Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 20


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 22.55 waktu Italia, namun mata Anna enggan terpejam, perlahan ia beranjak keluar kamar. Ia melihat Louis tengah duduk di ruang tamu menghadap tv namun sepertinya ia sedang bertelepon dengan seseorang


Samar-samar ia mendengar "Seminggu lagi, aku akan datang"


Anna yang tak mau ambil pusing pun berjalan ke dapur untuk mengambil secangkir air, Louis yang mendengar suara dari arah belakang pun beranjak mengecek


"Belum tidur?" tanyanya yang membuat Anna kaget


"Ya tuhan! Kau membuatku kaget"


"Maafkan aku" lirih Louis mendekat ke arah Anna


"Tidak apa-apa kok" jawabnya


"Kenapa kau belum tidur Anna?" tanya Louis lagi


"Aku tidak bisa tidur, a-aku emm a-ak-aku.." ujar Anna terbata-bata, ia sedikit malu mengatakannya


"Katakanlah, mungkin aku bisa membantu" ujar Louis


"A-aku tidak bisa tidur jika tidak di peluk, apa kau punya guling?" jelasnya


"Sayangnya aku tidak memiliki guling Anna" sesal Louis


"Emm, tidak masalah Lou" jawabnya

__ADS_1


"Baiklah, mau nonton bersama?" tawar Louis


Annaa mengangguk setuju "Ayo" jawabnya


Keduanya memutar film yang sudah lama Louis ingin tonton, sudah rilis sejak lama namun ia bertekad untuk menonton film itu dengan seorang wanita yang spesial di hidupnya yang kelak akan ia jadikan pendamping


Namun Anna? Mereka baru bertemu beberapa jam lalu, Louis bahkan heran kenapa ia sangat teringin menjaga wanita itu.


Satu jam berlalu, keduanya nonton dengan hening. Kepala Anna berat kerena kantuk mulai menyerang, namun tak jarang juga ia membuka matanya karena tak ada guling disaat ia tidur apalagi posisinya sekarang duduk


Louis yang melihat itu merasa iba, ia menarik Anna ke dalam pelukannya dengan hati-hati


Anna seketika kaget mendapat perlakuan itu "L-lou?"


Karena rasa kantuk yang teramat sangat, Anna kemudian memejamkan matanya kembali.


...>>>...


Pagi harinya, Anna bangun lebih dulu. Ia mengerjapkan matanya dan merasa tidurnya sangat nyaman dan gulingnya terasa sangat empuk


Namun, tunggu! "Bukankah Louis tidak memiliki guling?" tanya Anna di dalam hatinya


Kemudian ia mendongakkan kepalanya, dengan sedikit kaget namun ia tetap menatap wajah tampan pria di depannya itu


Pria blasteran Indonesia-Italia, pria tampan dengan tubuh tinggi kekar. Sejenak Anna menikmati wajah tampan itu

__ADS_1


Namun kemudian Louis bergerak dari tidurnya hingga berhasil memutus keheningan sejak tadi


"Kau sudah bangun?" tanya Louis dengan suaranya yang khas bangun tidur


Seketika tubuh Anna gemetar, suara berat dari pria itu membuat darahnya berdesir "Lou a-a-aku, maaf a-aku.."


"Kenapa kau terlihat sangat tegang" tanya Louis lagi


Anna beranjak duduk, ia mengecek pakaiannya dan syukur semuanya masih lengkap


"Kau berfikir apa Anna? aku bukan pria seperti itu meskipun aku harus menahan diri dengan sekuat tenaga" jelas Louis


Mata Anna terbelalak mendengar ucapan pria di sampingnya itu "Bu-bukan seperti itu" gugupnya


"Ini kali pertamaku tidur seranjang dengan wanita, dan juga secantik kau" tutur Louis


"Lou.. apa yang terjadi semalam?" tanya Anna pelan


Louis terkekeh pelan "Kau tak ingat? Semalam waktu aku mencoba memindahkanmu ke kamar kau menarik tanganku untuk tetap tinggal, kemudian kau memelukku hingga membuatku tak bisa beranjak inilah kenapa kita tidur berada dalam satu ranjang" jelas Louis panjang


Anna tercegang mendengar penuturan Louis "Be-benarkah? Ma-maafkan aku Lou" cicitnya pelan


"Tak masalah Anna" jawab Louis sembari tersenyum lebar


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2