Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 35


__ADS_3

Kelima pasien yang datang hari ini sudah membuat janji, mereka yang melihat Anna menatap kagum dengan sejuta pesona yang terpancar.


Tak terasa Anna sudah memeriksa kondisi pasien yang terakhir, ibu itu usianya sekitar 50 tahunan dan ia rutin memeriksakan diri selama dua kali dalam satu minggu.


"Dokter, apa anda sudah memiliki kekasih?" tanya ibu itu kepadanya setelah selesai di periksa


Anna tersenyum dan menjawab "Umm memangnya kenapa bu?" tanya Anna sopan


"Jika belum, saya ada anak laki-laki seumuran Dokter. Barangkali ingin berkenalan" tambah sang ibu lagi dengan sedikit candaan


Anna tersenyum sembari menjawab "Ibu bisa saja, oh ya ini kondisi ibu sudah lebih baik dari sebelumnya. Besok ibu bisa datang seminggu sekali untuk melakukan pemeriksaan" jelas Anna tetap dengan keramahannya


"Baiklah Dokter, saya permisi" ujar ibu itu dan keluar


Saat tengah menikmati waktu istirahatnya dengan makan, tiba-tiba rekannya masuk dengan keadaan panik


"Dokter Anna anda harus segera ke atap, pasien VVIP tengah dalam perjalanan" ucap Dokter Sheza yakni rekan Anna


"A-apa? kenapa mendadak sekali" ujar Anna sembari memakai kembali jas Dokternya dan menyimpan makanannya


"Pasien itu terkena luka tembak di dadanya, ia adalah pasukan segeralah pergi ke atap" ujar Dokter Sheza lagi


Anna segera berlari menuju lift, ia bergegas pergi ke atap menunggu helikopter yang membawa pasien


Tak lama helikopter itu mendarat sempurna, dengan di bantu perawat lainnya ia bergegas menuju ruang operasi VVIP


"Dokter tunggu!" seru salah satu pasukan tentara itu


Anna berbalik "Ada apa?"


"Sebelumnya perkenalkan saya Anggara Leonard, kapten pasukan khusus ini. Saya mohon selamatkan dia" ujarnya


"Seorang Dokter akan melakukan tugasnya, berusaha untuk kesembuhan pasien adalah kewajiban yang harus saya laksanakan. Jadi tanpa anda minta saya akan melakukannya" jawab Anna dengan tegas


Kapten itu merasa terpana melihat Anna, baru kali ini ia melihat Dokter muda secantik dan secerdas itu


"Maaf bukan maks-"


"Saya tidak punya waktu untuk berdebat, pasien membutuhkan saya" potong Anna dengan meninggalkan Kapten itu.


Di ruang VVIP, kembali ia melakukan operasi dibantu tengan perawat lainnya. Sehari-hari Anna hanya menghabiskan waktunya di ruang operasi, hidupnya ia abdikan untuk keselamatan pasien sekalipun itu dalam bahaya.


Seperti sumpah Dokter yang ia katakan, di dalam situasi apapun sekalipun itu mengancam keselamatannya, ia akan melakukannya

__ADS_1


Operasi berlangsung selama satu jam, tanpa kendala apapun ia berhasil melakukannya dan hanya menunggu pasien sadar dan kondisinya stabil.


"Terima kasih, kalin semua sudah bekerja keras hari ini" ucap Anna pada semua perawat yang membantunya


Setiap kali selesai operasi, Anna selalu mengucapkan kata terima kasih. Karena di setiap keberhasilannya mengoperasi di samping itu ada beberapa orang perawat yang membantunya.


Seperti biasa ia keluar ruangan segera ke ruang kebersihan untuk melepas jas nya yang berlumuran darah, Anna membersihkan diri kemudian melanjutkan makan setelah memastikan tidak ada lagi pasien yang harus ia tangani


Dokter Sheza ikut bergabung dengan Anna di meja yang sama "Aku kagum padamu, baru beberapa bulan kau sudah menjadi Dokter hebat" ujar Sheza


"Kau juga Dokter hebat, tidak ada yang meragukannya di sini" jawab Anna


Keduanya kini berteman baik, mereka mengenal saat melakukan operasi bedah bersama.


