis di depannya ini, yang awalnya membuatnya kagum namun setelah ia mengetahui bahwa Caca adalah putri sekolah ia merasa tersaingi


PLAKKK..


Tamparan keras mengenai pipi mulus Caca "Awshh.. " ringisnya


" Awalnya gue mau bersikap baik, tapi dengan gelar lo kebanggan sekolah gue jadi gasuka sama lo " ungkap Demian

__ADS_1


" Ternyata sifat putra sekolah yang hebat ini begini ya " sindir Caca sembari memegangi pipi kirinya


Hal ini baru ia rasakan sekali ini selama hidupnya, bahkan se marah apapun orang tuanya tidak pernah mau main tangan padanya


" Jangan coba-coba buat berada di atas gue! " ucap Demian dengan rahang mengeras dan ingin marah


" Gue punya perestasi, jadi sayang kalo prestasi gue, bakat gue, gue pendem. Dan ya, lo ga berhak larang gue dalam hal apapun itu " jawab Caca tanpa takut


PLAKKK..


Lagi, pipi mulusnya kini tertampar lagi, setelahnya Caca hanya mendengarkan ocehan Demian tanpa menjawab sepatah kata pun hingga membuat Demian semakin marah


Hal itu terus terjadi selama sebulan penuh, Demian terus melukai fisik dan mentalnya. Caca enggan mengadu meskipun ia memiliki bukti karena ia juga sudah lelah menjalani hidup yang begitu kacau


Tak ada tempatnya mengadu dan berkeluh kesah, ia memendam semuanya sendiri.


"Hikss.. hikss.. "


Tanpa berkata apapun, ia hanya menangis sepanjang malam, bukti nyata bahwa hidupnya benar-benar berantakan


Sampai pada pagi hari ia kembali bersekolah, di gerbang ia melihat Rizky yang turun dari mobilnya bersama sang adik. Kedua pria itu bergegas mendekat ke arahnya


" Caa lo pucet banget " ucap Rizky


Saat Rizky hendak memegang pipi Caca tiba-tiba bayangan Demian yang selalu menamparnya membuatnya takut hingga Caca merasa seperti ketakutan


" Bang, kak Caca kenapa? " tanya Arez


" Lu ke kelas duluan aja, lu bilang ada ujian. Caca biar sama gua " ujar Rizky yang mendapat anggukan dari sang adik yang kemudian bergegas melangkah lebih dulu


" Lo sakit hmm? " tanya Rizky sembari memegang keningnya

__ADS_1


Saat ia tahu bahwa lelaki di hadapannya adalah Rizky, Caca merasa lega kemudian memeluk tubuh itu erat dan menangis disana


" Caa? " lirih Rizky namun tak ada jawaban


__ADS_2