Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 19


__ADS_3

Malam ini, di Bandar Udara Internasional Linate Caca menapak. Begitu banyak orang asing yang ia temui, tempat baru, suasana baru, dan kehidupan baru, bahkan gaya bahasa formal yang ia gunakan sekarang. Semua akan ia mulai kembali di Kota Milan, Italia.


Sembari menyeret koper, Caca mulai berjalan di khalayak orang ramai. Kemudian ia memutuskan duduk sebentar sebelum melangkah keluar untuk mengecek handphonenya.


Sementara dari kejauhan, seorang pria mengamati gerak geriknya, baru kali ini ia merasa ada perempuan yang berhasil menarik perhatiannya.


"Cantik" gumamnya sembari tersenyum dan menatap Caca dari kejauhan


Caca kemudian beranjak dan melangkah keluar, namun di usianya yang 20 tahun ini tentu ini kali pertama ia masuk ke Negara Italia ini jadi ia kurang paham.


Sementara pria itu hendak mendekat dan menyapa Caca "Hallo, what are you doing?" sapa pria itu


"Umm, hi. Sorry bisakah kau membantuku?" tanya Caca to the point


"Of course cuttie girl" jawabnya, ia menatap kagum wanita di depannya ini


"Umm, boleh ku tau siapa namamu?" tanyanya lagi, perempuan di depannya ini membuatnya sangat penasaran


"Oh ya, tentu. Namaku Bae Annastasya Laura Dawson" ujarnya sembari tersenyum


"Baiklah, apa yang bisa ku bantu?" tanya pria itu


"Ini kali pertama aku ke Italy, bisakah kau membantuku mencarikan apartement? Aku tidak tahu daerah disini" ujarnya perlahan


Pria itu diam, ia tak membalas apapun ucapan Caca dan tampak berfikir


"Tak apa jika kau keberatan, aku akan berusaha sendiri" ujarnya lagi dengan tersenyum kemudian ia beranjak dan mulai menyeret kopernya untuk berlalu pergi

__ADS_1


"Tunggu, aku bisa membantumu" cegahnya


"Benarkah?" ucapan pria itu membuat mata Caca berbinar bahagia


"Tapi ini sudah malam, aku akan membantumu besok. Untuk malam ini, kau bisa menginap ke apartementku" ujar pria itu


Caca diam, kali ini ia tampak berpikir. Ia takut pria di depannya ini akan berbuat macam-macam padanya


Namun sedetik kemudian lamunannya terbuyar "Tenang saja, aku pria yang bisa di percaya, aku tidak akan macam-macam padamu" ujar pria itu


Kemudian setelah perbincangan terjadi, Caca setuju dan ikut ke apart milik pria itu.


"Namamu sangat cantik, apa kau keturunan US?" tanya pria itu membuka pembicaraan mereka di dalam mobil


"Iya, dari mana kau tahu?" tanya Caca bingung


"Apa yang kau lakukan di Bandara tadi?" tanya Caca


"Aku mengantar rekanku yang akan kembali ke Negaranya, umm bolehkah aku memanggilmu Anna?" tanya pria itu sembari menatap Caca


"Ya, tentu. Siapa namamu?" balas Denna


"Louis Nicolas Vanderhyde, kau bisa memanggilku sayang" ujar Louis tersenyum


Note: Mulai sekarang author akan mengganti panggilan Caca menjadi Anna oke? supaya kalian tidak bingung


Anna terkekeh pelan dengan penuturan pria yang baru saja ia kenal beberapa jam lalu.

__ADS_1


"Ah baiklah sayang.." balas Anna kemudian tawa mereka pecah


Tak berselang lama pun mereka sampai di sebuah apart mewah dan besar milik Louis, Anna sampai kagum melihat kemegahannya


"Ini milikmu?" tanya Anna


"Ya, kau suka?" balasnya sembari menatap wajah cantik Anna yang tersenyum lebar


"Siapa yang tidak suka dengan keindahannya, bahkan aku langsung jatuh cinta pada design ini walaupun baru pertama kali masuk" tutur Anna


"Akupun jatuh cinta saat ini" cicit Louis pelan namun masih terdengar di telinga Anna


"What?"


"Tidak ada, kau bisa pakai kamar di sebelahku" ujar Louis


"Kau tinggal sendirian Lou?" tanya Anna


Louis mengangguk "Ya, jika kau mau tinggal lah disini bersamaku, aku berjanji akan menjagamu" ujar Louis


" Terimakasih, kau sudah terlalu baik. Tapi aku tidak ingin merepotkan" tolak Anna pelan


"Kau bisa memikirkannya lagi" balas Louis


"Apa kau memang pria yang blak-blakkan?" cicit Anna pelan


"Haha.. kau bisa menganggapnya begitu Anna" tawa Louis

__ADS_1


Perbincangan pun selesai, Anna kembali masuk ke kamarnya yang terletak di samping kamar Louis. Ia mulai menata barang-barang yang ia bawa


__ADS_2