"Kau lihat majalah hari ini?" seru Dokter Rico yang tiba-tiba sudah stand by di belakang Dokter Sheza dan Anna


"Apa?" tanya Dr. Sheza yang kemudian mengambil majalah itu dari tangan Dr. Rico


"Wow Anna!" pekik Dr. Sheza


"Ada apa?" tanya Anna penasaran


Majalah itu berisi mengenai Anna, Dokter cantik yang talenta nya tak perlu di ragukan. Dokter muda itu kini berhasil melambungkan namanya. Majalah itupun sudah sampai di 3 Negara yakni Inggris, Amerika, dan juga Indonesia.


Setibanya di lobby, ia berpapasan dengan Kapten tentara dengan 4 orang di belakangnya, hanya melempar senyum ramahnya Anna bergegas tanpa menyapa


"Dokter tunggu!" seru Kapten Anggara


Anna menghentikan langkahnya kemudian berbalik "Ada apa?"


"Terima kasih sudah menyelamatkannya" ucap Kapten itu


"Itu sudah tugasku sebagai seorang Dokter" jawab Anna singkat


"Boleh saya tahu namamu?" tanya Kapten Anggara lagi, sepertinya ia menyukai Anna


"Namaku Anna, maaf saya buru-buru" ujarnya kemudian meninggalkan Kapten itu


Keempat rekan Kapten Anggara menggodanya, mereka cukup peka tentang Kapten Anggara yang kelihatan menyukai Anna


Saat melihat Theo yang sudah menunggu, Anna bergegas masuk mobil "Maaf apa kau menunggu lama?"


"Tidak Nona" jawab Theo kemudian ia bergegas mengantar Anna ke apartment

__ADS_1


Sesampainya di apart, Anna bergegas masuk dan membersihkan diri kemudian ia merebahkan tubuhnya yang lelah


Hingga tanpa sadar ia pun tertidur, bunyi hp yang terus berdering pertanda panggilan masuk pun Anna tak mendengarnya saking nyenyaknya ia tidur


Theo menerima semburan amarah dari Louis karena tidak memberi laporan tentang Anna sejak tadi, alhasil pria yang tengah berada di London itu naik pitam ditambah Anna tidak mengangkat ponselnya.


Tengah malam Anna terbangun karena lapar, ia memutuskan memasak mie instan setelahnya mengambil hp. Sedikit terkejut karena ada banyak panggilan tak terjawab dari Louis


Ia memutuskan untuk mengirim pesan singkat "Maaf Lou, aku ketiduran tadi" tulis Anna


Selang beberapa menit panggilan vidio masuk "Kau baik-baik saja?" tanya Louis begitu melihat wajah Anna


"Aku baik-baik saja, aku hanya lelah tadi jadi tertidur" jawab Anna


"Anna kau sedang apa?"


"Aku lapar, ini sedang makan mie instan" tunjuknya mengarahkan kamera pada makanan di depannya


"I hate mie instan" cela Louis


Tanpa menjawabnya Anna hanya fokus makan dengan panggilan vidio yang masih tersambung, Louis memperhatikan gadis di depannya itu, baru satu hari tapi ia sudah rindu


"Aku melihat majalah tentangmu hari ini" ujar Louis


"Aku hebat kan?" tambah Anna dengan senyumnya


"Hmm, kau memang hebat. Makanmu sudah selesai?"


"Sudah, Louu..." lirihnya pelan


"Ya?"


"Cepatlah pulang, aku merindukanmu" ujarnya tulus


Louis tersenyum sembari menganggukkan kepalanya "Tidurlah, kau harus istirahat" ujarnya


Anna mengangguk, ia bergegas ke kamar sembari mengambil posisi untuk tidur. Panggilan itu masih berlangsung, Louis memandang wajah cantik Anna yang terlelap tidur dari layar hp nya.


"Sangat cantik" gumamnya pelan


Setelah memastikan tidur Anna lelap, Louis mematikan sambungannya kemudian ia juga memilih tidur


Beberapa hal kecil terjadi hari ini hingga membuat mood nya seharian ini benar-benar tidak bagus. Beruntunglah ia selalu datang tepat waktu jadi ia bisa megatasinya dengan baik.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2